Home
Selasa, 02/06/2020 - 06:39:27 WIB
Sulit Tidur Saat Pandemi, Alasan Dwi Sasono Hisap Ganja
Selasa, 02/06/2020 - 06:28:45 WIB
KPK Tangkap Nurhadi dan Menantunya
Senin, 01/06/2020 - 14:13:32 WIB
MPR Desak Polri Tak Tahan Ruslan Buton Karena Pakai Pasal Karet
Senin, 01/06/2020 - 14:12:38 WIB

Senin, 01/06/2020 - 13:03:18 WIB
Bulan Mei Ditutup 700 Kasus Baru Corona dan Target Meleset Presiden Jokowi
Senin, 01/06/2020 - 13:02:30 WIB
Polsek Daha Selatan Diserang, 1 Polisi Meninggal Disabet Samurai
Senin, 01/06/2020 - 12:43:55 WIB
Lockdown Dicabut, Kasus Baru Dan Kematian Di Bangladesh Meroket
Senin, 01/06/2020 - 12:39:56 WIB
Orang-orang Afrika Serang Pejabat AS: Duta Besar Yang Terhormat, Negara Anda Memalukan!
Senin, 01/06/2020 - 12:16:13 WIB
Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Iyad Khayri, Pria Palestina Yang Ditembak Mati Polisi Israel
Senin, 01/06/2020 - 12:00:15 WIB
AS Luncurkan Misi Manusia, China Luncurkan Satelit Belt And Road Initiatives
Senin, 01/06/2020 - 11:57:16 WIB
Kuasa Hukum: Ruslan Buton Dipecat Dari TNI Karena Tolak TKA China Masuk Ke Maluku
Minggu, 31/05/2020 - 22:16:19 WIB
Ikatan Dokter Anak Minta Sekolah Ditutup Sampai Desember 2020
 
Pelaku Karhutla di Riau Nekat Bakar Lahan
Pelaku Karhutla di Riau Nekat Bakar Lahan karena Faktor Ekonomi

Kamis, 03/10/2019 - 18:04:17 WIB

Politikriau. com JAKARTA -
Wakapolres Siak, Riau, Kompol Hariri mengatakan kasus kebakaran hutan
dan lahan (Karhutla) umumnya dilatarbelakangi motif ekonomi karena biaya
membuka lahan dengan membakar bisa lebih murah.

"Mereka (pelaku)
mengatakan lebih ekonomis bila (membuka lahan) dengan cara membakar
(lahan)," kata dia, di kantornya, Riau, Kamis (3/10/2019) dikutip dari
Antara.

Pihaknya telah meringkus lima tersangka perorangan dalam
kasus karhutla di wilayahnya dari Agustus hingga September, yakni BJ
(44), AR, UM (48), AS (52), dan HS.

"Pekerjaan mereka ada yang sebagai petani, buruh sawit, ada yang wiraswasta," katanya.

Para pelaku itu, lanjut Hariri, sengaja membakar lahan untuk menanami kembali lahan tersebut.

Penangkapan
kelimanya berawal dari empat laporan polisi terkait karhutla. Dua
berkas laporan telah diserahkan ke kejaksaan atau dalam tahap pertama.

Sementara dua laporan lainnya soal karhutla masih dalam tahap penyidikan.

"Dua
laporan sudah (pelimpahan berkas ke kejaksaan) tahap satu. Dua
(laporan) sidik (penyidikan)," kata Kasat Reskrim Polres Siak AKP M.
Faizal Ramzani menambahkan.

Apabila terbukti bersalah, keempat
pelaku dijerat dengan Pasal 56 Ayat 1 Jo Pasal 108 UU Nomor 39 Tahun
2014 Tentang Perkebunan atau Pasal 69 Ayat 1 Huruf h Jo Pasal 108 UU
Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup atau Pasal 187 Ayat 1 KUHP.

Ancamannya penjara paling
singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun dengan denda paling sedikit
Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Terpisah, Polres Banyuasin sudah melimpahkan empat tersangka perorangan ke kejaksaan.

"Para
tersangka pembakaran sudah diproses dan kasusnya ini segera dilimpahkan
ke penuntut umum beserta barang buktinya," kata Kapolres Banyuasin AKBP
Danny Sianipar.

Empat tersangka kasus karhutla itu adalah Maulana (45), Sugiyanto (29), M Karta alias Tatang (45), dan Mansur alias Mandu (59).

"Para
tersangka ini tidak terkait perusahaan ataupun korporasi, melainkan
kemauan sendiri untuk kepentingan membuka lahan," katanya.(*)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020 - PT. MEDIA WARTA RIAU