Home
Rabu, 15/07/2020 - 23:43:52 WIB
Polri Akui Brigjen Prasetijo Keluarkan Surat Sakti untuk Djoko Tjandra
Rabu, 15/07/2020 - 13:31:16 WIB
Ilmuwannya Ini Akui Pemerintahnya Tutupi Isu Virus Corona Sejak Awal
Rabu, 15/07/2020 - 13:30:23 WIB
Bisakah Kita Terinfeksi COVID-19 Dua Kali?
Rabu, 15/07/2020 - 13:30:19 WIB
Lambung Kapal Perang Ini Bocor dan Akhirnya Tenggelam
Rabu, 15/07/2020 - 11:59:16 WIB
Terkuak, IPW Sebut Surat Jalan untuk Djoko Tjandra Diterbitkan Bareskrim Polri
Rabu, 15/07/2020 - 09:49:13 WIB
Pulihkan Perekonomian, Arief Poyuono Usul ke Jokowi Legalkan Perjudian di Indonesia
Rabu, 15/07/2020 - 09:48:29 WIB
Tuan N yang Positif Covid-19 Kemarin Menginap Disalah Satu Homestay di Pekanbaru
Selasa, 14/07/2020 - 22:55:38 WIB
Usut Dugaan Korupsi Dana PMB-RW
Selasa, 14/07/2020 - 11:17:36 WIB
Bawa Paksa Jenazah Covid-19, Anggota DPRD Ditetapkan Tersangka
Selasa, 14/07/2020 - 11:17:31 WIB
Yunani Ancam Akan Merubah Rumah Atatatur Museum Genosida
Selasa, 14/07/2020 - 11:17:26 WIB
Ledakan Bom Bunuh Diri Di Kantor Intelijen Afghanistan, 11 Orang Tewas
Senin, 13/07/2020 - 14:55:08 WIB
Pekanbaru Masih Zona Merah untuk Belajar Mengajar Tatap Muka, Disdik Akan Tegur Sekolah yang Bandel
 
Penampakan sistem pertahanan udara S-400/Net
Moskow Umumkan Waktu Pengiriman S-400 Ke Turki

Sabtu, 08/06/2019 - 13:55:21 WIB

Politikriau.com waktu pengiriman sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia ke Turki menemui titik terang.

Pimpinan perusahaan negara terbesar Rusia,  Rostec, Sergey Chemezov menyebutkan, S-400 akan mulai dikirim ke Turki setelah dua bulan.

"Semuanya berjalan baik. Saya kira kami akan mulai mengirimkannya setelah dua bulan," kata Chemezov dalam Forum Ekonomi St. Petersburg, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (8/6).

Chemezov menambahkan, pihaknya telah menerima pembayaran dari Turki untuk pembelian S-400 tersebut.

"Peralatan telah diproduksi, dan kru dari Turki yang akan mengoperasikan sistem S-400 juga telah dilatih dengan baik," jelasnya.

Keputusan Turki untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 menuai kontroversi. Menurut Amerika Serikat (AS), sebagai anggota NATO, tidak seharusnya Turki membeli sistem pertahanan dari Rusia.

Masih menurut Washington, S-400 sama sekali tidak kompatibel dengan instalasi pertahanan negara-negara anggota NATO. Tak hanya itu, Negeri Paman Sam juga mengancam akan menjatuhkan sanksi pada Ankara jika tetap membeli S-400.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020