Politikriau.com  Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) rencanakan" />
 
Home
Senin, 13/07/2020 - 14:55:08 WIB
Pekanbaru Masih Zona Merah untuk Belajar Mengajar Tatap Muka, Disdik Akan Tegur Sekolah yang Bandel
Senin, 13/07/2020 - 14:54:33 WIB
Sumpah Tayyip Erdogen, Bebaskan Masjid Al Aqsa dari Jajahan Israel
Senin, 13/07/2020 - 14:22:00 WIB
Mangsa 7 Ternak Warga, Harimau Sumatera di Pariaman Masuk Perangkap BKSDA
Senin, 13/07/2020 - 14:13:38 WIB
Tersangka Pencabulan 305 Anak, Akhirnya Tewas Usai Percobaan Bunuh
Senin, 13/07/2020 - 13:50:13 WIB
Kapal Perang AS Terbakar, Puluhan Tentara Luka-luka
Senin, 13/07/2020 - 13:49:25 WIB
Jokowi : Lonjakan Kasus Corona karena Imported Case
Senin, 13/07/2020 - 07:26:04 WIB
Artis Cantik HH Umur 23 Tahun Ditangkap Polrestabes Medan Dugaan Prostitusi Artis
Senin, 13/07/2020 - 07:25:21 WIB
Press Release Pengungkapan 14,5 Kg Sabu di Bengkalis, Ternyata Begini Modus Pelaku
Senin, 13/07/2020 - 06:56:29 WIB
Pria di India Ini Memberi Alkohol Pada Puluhan Anak Laki-Laki Sebelum Akhirnya Dicabuli
Senin, 13/07/2020 - 06:36:26 WIB
Akademi Militer Indonesia Dilanda Wabah Virus Corona
Minggu, 12/07/2020 - 19:08:06 WIB
Ini 112 Daerah dan Syarat Dapat Izin Pembelajaran Tatap Muka
Minggu, 12/07/2020 - 19:07:18 WIB
Tunjuk Prabowo Sebagai Nakhoda Lumbung Pangan
 
Aziz Syamsuddin Dilaporkan Ke MKD
Diduga Minta Fee, Aziz Syamsuddin Dilaporkan Ke MKD

Senin, 13/01/2020 - 14:07:57 WIB

Politikriau.com Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) rencanakan untuk membuat laporan kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait kasus korupsi yang menyeret Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsudin.

Kuasa Hukum KAKI, Agus Rihat Manalu menyebut Aziz diduga terlibat kasus mafia anggaran yang menjerat pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo saat menjabat Ketua Badan Anggran DPR.

Politikus Golkar itu diduga meminta fee 8 persen dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) dari Bupati Lamteng Mustafa.

“Kenapa kita laporkan juga ke MKD, karena selama ini kita tahu yang paling banyak maen-maen adalah para wakil rakyat,” ucap Agus di Sekretariat MKD, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (13/1).

Bukan sekadar tuduhan, kata Agus, dugaan penerimaan suap Aziz diakusi sendiri oleh Mustafa.

“Jadi permintaan fee ini, terungkap atau terkuak atas pengakuan dari mantan Bupati Lampung Tengah yaitu Mustafa yang saat ini sudah masuk dan sudah disidangkan perkaranya," jelasnya.

KAKI berharap agar kasus tersebut segera diproses lebih lanjut agar anggota Dewan bisa dicap bersih sebagai representasi rakyat Indonesia.

“Supaya proses hukum itu tidak setengah-setengah, artinya ini jangan berhenti di Mustafa tapi rentetannya harus ditarik,” demikian Agus. 

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020