Home
Jumat, 10/07/2020 - 13:10:28 WIB
KPK Periksa Komisaris PT Multitrans Logistic Indonesia Terkait Suap Nurhadi
Jumat, 10/07/2020 - 11:25:52 WIB
Pneumonia Misterius yang Jauh Lebih Mematikan Daripada Covid-19 Telah Berkembang Di Kazakhstan, Seb
Jumat, 10/07/2020 - 11:21:08 WIB
Tukang Bangunan Disiksa Polisi dalam Sel Agar Mau Jadi Pembunuh
Jumat, 10/07/2020 - 11:21:04 WIB
Hasil Penelitian Terbaru: Virus Corona Bisa Merusak Otak
Kamis, 09/07/2020 - 20:50:28 WIB
Plh Bupati Ingatkan PPDP Dapat Bertugas Secara Profesional
Kamis, 09/07/2020 - 20:49:13 WIB
*1.285 Petugas PPDP Lakukan Rapid Tes*
Kamis, 09/07/2020 - 15:43:27 WIB
Fasilitas Nuklir Meledak, Iran Akan Membuat Perhitungan Dengan Israel
Kamis, 09/07/2020 - 15:42:46 WIB
Indra Gunawan Eet Dimarahi Hakim Sidang Tipikor Amril Mukminin, Banyak Jawab Tak Tahu
Kamis, 09/07/2020 - 14:49:16 WIB
Kapolda Kepri: ABK asal Indonesia dan Philipina Disiksa WNA China
Kamis, 09/07/2020 - 14:48:27 WIB
Tidak Menguasai, Guru Besar UGM Nilai Mendikbud Tak Kompeten Mengurus Pendidikan
Kamis, 09/07/2020 - 07:54:02 WIB
Rusia Ingin Perselisihan Antara Palestina Dan Israel Diselesaikan Dengan Solusi Adil Dan Abadi Bukan
Kamis, 09/07/2020 - 07:46:26 WIB
Pembobol Bank BNI Akan Tiba Siang Ini Di Indonesia Setelah 17 Tahun Buron
 
Selama Lokcdown
Pandemi Virus Corona Mario Balotelli Menjadi Gila

Kamis, 14/05/2020 - 19:52:57 WIB

Politikriau.com -  Striker Brescia, Mario Balotelli mengungkapkan kesannya selama menjalani lockdown akibat pandemi virus corona yang diberlakukan pemerintah di beberapa negara termasuk Italia. 


Mario mengaku kesulitan menyesuaikan diri selama lockdown. Satu penyebab terkuatnya gara-gara dia tak bisa memasak. 


"Bisa dibilang, saya makan "karton" selama tiga hari pertama," ungkap Balotelli bicara perihal bagaimana dia menjalani lockdown, dalam obrolan bersama mantan rekan satu timnya, Alessandro Matri, melalui fitur Instagram live.


"Saya menjadi gila selama beberapa pekan terakhir karena saya benar-benar sendirian. Putri saya di Naples, putra saya di Zurich, ibu saya sudah berusia lanjut dan butuh perawatan khusus, saudara laki-laki saya juga menjalani karantina dengan keluarganya. Jadi, tinggal saya seorang diri. Sangat berat," lanjutnya.


Balotelli menambahkan dia tak banyak melakukan aktivitas selama lockdown, termasuk menjalani latihan mandiri.


"Mustahil berlatih dengan benar jika Anda tidak memiliki alat. Jadi, meski ini tidak benar-benar diizinkan, saya nekad pergi ke taman di dekat rumah, hanya untuk bisa sedikit berlari," tuturnya.


"Jika Anda memberi saya bola sekarang, saya sudah tidak bisa mengontrolnya pada sentuhan pertama. Suadah dua bulan sejak saya kali terakhir menyentuh bola," kata Mario Balotelli.


Namun, pemain berusia 29 tahun ini mengungkapkan bagian terberat dari karantina yang dijalaninya selama lockdown. Hal itu berkaitan dengan kemampuan memasaknya.


"Saya pada dasarnya 'makan karton dan mencoba menggigit potongan-potongan dari dinding' selama tiga hari pertama, karena saya tidak bisa memasak apa pun. Untungnya, saya kemudian berhasil mendapatkan makanan," kisahnya.


Badai itu bisa dibilang sudah berlalu. Kini, Mario Balotelli bisa bernapas lega karena lockdown di Italia sudah lebih longgar. 


Brescia dan klub Serie A lain akan memulai latihan secara resmi pada Senin 18 Mei 2020 setelah mendapat lampu hijau dari pemerintah Italia, dan bahkan wacana menggelar lagi kompetisi Serie A mulai 13 Juni mendatang telah santer mengemuka.


 


Sumber: Bola. net

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020