Home
Senin, 13/07/2020 - 14:55:08 WIB
Pekanbaru Masih Zona Merah untuk Belajar Mengajar Tatap Muka, Disdik Akan Tegur Sekolah yang Bandel
Senin, 13/07/2020 - 14:54:33 WIB
Sumpah Tayyip Erdogen, Bebaskan Masjid Al Aqsa dari Jajahan Israel
Senin, 13/07/2020 - 14:22:00 WIB
Mangsa 7 Ternak Warga, Harimau Sumatera di Pariaman Masuk Perangkap BKSDA
Senin, 13/07/2020 - 14:13:38 WIB
Tersangka Pencabulan 305 Anak, Akhirnya Tewas Usai Percobaan Bunuh
Senin, 13/07/2020 - 13:50:13 WIB
Kapal Perang AS Terbakar, Puluhan Tentara Luka-luka
Senin, 13/07/2020 - 13:49:25 WIB
Jokowi : Lonjakan Kasus Corona karena Imported Case
Senin, 13/07/2020 - 07:26:04 WIB
Artis Cantik HH Umur 23 Tahun Ditangkap Polrestabes Medan Dugaan Prostitusi Artis
Senin, 13/07/2020 - 07:25:21 WIB
Press Release Pengungkapan 14,5 Kg Sabu di Bengkalis, Ternyata Begini Modus Pelaku
Senin, 13/07/2020 - 06:56:29 WIB
Pria di India Ini Memberi Alkohol Pada Puluhan Anak Laki-Laki Sebelum Akhirnya Dicabuli
Senin, 13/07/2020 - 06:36:26 WIB
Akademi Militer Indonesia Dilanda Wabah Virus Corona
Minggu, 12/07/2020 - 19:08:06 WIB
Ini 112 Daerah dan Syarat Dapat Izin Pembelajaran Tatap Muka
Minggu, 12/07/2020 - 19:07:18 WIB
Tunjuk Prabowo Sebagai Nakhoda Lumbung Pangan
 
Pria Berpakaian Polisi Mengamuk Tewaskan 16 Orang
Tragedi Paling Berdarah Di Kanada

Senin, 20/04/2020 - 13:49:10 WIB

Politikriau.com Sedikitnya 16 orang tewas akibat amukan seorang pria di Provinsi Nova Scotia Kanada pada Minggu (19/4) kemarin.


Serangan paling mematikan dalam sejarah Nova Scotia itu juga menewaskan si pelaku yang menyamar menggunakan atribut kepolisian.




Aparat setempat mengatakan seorang anggota polisi juga menjadi korban tewas.


Korban tewas berada di dalam dan di luar sebuah rumah di kota Portapique yang kecil yang termasuk wilayah pedesaan, sekitar 100 km di utara Halifax.


Aparat yang segera mengamankan wilayah itu berpesan kepada semua warga di sana, yang saat ini sedang menerapkan pembatasan pergerakan terkait Covid-19, agar waspada dan mengunci pintu mereka, jika terpaksa harus tinggal di ruang bawah tanah mereka.


Amukan itu juga menyebabkan beberapa rumah terbakar.


Polisi mengidentifikasi pria yang diyakini sebagai penembak sebagai Gabriel Wortman, 51 tahun, yang diperkirakan tinggal paruh waktu di Portapique, melansir SCMP, Minggu (19/4)


Pihak berwenang mengatakan pelaku  mengenakan seragam polisi dan mengendarai mobil yang terlihat seperti sebuah mobil penjelajah Polisi Kerajaan Kanada.


Kemungkinan ada motivasi awal untuk serangan itu sedang diselidiki.


Polisi pertama kali mengumumkan bahwa mereka telah menangkap Wortman di sebuah pompa bensin di Enfield, di luar Halifax, tetapi kemudian mengatakan ia telah meninggal. Tidak jelas caranya, dan mereka tidak menjelaskan lebih lanjut.


"Ini adalah salah satu tindakan kekerasan yang paling tidak masuk akal dalam sejarah provinsi kami," kata Perdana Menteri Nova Scotia Stephen McNeil.


Kanada telah merombak undang-undang kontrol senjata setelah penembakan massal terburuk pada 1989, ketika pria bersenjata Marc Lepine membunuh 14 wanita dan dirinya sendiri di kampus Ecole Polytechnique di Montreal.


Tragedi ini adalah yang paling mematikan semenjak peristiwa 1989 itu.


Saat ini, kepemilikan senjata api menjadi sesuatu yang ilegal.


“Sebagai sebuah negara, di saat-saat seperti ini, kami bersatu untuk saling mendukung. Bersama-sama kita akan berduka bersama keluarga para korban, dan membantu mereka melewati masa sulit ini,” kata Perdana Menteri Justin Trudeau dalam sebuah pernyataan tertulis.


"Kenyataan bahwa pelaku ini memiliki seragam dan mobil polisi, menandakan bahwa amukan ini sudah direncanakan," kata pihak kepolisian.


Seorang warga memberikan kesaksiannya. Christine Mills, penduduk di daerah itu, mengatakan malam itu merupakan malam yang menakutkan bagi kota kecil itu, dengan petugas bersenjata berpatroli di jalan-jalan. Di pagi hari, helikopter terbang di atas mencari tersangka.


"Ini menegangkan, sangat mengerikan," katanya.


Tom Taggart, seorang anggota parlemen yang mewakili daerah Portapique di Kotamadya Colchester, mengatakan masyarakat yang tenang telah terguncang.


"Ini adalah komunitas yang benar-benar indah, damai dan tenang dan gagasan bahwa ini bisa terjadi di komunitas kami tidak dapat dipercaya," kata Taggart.


Pelaku, Gabriel Wortman, terdaftar sebagai dokter gigi, tepatnya ia bertugas membuat gigi palsu, di kota Dartmouth, dekat Halifax.


Hal itu ketika menelusuri wajahnya dalam pencarian.


Wortman dikenal oleh masyarakat sekitar sering bolak-balik antara tempat tinggal di Halifax dan tempat tinggal di Portapique.


Taggart mengatakan dia tidak mengenal Wortman dengan baik, tetapi berbicara dengannya beberapa kali ketika dia menelepon tentang masalah kota.


Taggart menggambarkan mengenal "rumah besar yang indah" Wortman di Portapique Beach Road. 

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020