Home
Jumat, 10/07/2020 - 13:10:28 WIB
KPK Periksa Komisaris PT Multitrans Logistic Indonesia Terkait Suap Nurhadi
Jumat, 10/07/2020 - 11:25:52 WIB
Pneumonia Misterius yang Jauh Lebih Mematikan Daripada Covid-19 Telah Berkembang Di Kazakhstan, Seb
Jumat, 10/07/2020 - 11:21:08 WIB
Tukang Bangunan Disiksa Polisi dalam Sel Agar Mau Jadi Pembunuh
Jumat, 10/07/2020 - 11:21:04 WIB
Hasil Penelitian Terbaru: Virus Corona Bisa Merusak Otak
Kamis, 09/07/2020 - 20:50:28 WIB
Plh Bupati Ingatkan PPDP Dapat Bertugas Secara Profesional
Kamis, 09/07/2020 - 20:49:13 WIB
*1.285 Petugas PPDP Lakukan Rapid Tes*
Kamis, 09/07/2020 - 15:43:27 WIB
Fasilitas Nuklir Meledak, Iran Akan Membuat Perhitungan Dengan Israel
Kamis, 09/07/2020 - 15:42:46 WIB
Indra Gunawan Eet Dimarahi Hakim Sidang Tipikor Amril Mukminin, Banyak Jawab Tak Tahu
Kamis, 09/07/2020 - 14:49:16 WIB
Kapolda Kepri: ABK asal Indonesia dan Philipina Disiksa WNA China
Kamis, 09/07/2020 - 14:48:27 WIB
Tidak Menguasai, Guru Besar UGM Nilai Mendikbud Tak Kompeten Mengurus Pendidikan
Kamis, 09/07/2020 - 07:54:02 WIB
Rusia Ingin Perselisihan Antara Palestina Dan Israel Diselesaikan Dengan Solusi Adil Dan Abadi Bukan
Kamis, 09/07/2020 - 07:46:26 WIB
Pembobol Bank BNI Akan Tiba Siang Ini Di Indonesia Setelah 17 Tahun Buron
 
Sampai Saat Ini Harga BBM Tak Kunjung Turun
Pemerintah Dicap Cuek Tak Mau Bantu Rakyat

Minggu, 10/05/2020 - 19:00:19 WIB

Politikriau.com -  Politisi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono mencap pemerintah cuek dan tak mau membantu rakyat di tengah wabah Corona. Hal ini disampaikanya lantaran pemerintah sampai saat ini tak kunjung menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) saat harga minyak dunia turun. 


“Pemerintah seperti tak berdaya mengendalikan harga BBM dan membiarkan manajemen Pertamina saat ini sangat lemah dan tidak profesional,” kata Bambang Haryo Soekartono, mengutip dari Vivanews. Minggu, 10 Mei 2020.


Dia juga menyayangkan pemerintah, khususnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang tidak mampu mengendalikan PT Pertamina (Persero) agar segera menurunkan harga BBM. Padahal, penurunan harga BBM dinanti rakyat.


"Seharusnya bisa memanfaatkan harga BBM murah, khususnya solar, seiring dengan merosotnya harga minyak dunia untuk melindungi usahanya agar tidak hancur, tetapi itu tidak dilakukan Pertamina dan pemerintah terkesan apatis akan kondisi ini,” kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur ini.


Menurut dia, harga minyak dunia sebenarnya sudah turun sejak awal tahun ini akibat permintaan industri anjlok setelah merebaknya Corona di Wuhan, China.


Bambang juga menyebut kebijakan Pertamina yang memberikan diskon berupa cashback pembelian Pertamax Series tidak produktif dan membohongi publik.


“BBM Pertamax lebih ditujukan untuk orang mampu, buat apa diskon. Masyarakat saat ini butuh harga BBM yang transparan dan berdampak luas bagi ekonomi, yakni harga solar yang murah,” ujarnya.


Sebagai negara penghasil energi primer, kata Bambang, Indonesia punya potensi menghasilkan sendiri energi sekunder dengan harga lebih murah, seperti halnya listrik.


“Sudah menjadi tugas negara agar semua hasil energi primer bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Tentu saja energi itu harus sesuai dengan harga sebenarnya supaya rakyat menikmati dampaknya guna mempertahankan hidup,” kata Bambang.


Maka itu, Bambang mendesak Presiden Joko Widodo turun tangan serta memperingatkan para menterinya dan Pertamina supaya tidak terjebak dalam permainan spekulan atau kartel minyak.


“Ini kesempatan bagi Presiden Jokowi untuk membuktikan benar-benar pro-rakyat. Jika harga solar turun sesuai harga sebenarnya, berarti Presiden telah berani menyikat kartel energi yang membuat harga BBM mahal,” ujarnya.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020