Home
Selasa, 14/07/2020 - 11:17:36 WIB
Bawa Paksa Jenazah Covid-19, Anggota DPRD Ditetapkan Tersangka
Selasa, 14/07/2020 - 11:17:31 WIB

Selasa, 14/07/2020 - 11:17:26 WIB

Senin, 13/07/2020 - 14:55:08 WIB
Pekanbaru Masih Zona Merah untuk Belajar Mengajar Tatap Muka, Disdik Akan Tegur Sekolah yang Bandel
Senin, 13/07/2020 - 14:54:33 WIB
Sumpah Tayyip Erdogen, Bebaskan Masjid Al Aqsa dari Jajahan Israel
Senin, 13/07/2020 - 14:22:00 WIB
Mangsa 7 Ternak Warga, Harimau Sumatera di Pariaman Masuk Perangkap BKSDA
Senin, 13/07/2020 - 14:13:38 WIB
Tersangka Pencabulan 305 Anak, Akhirnya Tewas Usai Percobaan Bunuh
Senin, 13/07/2020 - 13:50:13 WIB
Kapal Perang AS Terbakar, Puluhan Tentara Luka-luka
Senin, 13/07/2020 - 13:49:25 WIB
Jokowi : Lonjakan Kasus Corona karena Imported Case
Senin, 13/07/2020 - 07:26:04 WIB
Artis Cantik HH Umur 23 Tahun Ditangkap Polrestabes Medan Dugaan Prostitusi Artis
Senin, 13/07/2020 - 07:25:21 WIB
Press Release Pengungkapan 14,5 Kg Sabu di Bengkalis, Ternyata Begini Modus Pelaku
Senin, 13/07/2020 - 06:56:29 WIB
Pria di India Ini Memberi Alkohol Pada Puluhan Anak Laki-Laki Sebelum Akhirnya Dicabuli
 
20 Hektare Lahan di Kota Dumai Terbakar
Sekitar 20 Hektare Lahan di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai Terbakar

Sabtu, 11/01/2020 - 14:13:01 WIB

Politikriau.com DUMAI - Sejak Awal 2020 sekitar 20 hektare lahan di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai terbakar. 

Tim gabungan terdiri dari TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni dan lainnya telah melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran.

"Tim Karlahut dari Polri, TNI, BPBD, kecamatan, kelurahan dan lainnya berjibaku memadamkan Karlahut, dan saat ini titik api sudah berhasil dipadamkan, dan dilakukan pendinginan," kata Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudisthira, SIK, MH, Jumat (10/1/2020).

Ia menambahakan, mulai dari awal tahun 2020 hingga saat ini luas lahan yang terbakar kurang lebih ada sekitar 20 hektare, dengan lokasi yang paling luas berada di Kecamatan Sungai Sembilan. 

"Alhamdulillah saat ini anggota masih di lapangan bersama tim lainnya melakukan pendinginan sisa-sisa kebakaran, karena sisa-sisa kebakaran yang masih menjadi hotspot  bisa saja menjadi titik api," tambahnya. 

‎Saat ini tim masih berada di lapangan melakukan pendinginan, guna memastikan lahan yang terbakar tidak meluas ke area yang lain. 

AKBP Andri mengaku, permasalahan di lapangan yang dijumpai tim penanganan Karlahut, yakni jauhnya lokasi kebakaran, sumber air juga sulit ditemukan di dekat lokasi kebakaran, sehingga anggota di lapangan kesulitan dalam memadamkan api.

"Kita juga sudah meminta bantuan alat berat untuk membuat kanal sebagai ‎sumber air dalam memudahkan pemadaman, dan kita juga dibantu oleh perusahaan sekitar untuk melakukan pemadaman, " terangnya.

Bukan hanya itu, tambahnya, kendala lain yang ditemukan adalah, keterbatasan selang air untuk mencapai sumber api. Meskipun begitu kendala itu sudah dapat terselesaikan dengan bantuan tambahan selang air dari perusahaan sekitar, sehingga selang air bisa mencapai sumber api. 

Saat ditanya kondisi anggota di lapangan, AKBP Andri mengaku, hingga saat ini kondisi anggota dalam keadaan sehat dan tidak ada yang sakit, meskipun begitu, ia terus mengimbau agar anggota tetap menjaga kesehatan, jika letih segera istirahat.

"Kita sudah turun ke TKP, selama 10 hari kami berjibaku memadamkan api dan dan melakukan pendinginan di kawasan karlahut Sungai Sembilan, bahkan sampai tengah malam, tapi alhamdullialah  anggota sehat tidak ada yang sakit," terangnya. 

Pada kesempatan tersebut, AKBP Andri mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan untuk perkebunan. 

"Mari bersama-sama kita mencegah terjadinya bencana kabut asap akibat karlahut," pesan Kapolres.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020