PEKANBARU - Menindaklanjuti tuntutan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Riau (GMP2R) untuk mencabut gelar Datuk Banda" />
 
Home
Selasa, 02/06/2020 - 10:50:52 WIB
WHO Konfirmasi Virus Ebola di Kongo, Netizen: Semoga Enggak Jadi Pandemi Baru
Selasa, 02/06/2020 - 06:39:27 WIB
Sulit Tidur Saat Pandemi, Alasan Dwi Sasono Hisap Ganja
Selasa, 02/06/2020 - 06:28:45 WIB
KPK Tangkap Nurhadi dan Menantunya
Senin, 01/06/2020 - 14:13:32 WIB
MPR Desak Polri Tak Tahan Ruslan Buton Karena Pakai Pasal Karet
Senin, 01/06/2020 - 14:12:38 WIB

Senin, 01/06/2020 - 13:03:18 WIB
Bulan Mei Ditutup 700 Kasus Baru Corona dan Target Meleset Presiden Jokowi
Senin, 01/06/2020 - 13:02:30 WIB
Polsek Daha Selatan Diserang, 1 Polisi Meninggal Disabet Samurai
Senin, 01/06/2020 - 12:43:55 WIB
Lockdown Dicabut, Kasus Baru Dan Kematian Di Bangladesh Meroket
Senin, 01/06/2020 - 12:39:56 WIB
Orang-orang Afrika Serang Pejabat AS: Duta Besar Yang Terhormat, Negara Anda Memalukan!
Senin, 01/06/2020 - 12:16:13 WIB
Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Iyad Khayri, Pria Palestina Yang Ditembak Mati Polisi Israel
Senin, 01/06/2020 - 12:00:15 WIB
AS Luncurkan Misi Manusia, China Luncurkan Satelit Belt And Road Initiatives
Senin, 01/06/2020 - 11:57:16 WIB
Kuasa Hukum: Ruslan Buton Dipecat Dari TNI Karena Tolak TKA China Masuk Ke Maluku
 
Didesak Cabut Gelar Adat Walikota Firdaus,
Didesak Cabut Gelar Adat Walikota Firdaus, LAM Pekanbaru Bentuk Tim

Sabtu, 05/10/2019 - 11:50:15 WIB

Politikriau.com PEKANBARU
- Menindaklanjuti tuntutan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Riau
(GMP2R) untuk mencabut gelar Datuk Bandar Setia Amanah dari Walikota
Pekanbaru, Firdaus, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru akhirnya
akan  bentuk tim. 


Hal
ini ditegaskan langsung oleh Ketua MKA LAM Pekanbaru usai melakukan
pertemuan dengan para tokoh Pekanbaru di Balai Adat Melayu Kota
Pekanbaru, Sabtu (5/10/2019).

"Kita
(LAM Pekanbaru, red) tadi telah diskusi bersama para tokoh-tokoh yang
ada di kota ini. Hasilnya kita akan bentuk tim. Nah, tim inilah nanti
yang akan bekerja, mencari data dan fakta, hingga penilaian, langkah apa
yang akan dilakukan LAM Pekanbaru nanti," ujar Datuk Said Usman
Abdullah.

Langkah
membentuk tim ini, papar Datuk Said Usman melanjutkan, ditempuh karena
evaluasi dan penilaian terkait tuntutan tentu harus diambil dari kedua
pihak. Sehingga keputusan yang akan diambil LAM Pekanbaru benar-benar
bisa dipertanggungjawabkan.

"Ini
masih ada tahapan lagi, Senin nanti kita akan undang pemerintah kota
(Pemko) untuk memberi penjelasan walikota. Karena yang menjadi sorotan
dan pertanyaan itu ketika beliau ke Kanada, padahal di sini ada asap
yang sangat parah," sambungnya.

Dari
data yang didapat, diskusi yang dilakukan LAM Pekanbaru, Sabtu pagi
tadi, diikuti oleh berbagai tokoh. Selain para petinggi LAM Pekanbaru,
disana tampak hadir H Ahmad Bebas, Fahruddin Bakar, Syahril Rais, Nasir
Penyalai, Afrizal DS dan beberapa tokoh lainnya.

Sementara
itu, di tengah pelaksanaan pembahasan antara LAM Pekanbaru dengan para
tokoh, ternyata desakan pencabutan gelar adat Datuk Bandar Setia Amanah
dari Firdaus juga mendapat tanggapan protes dari Pemuda Pancasila (PP)
Kota Pekanbaru. 

Menurut
salah seorang perwakilan PP, pencabutan gelar ini sebaiknya tidak perlu
dilakukan. Mengingat, gelar tersebut juga akan terlepas setelah
jabatannya berakhir dua tahun lagi.

"Kami
merupakan bagian dari masyarakat Pekanbaru dan kami memohon LAM
Pekanbaru untuk tidak mencabut gelar yang sudah diberikan walikota.
Biarlah gelar itu disematkan sampai akhir masa jabatan beliau," jelas
salah satu perwakilan PP ketika hadir di audiensi LAM Pekanbaru dan
tokoh masyarakat.(rilis)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020 - PT. MEDIA WARTA RIAU