SAAT ini, banyak pria mapan berwajah menarik tapi masih berstatus lajang. Kebanyakan dari mereka mengaku masih belum siap menikah meski telah mencapai usia matang.">
Home
 
 
 
Apa Saja Keresahaan Pria Lajang Tentang Pernikahan?

Minggu, 26/03/2017 - 09:47:15 WIB

SAAT ini, banyak pria-pria mapan dan berwajah menarik tapi masih berstatus lajang. Bahkan, kebanyakan dari mereka mengaku masih belum siap menikah meski telah mencapai usia matang. Mengapa demikian?

Konsultan keluarga dan pengasuh Rumah Amalia Muhammad Agus Syafii mengatakan kebanyakan dari para pria tersebut memiliki beberapa hal yang diresahkan mengenai pernikahan. Sehingga membuat mereka mengaku belum siap untuk menuju ke jenjang membina keluarga dalam sebuah ikatan pernikahan. Hal tersebut terungkap dari beberapa pria yang berkonsultasi kepadanya di Rumah Amalia.

"Awalnya, mereka hanya mengaku sulit untuk menemukan jodoh yang tepat dan menikah. Namun, dibalik itu ada hal-hal yang mereka resahkan mengenai pernikahan," ungkap dia di sela peluncuran buku "Cara Mudah Segera Menikah" di Jakarta.

Menurut Agus, keresahan para pria tersebut misalnya saja seperti merasa beratnya membangun komitmen untuk hidup bersama. Biasanya, hal tersebut terjadi pada pria yang berpendidikan tinggi minimal sarjana dan bekerja berpendidikan min s1. Bahkan, para pria tersebut kerap mengaku baru akan siap menikah apabila sudah bisa membeli sesuatu. Salah satunya rumah.

"Lama kelamaan mereka malah enjoy dengan hidupnya sendiri," tambah dia.

Selain itu, lanjut Agus, para pria lajang resah jika pernikahan hanya akan membuat penderitaan saja. Bahkan tak sedikit yang berpikir pernikahan adalah lembaga yang mengekang kebebasannya.

Alasan dari pandangan itu karena setelah menikah para pria yang biasanya harus memikirkan anak dan istrinya. Contohnya saja, apabila biasanya ia pergi sendiri tapi setelah menikah direpotkan dengan membawa atau mengajak anak dan istrinya.

Agus mengatakan hal-hal itu secara tidak langsung membuat kondisi orang sulit menikah. Bahkan telah menjadi tren yang berkembang di masyarakat Indonesia. Tak heran apabila saat ini semakin besar generasi yang memilih untuk tidak menikah.

"Terlebih para pria cenderung cuek dengan omongan orang yang menanyakan kapan nikah. Mereka pun cenderung tidak khawatir belum menikah meski usia telah mencapai 40 tahun," ucap dia.

Untuk itu, Agus pun meluncurkan sebuah buku berjudul "Cara Mudah Segera Menikah". Buku setebal 156 halaman tersebut ditulisnya berdasarkan pengalaman saat menangani para pria lajang yang mengaku sulit untuk menikah dan menemukan jodoh. Buku tersebut juga menyajikan cara-cara mendapatkan jodoh dan segera menikah.

"Buku tersebut juga menghadirkan beberapa penglaman para pria lajang yang akhirnya memutuskan menikah," tutup dia. (idc)



0 Komentar :

Komentar Anda
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Home | Politik | Hukrim | Ekbis | Seksologi | Olahraga | Kesehatan | Selebritis | Sosial | Lingkungan | Serba-Serbi |
Handphone | Film | Kuliner | Otomotif | Liputan Malam | Kawula Muda | Index
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2016