Home
 
Kasus Karhutla di Riau Capai 70 Tersangka
Kasus Karhutla di Riau Capai 70 Tersangka, Aparat Masih Tangani 5 Korporasi

Senin, 21/10/2019 - 22:29:00 WIB

Politikriau.com PEKANBARU -
Selama kurun waktu 10 bulan sejak awal tahun 2019 ini, Direktorat
Resese Kriminal Khusus Polda Riau, telah banyak melakukan penegaka hukum
terkait kasus Karhutla di Provinsi Riau. Total seluruhnya telah
mencapai 66 laporan polisi, dua di antaranya dari pihak korporasi.

Direktur
Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi, Senin
(21/10/2019) siang mengatakan jumlah tersangka dalam penanganan kasus
Karhutla ini sudah mencapai 70 tersangka, dua di antanranya dari
korporasi.

"Laporan Polisi (LP)-nya sudah ada 66 kasus, untuk
tersangkanya 68 dari perorangan dan 2 lagi dari pihak korporasi. Total
70 tersangka," ungkap Andri.

Lebih jauh Andri menyebut kasus
yang kini sedang dalam proses penyelidikan itu, sudah mengalami
peningkatan. Mulai dari status penyelidikan naik ke penyidikan, hingga
tahap pelimpahan berkas perkaranya ke Jaksa Peniliti. 

Menurut
Andri, kasus yang ditanganinya tersebut sudah ada 27 kasus dalam proses
sidik. Sementara sebanyak 16 kasus di antaranya masuk tahap I, sisanya
22 kasus lainnya telah menjalani tahap II dan 1 kasus sudah P21 atau
berkas lengkap.

"Untuk proses peningkatan kasus, dari
penyelidikan (lidik) ke penyidikan (sidik), adalah PT Teso Indah (TI)
Desa Rantau Bakung, Rengat Barat, Kabupaten Inhu," kata Andri.

Saat
ini Polda Riau telah menangani kasus Karhutla untuk korporasi sebanyak 5
perusahaan di bidang perkebunan kelapa sawit. Di antaranya termasuk PT
SSS yang telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka, yang melibatkan
dua orang pihak perusahaan bertanggung jawab terhadap itu.

Untuk
pihak korporasi PT SSS penyidik telah melimpahkan berkasnya ke Jaksa
Peniliti Kejati Riau. Untuk luas lahan terbakar di konsesi perusahaan
mencapai 150 hektare di daerah Pelalawan.

Sementara PT TI yang
berada di Rengat Barat Kabupaten Inhu, dengan memiliki luas lahan
terbakar mencapai 69 hektare, juga bergerak di bidang perkebunan sawit,
statusnya kini tengah ditingkatkan ke penyidikan (sidik). Kasusnya
terjadi pada bulan Agustus 2019 lalu.

Selain itu, PT Adei
Plantation yang berada di Desa Batang Nilo Kabupaten Pelalawan dengan
luas areal terbakar sekitar 4,25 hektare juga di bidang usaha perkebunan
sawit, penangana kasusnya dibantu penyidik Bareskrim Mabes Polri. 

Kemudian,
PT Gelora Sawit Makmur (PT GSM) di daerah Rantau Panjang Koto Gasib
Kabupaten Siak, juga terbakar lahan konsesi seluas 106,54 hektare.
Bidang usahanya juga perkebunan sawit, dalam penangannya juga melibatkan
penyidik Mabes Polri.

Dan terakhir PT WSSI di daerah Koto Gasib
Kabupaten Siak. Luas lahan terbakar mencapai 72,053 hektare bidang
usaha perkebunan sawit proses sidik dibantu Bareskrim Mabes Polri.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2018