Home
Minggu, 31/05/2020 - 22:16:19 WIB
Ikatan Dokter Anak Minta Sekolah Ditutup Sampai Desember 2020
Minggu, 31/05/2020 - 19:12:51 WIB
Pendeta Hindu Penggal Kepala Orang Berdalih Hentikan Wabah Corona
Minggu, 31/05/2020 - 18:58:40 WIB
Perusahaan Farmasi Asal Amerika Ini Siap Memasarkan Vaksin Coronavirus Pada Akhir Oktober 2020
Minggu, 31/05/2020 - 08:03:12 WIB
Ditemukannya Sebanyak 6 Ton Beras CSR BUMN di Gudang PT SPM
Minggu, 31/05/2020 - 07:34:37 WIB
Bokep dan Mak Erot Bikin Ngakak, Ternyata Bisa Menjadi Dirut TVRI
Minggu, 31/05/2020 - 07:34:05 WIB
Rektor UII, Fathul Wahid kecam aksi teror terhadap diskusi Pemecatan Presiden
Sabtu, 30/05/2020 - 19:26:02 WIB
Pasukan Intelijen Israel Tangkap Imam Besar Masjid Al Aqsa
Sabtu, 30/05/2020 - 19:25:34 WIB
Bertambah 557: Positif Corona di RI
Sabtu, 30/05/2020 - 19:00:20 WIB
Permintaan Tes Swab PCR Mandiri di RSUD Arifin Ahmad Berbiaya Rp1,7 Juta Bertambah
Sabtu, 30/05/2020 - 18:46:16 WIB
AS Hendak Usir Ribuan Mahasiswa China
Sabtu, 30/05/2020 - 12:50:41 WIB
Ternyata Inilah Alasan Kenapa Anda Tidak Boleh Memberi Air Putih Kepada Bayi di Bawah Umur Enam Bula
Sabtu, 30/05/2020 - 08:37:16 WIB
Korban Corona di Riau Malah Melonjak Menjadi 117 Kasus
 
Cara Mudah Ubah Jam Tidur
Cara Mudah Ubah Jam Tidur Kamu yang Berantakan

Sabtu, 15/06/2019 - 22:45:22 WIB

Ilustrasi: tidur.Ilustrasi: tidur.

Politikriau.com BUTUH berbagai cara dan cukup banyak waktu untuk mengubah jam tidur baik maju atau mundur.

Dilansir dari The Health Site, peneliti menemukan bahwa terdapat cara mudah yang bisa dilakukan untuk memajukan jam tidur  atau membuatnya lebih teratur. Melakukan pijatan serta memaksimalkan cahaya luar pada pagi hari selama tiga minggu bisa membantu bagi mereka yang sering begadang.

Dengan melakukan cara tersebut, orang yang biasa tidur larut malam serta terbangun di malam hari bisa membuat jam tidur dan bangun mereka lebih maju dua jam. Majunya jam tidur dan bangun ini menimbulkan sejumlah manfaat luar biasa bagi tubuh.

Perubahan tersebut dapat meningkatkan performa pada pagi hari, pola makan yang lebih baik, juga menurunnya depresi dan stres pada orang-orang yang terbiasa tidur larut malam. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa mungkin untuk mengubah ritme sirkadian dengan menggunakan pendekatan tanpa obat dan terapi.

"Memiliki kebiasaan tidur larut malam membuatmu kesulitan menyesuaikan diri dengan kondisi sosial masyarakat standard yang dapat berujung pada sejumlah hal merugikan seperti mengantuk di siang hari hingga kesehatan mental yang memburuk," jelas Andrew Bagshaw dari University of Birmingham.

Pada sebuah eskperimen dengan kelompok kecil partisipan selama tiga minggu. Kelompok ini diminta untuk bangun dua hingga tiga jam sebelum jam bangun normal mereka dan lebih banyak menikmati udara di luar ruangan pada pagi hari.

Para partisipan juga diminta untuk tidur dua-tiga jam lebih awal dibanding biasanya dan membatasi paparan cahaya ketika malam. Mereka juga diminta melakukan pola tidur ini setiap hari, sarapan secepat mungkin setelah bangun, makan siang pada jam yang sama setiap hari, dan tidak makan malam setelah jam 7.

"Kami ingin melihat apakah ada cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi masalah ini. Hal ini cukup berhasil karena secara rata-rata seseorang dapat tidur dan bangun dua jam lebih awal dibanding sebelumnya," ungkap Bagshaw.

"Menariknya, hal ini juga dihubungkan dengan peningkatan kondisi mental dan perasaan ngantuk yang berarti bahwa hasil dari percobaan ini sangat positif bagi partisipan," tandasnya. (*)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020 - PT. MEDIA WARTA RIAU