Home
 
Dugaan Pungli di RTH Putri Kaca Mayang
Ada Dugaan Pungli di RTH Putri Kaca Mayang, Satpol PP: Alasan Saja Itu !

Senin, 07/10/2019 - 19:01:34 WIB

Politikriau.com PEKANBARU -
Meski sudah ada larangan, Pedagang Kaki Lima (PKL) masih berjualan di
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Kaca Mayang Kota Pekanbaru. Ada dugaan
pungutan liar (Pungli) agar PKL tetap bisa berjualan di lokasi itu.

Kepala
Bidang Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota
Pekanbaru, Edward Riansyah tidak menampik bahwa memang ada praktik
Pungli. Ia mengaku, menerima laporan dari anggotanya.

Ia
mengungkap, PKL enggan ditertibkan, lantaran diduga sudah membayar
sejumlah uang kepada oknum. "Saya akan telusuri, kalau terbukti
setorannya ke oknum THL PUPR, langsung saya berhentikan," tegas pria
yang akrab disapa Edu itu, Senin (7/10/2019).

Kata dia, informasi
adanya dugaan Pungli saat sejumlah anggotanya sedang mengganti bola
lampu di taman. Anggotanya sempat melarang berdagang, namun tidak
dihiraukan oleh PKL.

"Kemarin Sabtu malam Minggu, anggota saya
memasang bola lampu dan melapor ada aktivitas PKL berjualan di areal RTH
Kaca Mayang. Anggota sudah berusaha melarang tapi PKL mengaku sudah
membayar, bisa jualan Rp10 ribu, untuk uang lampu dan keamanan," papar
Edu.

Pihaknya juga sudah mengirim surat kepada Satpol PP Kota
Pekanbaru agar penegak Peraturan Daerah itu menertibkan aktivitas jual
beli di Area Bermain Ramah Anak itu.

"Tujuannya, untuk menjaga
keamanan dan kenyamanan pengunjung. Sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2002
Tentang Ketertiban Umum, mengenai tertib jalan, jalur hijau, taman dan
tempat umum," jelas Edu.

Badan Satpol PP Kota Pekanbaru
menurunkan anggota di RTH Putri Kaca Mayang. Mereka diturunkan untuk
mengantisipasi pedagang kaki lima (PKL) berjualan di taman. Sebab,
lokasi itu dilarang untuk berjualan. Ada dugaan terjadi pungutan liar
(Pungli) yang membuat PKL berani berjualan.

Menanggapi itu,
Kepala Bidang Ops Satpol PP Pekanbaru, Desheriyanto membantah pernyataan
itu. Ia menduga, informasi pungli itu hanya alibi pedagang agar tidak
ditertibkan.

"Tak ada itu pungutan, manapula mereka bayar. Dulu
waktu penertiban pertama kali dilakukan, PKL ngaku juga gitu, mereka
setor. Bohong saja itu, tak ada, kalau memang setor, sama siapa mereka
bayar," kata Desheriyanto.

Soal surat yang dikirim Dinas PUPR,
Desheriyanto menyebut pihaknya telah merespon. Pihaknya sudah menurunkan
sejumlah anggota ke RTH.

"Sudah kita turunkan personel ke lokasi menertibkan PKL. Tak ada setor-setor, alasan saja itu," tegasnya.

Selain
mengirim surat ke Satpol PP, Dinas PUPR juga mengirim surat ke Dinas
Perhubungan (Dishub). Mereka meminta Dishub menertibkan parkir di jalan
yang membelah RTH Putri Kaca Mayang.

"Sudah ditertibkan, parkir
di sana sudah sering ditertibkan, tapi saat kami lengah mereka datang
lagi. Malam nanti finish kami tertibkan itu. Surat dari PUPR sudah kami
terima," kata Kepala UPT Perparkiran Dishub Pekanbaru, Khairunnas.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2018