Home
Jumat, 10/07/2020 - 11:25:52 WIB
Pneumonia Misterius yang Jauh Lebih Mematikan Daripada Covid-19 Telah Berkembang Di Kazakhstan, Seb
Jumat, 10/07/2020 - 11:21:08 WIB
Tukang Bangunan Disiksa Polisi dalam Sel Agar Mau Jadi Pembunuh
Jumat, 10/07/2020 - 11:21:04 WIB
Hasil Penelitian Terbaru: Virus Corona Bisa Merusak Otak
Kamis, 09/07/2020 - 20:50:28 WIB
Plh Bupati Ingatkan PPDP Dapat Bertugas Secara Profesional
Kamis, 09/07/2020 - 20:49:13 WIB
*1.285 Petugas PPDP Lakukan Rapid Tes*
Kamis, 09/07/2020 - 15:43:27 WIB
Fasilitas Nuklir Meledak, Iran Akan Membuat Perhitungan Dengan Israel
Kamis, 09/07/2020 - 15:42:46 WIB
Indra Gunawan Eet Dimarahi Hakim Sidang Tipikor Amril Mukminin, Banyak Jawab Tak Tahu
Kamis, 09/07/2020 - 14:49:16 WIB
Kapolda Kepri: ABK asal Indonesia dan Philipina Disiksa WNA China
Kamis, 09/07/2020 - 14:48:27 WIB
Tidak Menguasai, Guru Besar UGM Nilai Mendikbud Tak Kompeten Mengurus Pendidikan
Kamis, 09/07/2020 - 07:54:02 WIB
Rusia Ingin Perselisihan Antara Palestina Dan Israel Diselesaikan Dengan Solusi Adil Dan Abadi Bukan
Kamis, 09/07/2020 - 07:46:26 WIB
Pembobol Bank BNI Akan Tiba Siang Ini Di Indonesia Setelah 17 Tahun Buron
Kamis, 09/07/2020 - 07:38:58 WIB
Djoko Tjandra Buktikan Bikin KTP Itu Mudah Dan Cepat
 
AS Luncurkan Misi Manusia
AS Luncurkan Misi Manusia, China Luncurkan Satelit Belt And Road Initiatives

Senin, 01/06/2020 - 12:00:15 WIB

Politikriau.com China sudah meluncurkan beberapa satelit ke ruang angkasa hanya dalam kurun waktu dua hari.


Menurut laporan media pemerintah Global Times, China telah meluncurkan satelit observasi Bumi dengan resolusi tinggi bernama Gaofen-9 02 pada Minggu (31/5). Itu adalah satelit China ketiga yang diluncurkan ke orbit dalam dua hari.


Sehari sebelumnya, Sabtu (30/5), China juga sudah meluncurkan dua satelit untuk percobaan teknologi barunya.


Gaofen-9 02 adalah satelit yang mampu mengambil gambar permukaan bumi dengan resolusi kurang dari satu meter dan akan digunakan untuk survei tanah, perencanaan kota, desain jaringan jalan, pertanian dan bantuan bencana.


Satelit tersebut akan mendukung pembangunan proyek Belt and Road Initiatives (BRI) yang bernilai 50 miliar dolar AS.


Dalam peluncuran di hari yang sama, China juga meluncurkan satelit Internet of Things (IoT) narrowband yang disebut dengan Hede-4. Saat ini satelit tersebut sudah memasuki orbit.


Satelit-satelit tersebut diluncurkan di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, Provinsi Gansu, China barat Laut.


Satelit diluncurkan menggunakan roket Long March-2D. Itu adalah penerbangan 333 dari keluarga roket pembawa Long March.


Peluncuran satelit China ini bersamaan dengan peluncuran misi manusia pertama Amerika Serikat sejak 2011. Pada Sabtu, AS melalui NASA dan SpaceX berhasil membawa dua astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). 

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020