Home
Senin, 25/05/2015 - 00:41:18 WIB

Senin, 25/05/2015 - 00:31:06 WIB

Minggu, 24/05/2015 - 08:08:37 WIB
Ical-Agung Sepakat Golkar Daftar Pilkada, soal Ketum Belakangan
Minggu, 24/05/2015 - 08:04:14 WIB
Pabrik Ditutup, Pemilik Chevrolet Spin Was-was Soal Suku Cadang
Minggu, 24/05/2015 - 07:27:20 WIB
Hasil Lengkap Pertandingan Malam dan Dini Hari Tadi
Minggu, 24/05/2015 - 07:20:50 WIB
Terungkap, Ada Sosok Alien Dalam Lukisan Mona Lisa, Ini Videonya
Sabtu, 23/05/2015 - 12:14:39 WIB
APRIL Tambah Daftar Baru Negara Tujuan Ekspor
Sabtu, 23/05/2015 - 11:59:25 WIB
Tampung Rohingya, Begini Kesepakatan RI dan Myanmar
Sabtu, 23/05/2015 - 11:42:49 WIB
Robot Seks Cocok untuk Terapi Paedofil
Sabtu, 23/05/2015 - 11:38:16 WIB
Atasi Migrain Dengan Mencium Apel Hijau
Sabtu, 23/05/2015 - 11:38:11 WIB
Bangun Ground Breaking Paper Machine 3, Grup APRIL Investasi Rp 4 Triliun
Sabtu, 23/05/2015 - 11:28:57 WIB
Hikmah Beredarnya Beras Plastik
 
 
 
Angka Perceraian di Indonesia Makin Tinggi

Sabtu, 14/09/2013 - 18:47:58 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengatakan, angka perceraian di Indonesia mencapai 212.000 kasus setiap tahunnya.

"Angka tersebut jauh meningkat dari 10 tahun yang lalu, yang mana jumlah angka perceraian hanya sekitar 50.000 per tahun," ujar Nasaruddin di Jakarta, Sabtu (14/9).

Nasaruddin sangat prihatin dengan tingginya angka perceraian tersebut. Apalagi, lanjut dia, hampir 80% yang bercerai adalah rumah tangga yang usianya terbilang muda.

"Usia rumah tangga mereka relatif masih muda dengan anak yang masih kecil. Hal ini akan menimbulkan dampak sosial lainnya," lanjut dia.

Selain itu, lanjut Wamenag RI, hampir 70% perceraian yang terjadi adalah cerai gugat. Dengan kata lain, lebih banyak perempuan yang mengajukan gugatan perceraian daripada lelaki yang menceraikan istrinya.

"Perceraian itu juga menimbulkan masalah baru, yakni munculnya orang miskin baru," tambah dia.

Terdapat berbagai macam alasan perceraian, kata Nasaruddin, namun yang tidak masuk akal adalah perceraian yang disebabkan perbedaan pandangan politik. "Ini sungguh tidak masuk akal, namun itu terjadi," tukas dia.

Dia mengharapkan, ke depannya ada solusi dari persoalan tersebut. Sehingga angka perceraian di Tanah Air dapat ditekan. (bsc)



0 Komentar :

Komentar Anda
Nama
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Home | Politik | Hukrim | Ekbis | Seksologi | Olahraga | Kesehatan | Selebritis | Sosial | Lingkungan | Serba-Serbi |
Handphone | Film | Kuliner | Otomotif | Liputan Malam | Kawula Muda | Index
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2015