Home
Jumat, 10/07/2020 - 13:10:28 WIB
KPK Periksa Komisaris PT Multitrans Logistic Indonesia Terkait Suap Nurhadi
Jumat, 10/07/2020 - 11:25:52 WIB
Pneumonia Misterius yang Jauh Lebih Mematikan Daripada Covid-19 Telah Berkembang Di Kazakhstan, Seb
Jumat, 10/07/2020 - 11:21:08 WIB
Tukang Bangunan Disiksa Polisi dalam Sel Agar Mau Jadi Pembunuh
Jumat, 10/07/2020 - 11:21:04 WIB
Hasil Penelitian Terbaru: Virus Corona Bisa Merusak Otak
Kamis, 09/07/2020 - 20:50:28 WIB
Plh Bupati Ingatkan PPDP Dapat Bertugas Secara Profesional
Kamis, 09/07/2020 - 20:49:13 WIB
*1.285 Petugas PPDP Lakukan Rapid Tes*
Kamis, 09/07/2020 - 15:43:27 WIB
Fasilitas Nuklir Meledak, Iran Akan Membuat Perhitungan Dengan Israel
Kamis, 09/07/2020 - 15:42:46 WIB
Indra Gunawan Eet Dimarahi Hakim Sidang Tipikor Amril Mukminin, Banyak Jawab Tak Tahu
Kamis, 09/07/2020 - 14:49:16 WIB
Kapolda Kepri: ABK asal Indonesia dan Philipina Disiksa WNA China
Kamis, 09/07/2020 - 14:48:27 WIB
Tidak Menguasai, Guru Besar UGM Nilai Mendikbud Tak Kompeten Mengurus Pendidikan
Kamis, 09/07/2020 - 07:54:02 WIB
Rusia Ingin Perselisihan Antara Palestina Dan Israel Diselesaikan Dengan Solusi Adil Dan Abadi Bukan
Kamis, 09/07/2020 - 07:46:26 WIB
Pembobol Bank BNI Akan Tiba Siang Ini Di Indonesia Setelah 17 Tahun Buron
 
Kalemdiklat Polri: Tanamkan Jadi Polisi yang Baik
Beri Arahan pada Siswa Bintara Polda Riau, Kalemdiklat Polri: Tanamkan Jadi Polisi yang Baik

Jumat, 28/02/2020 - 21:49:46 WIB

Politikriau.com PEKANBARU - Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto memberikan arahan kepada personel dan 203 siswa bintara Polda Riau di SPN Polda Riau Jumat (28/2/2020).

Dalam kesempatan itu Arief mengatakan meskipun kondisi fasilitas SPN Polda Riau sangat minim dan serba kekurangan namun proses diklat harus berkualitas.

“Kalian akan berdinas di tengah-tengah masyarakat dan harus tahu apa kewajiban yang harus dilakukan.  Kalian bukan polisi karnaval, menggunakan seragam polisi tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam melaksanakan tugasnya di tengah masyarakat,” kata Arief.

Dalam kesempatan itu Arief memutarkan video analogi bahwa padi yang baik akan tumbuh dari bibit yang baik, petani yang baik, dan lahan yang baik. Padi adalah para siswa, petani adalah guru atau tenaga pendidik, dan lahan adalah tempat  pendidikan.

“Padi yang baik harus diperoleh dari bibit yang baik. Kalau sumbernya tidak baik, ya hasilnya tidak akan maksimal, bahan baku harus maksimal. Harus dididik dengan cara yang baik, kurikulum dan materi yang baik, sehingga jika semua baik, dia akan lahir dengan proses yang baik. Bayangkan kalau masuk sudah nyogok kesana kemari, maka kalau keluar dia akan pikir untuk mengembalikan,” tambahnya.

Hal lain Arief mengingatkan di tempat tugas nanti polisi-polisi muda ini akan menemukan banyak orang baik di internal maupun eksternal dengan berbagai sikap dan perilaku. Untuk itu mereka tetap harus konsisten dengan hal baik yang sudah diajarkan.

Jangan menyimpang karena akan jadi dosa sebab mereka sudah terikat sumpah kepada Tuhan.

“Tanamkan dalam diri untuk menjadi polisi yang baik. Titi karier, tanamkan cita-cita untuk menjadi perwira, tanamkan dari saat ini dalam diri masing-masing, untuk menjadi perwira. Untuk  jadi perwira itu  harus sejak sekarang dan bukan 15 tahun lagi. Harus dimulai dari sekarang. Itulah visi, cita-cita untuk menjadi panduan dan koridor kita dalam bertugas. Siapkan diri untuk berkompetisi dengan sehat,” imbuhnya.

Pengasuh juga tidak mengharapkan balasan apapun dari para siswa, kecuali mengharapkan para siswa untuk menjadi polisi yang baik berkarya di tengah-tengah masyarakat. Itulah yang akan jadi kebanggaan yang tidak ternilai harganya dan semoga selalu menjadi amal jariyah untuk para pengasuh. Bintara adalah yang akan mengawaki polisi di lapangan. 80 persen anggora Polri itu bintara.

“Semua perlu kesungguhan, sehingga para siswa tahu apa yang harus dilakukan. Bukan hanya kurikulum, tapi makan, tidur, dan nilai kalian dilaporkan melalui sistem kepada kami. Ini cara kami memastikan kalian baik. Kalian akan menjadi brigadir polisi dua remaja.  Masyarakat tidak mau tau kalian polisi baru kemarin. Yang masyarakat tahu kalian punya tugas dan tanggungjawab. Jangan main gebuk, main asal tangkap akhirnya masyarakat marah dan kantor polisi dibakar,” tambah Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto. (rilis)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020