Home
 
Agro Sari Mas Group Pendompeleng Pajak
Agro Sari Mas Group Pendompeleng Pajak Rugikan Negara

Sabtu, 20/07/2019 - 19:34:47 WIB

Politikriau.com PEKANBARU – PT.Agro Sarimas Indonesia, Group diduga mengelola lahan di Kabupaten Indragiri Hilir seluas 26.528 hektare, Untuk memuluskan pengelolaan lahan tanpa izin ini menurut laporan PPP-IPMR, diduga ada indikasi gratifikasi, Dan permainan.

Pucuk Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Melayu Riau Melaporkan perusahaan yang beraktipitas di Riau dan meminta kepada Mabes Polri dan Kejaksaan Agung, untuk menangkap  serta mengusut pimpinan PT. Agro Sarimas Indonesia Group, karena diduga menggarap lahan seluas 6.659 hektare di Kabupaen Bengkalis diduga tanpa izin, sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp36,27 miliar lebih.

Desakan ini disampaikan Direktur Eksekuti  PucukPimpinan Pusat Ikatan Pemuda Melayu Riau Ridwan, shi, didampingi Direktur Intelijen Pucuk Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Melayu Riau Panogari,SSP. Mereka juga meminta agar Mabes Polri dan Kejaksaan Agung menangkap Benyamin Masra dan Gunawan, pimpinan PT Agro Sarimas Indonesia Group.

Direktur Eksekuti  Pucuk Pimpinan Pusat Ikatan emuda Melayu Riau Ridwan, shi. didampingi, Direktur Intelijen Pucuk Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Melayu Riau Panogari,SSP mengatakan, Grup PT Agro Sarimas, di antaranya, PT Meskom Agro Sarimas, mengelola 6.659 hektare lahan dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas, di Kabupaten Bengkalis, tanpa ada izin pelepasan dari Menteri Kehutanan dari lahan hutan menjadi lahan perkebunan, selain itu PT. MAS Menguasai 10.000 Hektar lahan, 3000 memiliki HGU sedangkan yang 7000 Nya tampa ada HGU sama sekali .

"Karena itu, kami meminta agar Mabes Polri dan Kejaksaan Agung mengusut dugaan gratifikasi dan pengelolaan lahan Tanpa izin ini, karena berdasarkan hasil temuan badan pemeriksa keuangan Provinsi Riau, jelas-jelas sudah ada kerugian negara sebesar Rp36,27 Miliar kami juga meminta Mabes Polri dan Kejaksaan Agunguntuk menangkap para pimpinan perusahaan, seperti Benyamin Masra dan Gunawan," ujar nya tegas, seperti yang dimuat di media lokal beberapa waktu yang lalu.

Sementara Gunawan salah satu petingi  PT. Agro Sarimas, Group ketika dikonfirmasi secara terpisah, tidak bersedia memberikan komentar, di telpon melalui telpon selulur nya tidak dijawab dikirim SMS Melalui WA nya juga tidak dibalas hinga berita ini di naikkan.

Menurut Angota DPRD Riau dari peraksi Demokrat yang sekaligus Wakil Ketua DPRD Riau H.Azri Auzar Perusahan yang tidak memiliki Izin otomatis melakukan Perambahan hutan serta Melakukan penebangan liar dan Pendompeleng pajak, harus di tindak tegas dan
diberi sangsi jika perlu di usir dari Bumi Riau yang berdaulat ini.

Kita bersama Komisi Pemberantasan korupsi ( KPK ) berkomitmen memberantas perusahaan
perkebunen yang tidak memiliki perizinan termasuk PT. Agro Sarimas Indonesia Group
( PT. ASI ) Asri Auzar Juga menyatakan akan Turun Langsung Kelokasi PT. ASI kita akan cek Kelapangan dalam waktu Dekat Bersama LSM dan wartawan, meninjau langsung Kelapangan pengelolaan serta perizinan yang di miliki oleh PT. ASI Group tutup Azri Auzar.

Selesai kita meninjau kelapangan kita Alan pangil Pimpinan perusahaan PT. ASI Group Hering bersama lembaga terkait di DPRD Perovinsi Riau ujar H. Asri Auzar di Gedung DPRD Riau Pekanbaru.

Ketika Keru wr. ingin Melakukan konfirmasi ke Pak Gunawan agar pemberitaan berimbang, PPP-IPMR Akan melapaorkan perusahaan Bapak, Benjamin dan Gunawan ke Mabes dan kejagung yg diduga pendompeleng Pajak apa tangapan Pak Gunawan.

Termasuk PT.MAS. group yg memiliki HGU 3000 sedangkan 7000 tidak punya HGU.  Bagai mana komentar Bapak.

Termasuk laporan ke saya masalah PT. TBS. Yang tidak memilili HGU otomatis tidak bayar pajak dan dapat merugikan Negara Apa komentar pak Gunawan, sayang seribu kali sayang hinga berita ini dinaikan satu patah katapun tak keluar dari mulut Gunawan salah satu petingi PT. ASI Group.

Ok pak saya mau berita nya berimbang dan Bapak punya Hak jawab atas semua konfirmasi saya meskipun pak Gunawan tidak menjawab saya tetap naikakam berita ini Di medi cetak dan online wartariau ***

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2017
replica handbags replica watches uk