Home
Rabu, 15/07/2020 - 23:43:52 WIB
Polri Akui Brigjen Prasetijo Keluarkan Surat Sakti untuk Djoko Tjandra
Rabu, 15/07/2020 - 13:31:16 WIB
Ilmuwannya Ini Akui Pemerintahnya Tutupi Isu Virus Corona Sejak Awal
Rabu, 15/07/2020 - 13:30:23 WIB
Bisakah Kita Terinfeksi COVID-19 Dua Kali?
Rabu, 15/07/2020 - 13:30:19 WIB
Lambung Kapal Perang Ini Bocor dan Akhirnya Tenggelam
Rabu, 15/07/2020 - 11:59:16 WIB
Terkuak, IPW Sebut Surat Jalan untuk Djoko Tjandra Diterbitkan Bareskrim Polri
Rabu, 15/07/2020 - 09:49:13 WIB
Pulihkan Perekonomian, Arief Poyuono Usul ke Jokowi Legalkan Perjudian di Indonesia
Rabu, 15/07/2020 - 09:48:29 WIB
Tuan N yang Positif Covid-19 Kemarin Menginap Disalah Satu Homestay di Pekanbaru
Selasa, 14/07/2020 - 22:55:38 WIB
Usut Dugaan Korupsi Dana PMB-RW
Selasa, 14/07/2020 - 11:17:36 WIB
Bawa Paksa Jenazah Covid-19, Anggota DPRD Ditetapkan Tersangka
Selasa, 14/07/2020 - 11:17:31 WIB
Yunani Ancam Akan Merubah Rumah Atatatur Museum Genosida
Selasa, 14/07/2020 - 11:17:26 WIB
Ledakan Bom Bunuh Diri Di Kantor Intelijen Afghanistan, 11 Orang Tewas
Senin, 13/07/2020 - 14:55:08 WIB
Pekanbaru Masih Zona Merah untuk Belajar Mengajar Tatap Muka, Disdik Akan Tegur Sekolah yang Bandel
 
Kunjungan Wisatawan Meningkat
Dispar Riau Klaim Kunjungan Wisatawan Meningkat, tapi Tak Berlaku di Candi Muara Takus

Jumat, 07/06/2019 - 16:09:07 WIB

Candi Muara TakusCandi Muara Takus

Politikriau.com PEKANBARU - Tingkat kunjungan wisatawan di destinasi wisata Candi Muara Takus, XIII Koto Kampar, Kampar, Riau mengalami penurunan drastis.

Pantauan di lapangan pada H+3 lebaran, lokasi parkir objek wisata budaya tersebut masih banyak kosong. Hal ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, kendaraan roda empat manfaatkan jalan untuk parkir karena lokasi parkir penuh.

Hal itu pun diakui Ires, petugas penjaga buku tamu Candi Muara Takus. Seperti dikutip dari Cakaplah.com dia mengaku tahun ini jumlah kunjungan wisatawan di Candi Muara Takus yang terletak di perbatan Riau-Sumbar itu sedikit menurun dibanding lebaran tahun lalu.

"Tahun ini pengunjung agak (sedikit) kurang, masih ramai tahun lalu lagi. Kemarin lebaran pertama juga sama seperti ini (lebaran kedua) tak begitu ramai," katanya.

"Kalau tahun lalu pengunjung membludak. Orang parkir sampai di jalan, karena cari parkir susah. Sekarang banyak tempat parkir banyak kosong," sambungnya.

Ditanya apa penyebab kunjungan wisatawan di Candi Muara Takus menurun, Ires menduga karena banyak munculnya objek wisata baru di tepian PLTA Koto Panjang.

"Kalau dulu objek wisata masih sedikit, sekarang di luar sana banyak objek wisata baru. Seperti Tepian Mahligai dan lainnya. Jadi orang banyak pilihan wisata, tak mesti ke sini," cakapnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, Fahmizal Usman, mengklaim destinasi pariwisata Riau ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal.

"Mungkin ini dampak dari mahalnya harga tiket pesawat, sehingga orang banyak orang menggunakan transportasi darat saat mudik," katanya.

Keuntungannya, sebut Fahmizal, karena banyak orang lewat jalur darat menyinggahi destinasi-destinasi wisata, terutama yang berada di jalur lintas. Seperti kondisi destinasi yang berada di jalur Riau-Sumbar.

"Informasi teman-teman kabupaten di lapangan, di sana sangat dipadati pengunjung, dan tingkat kunjungannya cukup luar biasa dari hari-hari biasa. Ini pasti efek dari harga pesawat mahal, sehingga orang banyak lewat darat," bebernya.

Namun ia tidak merincikan destinasi wisata mana saja yang meningkat tersebut. Meski mengklaim kunjungan wisata naik, Fahmizal malah belum bisa memastikan angka yang diklaimnya tersebut. Alasannya, karena belum ada rekap secara keseluruhan dari kabupaten/kota.

"Yang jelas dari dua aspek tranportasi darat dan laut, pergerakan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata Riau sangat positif," ujarnya. (*)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020