Home
Minggu, 21/04/2019 - 20:34:20 WIB
Mahfud MD Ramal Serangan KPU Curang Jauh Sebelum Pemilu
Minggu, 21/04/2019 - 19:03:28 WIB
Hina Prabowo, Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi
Minggu, 21/04/2019 - 19:03:20 WIB

Minggu, 21/04/2019 - 19:03:12 WIB
Minta Maaf ke Jokowi, Bupati Mandailing Natal Tiba-tiba Mundur
Minggu, 21/04/2019 - 13:38:41 WIB

Minggu, 21/04/2019 - 13:15:34 WIB
Aplikasi Ayo Jaga TTPS Klaim Tak Memihak Salah Satu Capres
Minggu, 21/04/2019 - 10:18:08 WIB
Cara Menerima Kekalahan agar Tak Berakhir di Rumah Sakit Jiwa
Minggu, 21/04/2019 - 10:15:01 WIB
Ternyata, Inilah Momen-momen Lucu sekitar Pilpres 2019
Minggu, 21/04/2019 - 08:15:52 WIB
BPN Curigai Babinsa dan Polisi Curangi Pemilu 2019
Minggu, 21/04/2019 - 08:15:43 WIB
Proses pemungutan suara di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Minggu, 21/04/2019 - 08:15:36 WIB
Aplikasi AyoJagaTPS Klaim Tak Memihak Salah Satu Capres
Minggu, 21/04/2019 - 08:15:29 WIB
Di Lampung, Pemenang Capres Tertukar Dari 02 Ke 01
 
Jumlah Pemilih Tak Tertampung di Sydney, KPU: Bisa Jadi Ada Coblos Ulang
Jumlah Pemilih Tak Tertampung di Sydney, KPU: Bisa Jadi Ada Coblos Ulang

Minggu, 14/04/2019 - 21:21:11 WIB


Jumlah Pemilih Tak Tertampung di Sydney, KPU: Bisa Jadi Ada Coblos Ulang
Minggu, 14/04/2019 | 19:15

Suasana pencoblosan di Sydney.Suasana pencoblosan di Sydney.

JAKARTA - Sejumlah WNI di Australia tidak dapat menyalurkan hak pilihnya di TPS Sydney karena panitia kelabakan menampung jumlah pemilih yang mengantre untuk mencoblos di ajang Pemilu 2019.

KPU saat ini masih menunggu rekomendasi dari panitia pengawas di Sydney agar persoalan itu segera ditindaklanjuti.

"Kami minta Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) berkoordinasi dengan panwas di sana (Sydney). Kalau kami dapat rekomendasi dari panwas, bisa saja dibuat pemungutan suara ulang," kata Komisioner KPU Ilham Saputra seperti dikutip Antara di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu.

Menurut Ilham, pemungutan suara masih dimungkinkan apabila ada rekomendasi dari panwas setempat dan masih ada surat suara.

Ilham menambahkan surat suara di Sydney masih tersedia sesuai dengan laporan PPLN setempat.

"Jika kemudian meminta kami untuk mengulang tanpa rekomendasi dari panwas, sepertinya itu sulit," ucap Ilham seperti dilansir CNNIndonesia.

Ilham saat ini masih menunggu laporan lengkap dari penyelenggara pemungutan suara yang dilaksanakan di Townhall, Sydney.

Sejumlah warga negara Indonesia di Sydney tidak dapat menyalurkan hak pilihnya karena TPS yang sudah ditutup.

Diduga pemilih yang gagal menyalurkan hak pilih tersebut masuk daftar pemilih khusus yang baru bisa mencoblos satu jam sebelum penutupan.

"Saya tidak tahu persis apakah karena izin tempat yang tidak bisa diperpanjang atau bagaimana, sehingga ditutup TPS-nya," ujarnya.

PPLN Sydney sementara itu menyatakan bahwa secara umum pemungutan suara yang digelar pukul 08.00-18.00 waktu setempat berjalan lancar. PPLN mencatat jumlah pemilih di Australia mencapai sekitar 65 ribu orang.

Pemilih yang datang ke lokasi TPS mencapai puncaknya menjelang jam 17.00 atau waktu bagi DPKLN (Pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap) untuk melakukan pencoblosan.

Memasuki pukul 18.00, masih banyak pemilih DPKLN berkumpul di depan pintu masuk lokasi gedung TPS. Panitia berusaha memenuhi kapasitas maksimal gedung dengan pemilih yang datang.

"Melalui pertimbangan dan musyawarah antara PPLN, KPPSLN, Panwaslu, Saksi, dan pihak keamanan terkait terutama pertimbangan keamanan gedung dan waktu penggunaan gedung yang terbatas, maka penutupan pintu masuk gedung dilakukan pada pukul 18.00 khususnya pada lokasi TPS yang menyewa gedung," demikian penjelasan pihak PPLN Sydney di situs resminya.

Panitia menjelaskan bahwa pemilih yang berada di luar gedung telah diberi penjelasan bahwa waktu pencoblosan telah berakhir, namun pelayanan masih dilakukan pada pemilih yang sudah memasuki dan memenuhi gedung hingga pukul 19.00.

"Bahkan telah dilakukan perpanjangan waktu penggunaan gedung guna menyelesaikan seluruh proses administrasi pemungutan suara," demikian penjelasan PPLN Sydney. (*)

Home
Redaksi & Disclaimer
jewelry lace wigs Copyright 2018