Home
 
Pilkada 2013: Riau Daratan vs Riau Pesisir

Senin, 02/09/2013 - 16:25:06 WIB

PEKANBARU - Pertarungan para calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Riau tak terlepas dari persaingan antara Riau Daratan dan Riau Pesisir. Suka atau tidak, begitulah kenyataannya.

Meskipun sesama kandidat dari kedua kubu juga saling bersaing, tapi seperti itulah kondisinya. Fenomena tersebut pasti tak terelakkan karena sama-sama ingin mengejar kekuasaan.

Saat ini, kandidat yang lolos ada lima pasang. Dari kelima kandidat itu, tiga pasang mengaku mewakili bagian Riau Pesisir, mereka dalah Lukman Edy, Jon Erizal dan Annas Maamun.

Sedangkan dua kandidat lagi mewakili Riau Daratan, Herman Abdullah dan Achmad.

Banyaknya kandidat yang muncul dari kubu Riau Pesisir diyakini akan 'membingungkan' pemilih dari kalangan pesisir. Karena masing-masing daerah mempunyai calon sendiri yang diklaim didukung masyarakat setempat.

Seperti Lukman Edy, ia berasal dari Indragiri Hilir, Annas Maamun dari Rokan Hilir. Dan terakhir Jon Erizal, sosok yang tiba-tiba muncul saat Pilkada Riau, menggadang-gadangkan diri asli putra Bengkalis.

Kalau hanya mengandalkan isu primordialisme, maka sangat besar kemungkinan calon dari Riau Pesisir akan minim suara. Karena tiga kandidat tersebut akan berebut suara.

Ini belum lagi suara dari Riau Pesisir digerogoti oleh kandidat dari Riau Daratan. Mengingat banyaknya penduduk Riau Pesisir justru berasal dari Riau Daratan. Secara geopolitik, kandidat Riau Daratan sangat diuntungkan.

Apalagi, ada dua bakal calon Gubernur Riau dari kalangan Riau Pesisir merasa dizalimi karena tidak diloloskan menjadi calon. Mereka adalah mantan Bupati Bengkalis Syamsurizal dan mantan Gubernur Riau Wan Abubakar.

Keduanya pun mempunyai dukungan yang cukup signifikan di daerah pesisir.

"Dengan tidak diloloskannya kandidat ini, itu bisa membuat kekecewaan masyarakat di bagian Riau Pesisir. Pendukung mereka ini berpotensi menjadi Golput. Karena bisa saja mereka berpikiran tidak akan ikut memilih karena calon yang mereka usung dizalimi sehingga tidak lolos," ujar Pengamat Politik Riau, Zaini Ali.

Apa yang dikemukan Zaini Ali bukan tanpa alasan. Menurutnya, sosok Jon Erizal sendiri tidak mengakar di Bengkalis. Begitu juga kandidat dari Indragiri Hilir.

Lain halnya dengan Annas Maamun. Popularitas Annas memang diakui terkenal di bagian Riau Pesisir. Namun, faktor usia yang dibilang sudah terlalu tua, membuat masyarakat akan berpikir dua kali mencoblosnya.

"Karena untuk memimpin daerah diperlukan sosok yang enerjik," pungkas Zaini Ali.

Sementara di Riau Daratan, nama Herman Abdullah terus melambung. Bukan saja akan diprediksi mendapat dukungan dari masyarakat Riau Pesisir, Herman juga diyakini mampu meraup banyak suara dari kantong suara Achmad di Rokan Hulu.

Sementara, pemilih di daerah Achmad cuma 200 ribuan. Itupun hanya 80 ribuan yang kemarin masih memilih Achmad jadi bupati kedua kalinya. Suara Achmad itu didapatkannya karena dia adalah incumbent alias bupati yang masih berkuasa dipemerintahan Rohul.

Dan, dibanding sosok Achmad, citra Herman Abdullah di tengah masyarakat Rokan Hulu juga cukup bagus. Ia kandidat yang tak terlihat bermasalah dengan hukum. Lain halnya dengan Achmad, saat ini ia dikait-kaitkan dengan kasus genset.

"Leadership sosialnya juga tidak bagus di tengah-tengah masyarakat, terlebih menyangkut isu miring yang kini menggaung di publik Riau," sebutnya. (tim)

Baca: Siapa Calon Gubernur Terkuat? Simak Analisa Ini

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2017
replica handbags replica watches uk