Home
Senin, 13/07/2020 - 14:55:08 WIB
Pekanbaru Masih Zona Merah untuk Belajar Mengajar Tatap Muka, Disdik Akan Tegur Sekolah yang Bandel
Senin, 13/07/2020 - 14:54:33 WIB
Sumpah Tayyip Erdogen, Bebaskan Masjid Al Aqsa dari Jajahan Israel
Senin, 13/07/2020 - 14:22:00 WIB
Mangsa 7 Ternak Warga, Harimau Sumatera di Pariaman Masuk Perangkap BKSDA
Senin, 13/07/2020 - 14:13:38 WIB
Tersangka Pencabulan 305 Anak, Akhirnya Tewas Usai Percobaan Bunuh
Senin, 13/07/2020 - 13:50:13 WIB
Kapal Perang AS Terbakar, Puluhan Tentara Luka-luka
Senin, 13/07/2020 - 13:49:25 WIB
Jokowi : Lonjakan Kasus Corona karena Imported Case
Senin, 13/07/2020 - 07:26:04 WIB
Artis Cantik HH Umur 23 Tahun Ditangkap Polrestabes Medan Dugaan Prostitusi Artis
Senin, 13/07/2020 - 07:25:21 WIB
Press Release Pengungkapan 14,5 Kg Sabu di Bengkalis, Ternyata Begini Modus Pelaku
Senin, 13/07/2020 - 06:56:29 WIB
Pria di India Ini Memberi Alkohol Pada Puluhan Anak Laki-Laki Sebelum Akhirnya Dicabuli
Senin, 13/07/2020 - 06:36:26 WIB
Akademi Militer Indonesia Dilanda Wabah Virus Corona
Minggu, 12/07/2020 - 19:08:06 WIB
Ini 112 Daerah dan Syarat Dapat Izin Pembelajaran Tatap Muka
Minggu, 12/07/2020 - 19:07:18 WIB
Tunjuk Prabowo Sebagai Nakhoda Lumbung Pangan
 
Risiko Stroke Ancam Bagi yang Tidur Terlalu Lama
Waspada, Risiko Stroke Ancam Bagi yang Tidur Terlalu Lama, Ini Sebabnya

Kamis, 19/12/2019 - 07:30:53 WIB

Politikriau.com JAKARTA - Tidur cukup dan berkualitas jadi salah satu penentu kondisi kesehatan seseorang. Penelitian teranyar menemukan, kebiasaan tidur lebih dari sembilan jam setiap malam atau istirahat di siang hari dalam waktu lama dapat memicu peningkatan risiko stroke.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Neurology ini mencari hubungan antara kebiasaan tidur dengan risiko stroke. Para peneliti memantau kebiasaan tidur partisipan yang disertai dengan pemeriksaan fisik selama enam tahun.

Sebanyak lebih dari 31 ribu orang dewasa terlibat sebagai partisipan dalam penelitian ini. Partisipan merupakan mereka yang tak memiliki riwayat stroke atau gangguan kesehatan terkait lainnya.

Dikutip dari CNNIndonesia, peneliti menemukan, partisipan yang tidur selama sembilan jam atau lebih 23 persen lebih mungkin mengalami stroke dibandingkan mereka yang tidur selama delapan jam atau kurang. Sementara waktu tidur siang selama 90 menit dikaitkan dengan kemungkinan stroke 25 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya menghabiskan waktu 30 menit untuk beristirahat.

Partisipan yang melakukan keduanya-tidur sembilan jam atau lebih pada malam hari dan beristirahat selama 90 menit pada siang hari-85 persen lebih mungkin terkena stroke dibanding mereka yang tidur dalam waktu ideal.

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan, partisipan dengan kualitas tidur yang buruk melaporkan 29 persen lebih mungkin mengalami stroke dibanding mereka yang tidur cukup.

Namun, perlu dicatat, peneliti tak memasukkan faktor gaya hidup lainnya seperti aktivitas fisik dan pola makan sebagai pertimbangan.

"Dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengetahui dengan pasti hubungan antara waktu tidur di malam dan siang hari dengan risiko stroke," ujar penulis studi dari Huangzhong University of Science and Technology, Xiaomin Zhang, melansir The Independent.

Sebelumnya, sebuah penelitian lain menunjukkan, orang yang terbiasa tidur dalam waktu lama cenderung mengalami peningkatan kadar kolesterol jahat dan ukuran lingkar pinggang yang bertambah. Keduanya diketahui merupakan faktor risiko stroke.

"Tidur dalam waktu lama mengindikasikan gaya hidup tidak aktif yang juga dikaitkan dengan risiko stroke," kata Zhang.

Sejauh ini, tak ada durasi tidur ideal yang bisa dijadikan patokan. Namun, orang dewasa direkomendasikan untuk tidur selama 7-9 jam per hari. (*)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020