Home
Senin, 13/07/2020 - 14:55:08 WIB
Pekanbaru Masih Zona Merah untuk Belajar Mengajar Tatap Muka, Disdik Akan Tegur Sekolah yang Bandel
Senin, 13/07/2020 - 14:54:33 WIB
Sumpah Tayyip Erdogen, Bebaskan Masjid Al Aqsa dari Jajahan Israel
Senin, 13/07/2020 - 14:22:00 WIB
Mangsa 7 Ternak Warga, Harimau Sumatera di Pariaman Masuk Perangkap BKSDA
Senin, 13/07/2020 - 14:13:38 WIB
Tersangka Pencabulan 305 Anak, Akhirnya Tewas Usai Percobaan Bunuh
Senin, 13/07/2020 - 13:50:13 WIB
Kapal Perang AS Terbakar, Puluhan Tentara Luka-luka
Senin, 13/07/2020 - 13:49:25 WIB
Jokowi : Lonjakan Kasus Corona karena Imported Case
Senin, 13/07/2020 - 07:26:04 WIB
Artis Cantik HH Umur 23 Tahun Ditangkap Polrestabes Medan Dugaan Prostitusi Artis
Senin, 13/07/2020 - 07:25:21 WIB
Press Release Pengungkapan 14,5 Kg Sabu di Bengkalis, Ternyata Begini Modus Pelaku
Senin, 13/07/2020 - 06:56:29 WIB
Pria di India Ini Memberi Alkohol Pada Puluhan Anak Laki-Laki Sebelum Akhirnya Dicabuli
Senin, 13/07/2020 - 06:36:26 WIB
Akademi Militer Indonesia Dilanda Wabah Virus Corona
Minggu, 12/07/2020 - 19:08:06 WIB
Ini 112 Daerah dan Syarat Dapat Izin Pembelajaran Tatap Muka
Minggu, 12/07/2020 - 19:07:18 WIB
Tunjuk Prabowo Sebagai Nakhoda Lumbung Pangan
 
109 Santriwati Terpapar ISPA
109 Santriwati di Pekanbaru Terpapar ISPA

Senin, 09/09/2019 - 20:45:41 WIB

Politikriau.com-
Ratusan santriwati Pondok Pesantren Putri Ummu Sulaim Pekanbaru terpapar
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Ada 109 yang terpaksa libur
akibat terpapar kabut asap.

Kasi PD Pontren Kemenag Kota
Pekanbaru, Abdul Wahid mengatakan, sebagian ada yang sakit, sebagian
lain ada yang diizinkan pulang. "Untuk santriwati yang terdampak asap
saat ini sudah menghabiskan 12 tabung oksigen," kata Abdul, Senin
(9/9/2019).

Sebelumnya, proses belajar mengajar dihentikan,
santri masih sempat belajar dengan memperpendek waktu jam pembelajaran.
Namun melihat situasi kabut asap yang makin tebal, Ponpes yang berada di
Jalan Melur Indah Nomor 23, Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya,
akhirnya memutuskan meliburkan santriwati.

"Dapat informasi,
langsung cek kondisi santri di sana. Tadi lihat kondisi santri yang
dirawat di kamar saat menggunakan tabung oksigen," ungkapnya.

Data
santriwati yang tidak hadir karena terpapar ISPA terbanyak di kelas
tiga, yaitu 27 santriwati. Di kelas enam sebanyak 25 santriwati, kelas
lima 19 santriwati, kelas dua 18 santriwati, kelas satu 13 santriwati
dan kelas empat ada tujuh santriwati.

"Kepada pihak Diskes untuk dapat mengunjungi pesantren-pesantren untuk memberikan bantuan masker," kata dia.

Ia
berharap Diskes bisa memberikan sosialisasi kepada pesantren, santri
maupun orangtua terkait cara penanggulangan jika terpapar asap. "Kalau
bisa Diskes datang memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah, Ponpes.
Karena mereka banyak yang tidak tahu harus mengadu kemana," jelasnya.

Pelaksana
Tugas (Plt) Kepala Diskes Pekanbaru Muhammad Amin mengatakan akan
segera berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
Tenayan Raya. Kata dia, sebaiknya pimpinan Ponpes berkoordinasi dengan
Puskesmas Tenayan Raya.

"Nanti kami siap bantu pelayanan," kata Amin.

Selain
dari Ponpes, pihaknya belum ada menerima laporan lainnya terkait siswa
yang terpapar ISPA. Meski begitu, jika diperlukan pihaknya siap membantu
dan memberikan pelayanan kepada pasien.

"Untuk pendidikan belum ada yang masuk. Kami siap membantu," kata dia.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020