Politikriau.com  Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Kom" />
 
Home
Selasa, 14/07/2020 - 11:17:36 WIB

Selasa, 14/07/2020 - 11:17:31 WIB

Selasa, 14/07/2020 - 11:17:26 WIB

Senin, 13/07/2020 - 14:55:08 WIB
Pekanbaru Masih Zona Merah untuk Belajar Mengajar Tatap Muka, Disdik Akan Tegur Sekolah yang Bandel
Senin, 13/07/2020 - 14:54:33 WIB
Sumpah Tayyip Erdogen, Bebaskan Masjid Al Aqsa dari Jajahan Israel
Senin, 13/07/2020 - 14:22:00 WIB
Mangsa 7 Ternak Warga, Harimau Sumatera di Pariaman Masuk Perangkap BKSDA
Senin, 13/07/2020 - 14:13:38 WIB
Tersangka Pencabulan 305 Anak, Akhirnya Tewas Usai Percobaan Bunuh
Senin, 13/07/2020 - 13:50:13 WIB
Kapal Perang AS Terbakar, Puluhan Tentara Luka-luka
Senin, 13/07/2020 - 13:49:25 WIB
Jokowi : Lonjakan Kasus Corona karena Imported Case
Senin, 13/07/2020 - 07:26:04 WIB
Artis Cantik HH Umur 23 Tahun Ditangkap Polrestabes Medan Dugaan Prostitusi Artis
Senin, 13/07/2020 - 07:25:21 WIB
Press Release Pengungkapan 14,5 Kg Sabu di Bengkalis, Ternyata Begini Modus Pelaku
Senin, 13/07/2020 - 06:56:29 WIB
Pria di India Ini Memberi Alkohol Pada Puluhan Anak Laki-Laki Sebelum Akhirnya Dicabuli
 
Gelora Medan: OTT KPK Akan Dikaitkan Pilpres 2019
Gelora Medan: OTT KPK Akan Dikaitkan Dengan Kemenangan Pilpres 2019

Minggu, 12/01/2020 - 07:05:00 WIB

Politikriau.com  Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, bisa berbuntut panjang terhadap proses pemilu di Indonesia. Lebih jauh lagi, bisa memicu ketidakpercayaan publik terhadap hasil Pilpres 2019.

Sekretaris DPD Partai Gelora Indonesia Kota Medan, Yani Pilliang mengatakan, OTT KPK terhadap Wahyu Setiawan akan berdampak kepada kepercayaan publik terhadap kemenangan PDIP di Pemilu Legislatif dan pasangan Jokowi-Maruf Amin di Pilres 2019.

Sebab, dengan tertangkapnya Wahyu terkait suap yang dilakukan kader PDIP untuk PAW di DPR RI, telah mempengaruhi netralitas KPU sebagai penyelenggara pesta demokrasi Indonesia.

“Masyarakat Indonesia akan mengaitkan hubungan ini (OTT) dengan Pilpres 2019 kemarin yakni kemenangan PDIP dan Jokowi-Maruf,” kata Yani, Sabtu (11/1), dikutipa Kantor Berita RMOLSumut.

Ditambahkannya, rusaknya citra KPU pasca OTT Wahyu juga akan memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pada Pilkada 2020.

Untuk itu, ia berharap agar KPU harus segera memulihkan nama baik agar penyelenggaraan Pilkada 2020 tetap berjalan dengan baik dan mendapat legitimasi yang kuat.

“KPU Kota Medan harus benar-benar menunjukkan netralitasnya sebagai penyelenggara pemilu,” jelas Yani

Selain itu, dengan adanya kasus OTT ini, akan mempengaruhi peta politik Pilkada Kota Medan. Munculnya calon alternatif di Pilkada Medan akan menjadi kuda hitam dan memiliki nilai jual yang tinggi di masyarakat Kota Medan.

“Yang Menarik di Pilkada Kota Medan adalah calon yang beredar merupakan memiliki hubungan yang dekat dari Partai pemenang pemilu dan pemenang Pilpres 2019 kemarin,” katanya. 

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020