Home
 
Setya Novanto akan Dijerat TPPU oleh KPK

Selasa, 21/11/2017 - 18:58:21 WIB

JAKARTA - Setelah melakukan penahanan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki aliran dana Setya Novanto.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya membuka kemungkinan untuk menelusuri aset Novanto yang diduga berasal dari proyek e-KTP senilai Rp5,9 triliun itu. 

"Tentu aspek-aspek keuangan dan aliran dana jadi bagian yang kita cermati di kasus ini. Karena diduga ada sejumlah pihak yang menerima aliran dana baik melalui perantara, langsung ada juga yang dengan cara-cara tertentu. Itu jadi bagian penting bagi KPK untuk lakukan penelusuran lebih lanjut," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Dalam kasus ini, pihak KPK mendeteksi adanya aliran dana dari hasil korupsi itu yang sudah berubah bentuk menjadi aset.

Meski saat ini dikatakan Febri, Novanto belum diputuskan untuk terkena pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), namun Ia tak menepis nantinya penyidik juga akan menelusuri potensi tersebut.

"Karena diduga ada sejumlah pihak yang menerima aliran dana baik melalui perantara, langsung ada juga yang dengan cara-cara tertentu. Itu jadi bagian penting bagi KPK untuk lakukan penelusuran lebih lanjut," tuturnya.

Sebelumnya, Setya Novanto, Ketua DPR RI ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Novanto yang saat proyek ini bergulir menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR diduga melakukan korupsi bersama-sama Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, mantan dua pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. 

Dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto, Setnov bersama Andi Narogong disebut mendapat jatah Rp574,2 miliar dari total nilai proyek sebesar Rp5,9 triliun.

Tak hanya itu saja, pada persidangan Irman dan Sugiharto serta Andi Narogong, Ia juga disebut telah menerima jatah dari proyek e-KTP tersebut. (rid)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2017
replica handbags replica watches uk