Home
 
481 Orang Penderita Gangguan Jiwa
Tahun 2018 di Rohul Ditemukan 481 Orang Penderita Gangguan Jiwa

Senin, 01/04/2019 - 21:02:13 WIB

Kadiskes Rohul Dr Bambang foto bersama peserta dan narasumber, usai membuka kegiatan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan jiwa, di Hotel Glora Bhakti Pasir Pangaraian. Kadiskes Rohul Dr Bambang foto bersama peserta dan narasumber, usai membuka kegiatan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan jiwa, di Hotel Glora Bhakti Pasir Pangaraian.

Politikriau.com PASIR PANGARAIAN-Dari kunjungan dan monitoring di 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) pada tahun 2018, terdata 481 orang penderita gangguan jiwa.
 
Itu disampaikan Kadis Kesehatan (Kadiskes) Pemkab Rohul, Dr Bambang, didampingi Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Dr. Darmadi Lubis, Senin (1/4/2019), usai membuka kegiatan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan jiwa, di Hotel Gelora Bhakti, Pasir Pangaraian.
 
Jelas Bambang, kegiatan yang diikuti peserta 44 orang dari kepala puskemas dan pengelola program kesehatan jiwa di Puksemas, menghadirkan pembicara dari Diskes Riau dr Zuainah Hasibuan dan dari Instansi Farmasi Kesehatan Diskes Riau Yulia.SKm.
 
“Dari data kunjungan dan monitoring oleh petugas Kesehatan serta dari 21 Puskesmas di Rohul, di 2018 terdata 481 orang penderita gangguan jiwa. Dari jumlah itu, dikatagorikan yakni gangguan penggunaan Nafza 26 orang, gangguan jiwa berat 287 orang, gangguan Psikotik Akut atau gangguan jiwa ringan 14 orang, gangguan Bipolar atau berkepribadian ganda 6 orang,”
 
“Kemudian, gangguan Defresi 36 orang, Retardasi Mental 21 orang, gangguan kesehatan jiwa anak dan remaja 10 orang, dan Epilepsi atau Ayan 81 orang,” terang Dr Bambang.
 
Kadiskes Rohul mengatakan, melalui kegiatan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan jiwa, dilakukan memantapkan kembali serta mendiskusikan obatnya dengan pihak provinsi. Hal itu terkait ketersediaan obat di provinsi sehingga nantinya pendeita gangguan jiwa bisa ditangani di Puskemas tidak harus di karantina , namun yang terkontrol bisa ditangani Puskesmas.
 
“Saat ini, kita sudah beri pelatihan petugas di Puskemas kepada petugas Tata Pelaksanan Penyakit Jiwa di 12 Puskesnas, dari 21 puksemas yakni bagi dokter dan pengelola program jiwa di Puskesmas,” kata Bambang.
 
Kabid P2P Dr. Darmadi Lubis juga mengakui, dari jumlah 481 orang penderita gangguan jiwa tersebut, yang kini diawasi dan monitoring. Dimana seluruhnya kini sudah ditangani seluruh Puskesmas di Rohul
 
“Kita imbau, seluruh petugas Puskesmas agar benar-benar melaksanakan program tersebut, karena sampai para penderita gangguan jiwa di masyarakat bisa ditemukan dan diobati,” ucapnya.
 
Dimana diakui Bambang, banyak faktor penyebab gangguan jiwa yang dialami sejumlah masyarakat, dimana lebih besar faktor penyebabbnya karena keluarga atau fikiran termasuk narkoba juga ekonomi
 
“Targetnya, kita tangani sampai terkendali dan terkontrol. Mulai 2017 kita sudah lakukan penanganan penyakit jiwa, sudah ada aturan terbaru dari pemerintah bahwa saat ini tidak ada penderita gangguan jiwa yang dipasung. Namun target kita, bagaimana penderita gangguan jiwa yang ditemukan diobati melalui Pukesmas, tentunya itu berkaitan dengan obat-obatan sehingga kita berkoordinasi dengan Provinsi terkait untuk ketersedian obat,” jelas Kabid P2P Dr. Darmadi Lubis.

Home
Redaksi & Disclaimer
jewelry lace wigs Copyright 2018