Home
Senin, 13/07/2020 - 14:55:08 WIB
Pekanbaru Masih Zona Merah untuk Belajar Mengajar Tatap Muka, Disdik Akan Tegur Sekolah yang Bandel
Senin, 13/07/2020 - 14:54:33 WIB
Sumpah Tayyip Erdogen, Bebaskan Masjid Al Aqsa dari Jajahan Israel
Senin, 13/07/2020 - 14:22:00 WIB
Mangsa 7 Ternak Warga, Harimau Sumatera di Pariaman Masuk Perangkap BKSDA
Senin, 13/07/2020 - 14:13:38 WIB
Tersangka Pencabulan 305 Anak, Akhirnya Tewas Usai Percobaan Bunuh
Senin, 13/07/2020 - 13:50:13 WIB
Kapal Perang AS Terbakar, Puluhan Tentara Luka-luka
Senin, 13/07/2020 - 13:49:25 WIB
Jokowi : Lonjakan Kasus Corona karena Imported Case
Senin, 13/07/2020 - 07:26:04 WIB
Artis Cantik HH Umur 23 Tahun Ditangkap Polrestabes Medan Dugaan Prostitusi Artis
Senin, 13/07/2020 - 07:25:21 WIB
Press Release Pengungkapan 14,5 Kg Sabu di Bengkalis, Ternyata Begini Modus Pelaku
Senin, 13/07/2020 - 06:56:29 WIB
Pria di India Ini Memberi Alkohol Pada Puluhan Anak Laki-Laki Sebelum Akhirnya Dicabuli
Senin, 13/07/2020 - 06:36:26 WIB
Akademi Militer Indonesia Dilanda Wabah Virus Corona
Minggu, 12/07/2020 - 19:08:06 WIB
Ini 112 Daerah dan Syarat Dapat Izin Pembelajaran Tatap Muka
Minggu, 12/07/2020 - 19:07:18 WIB
Tunjuk Prabowo Sebagai Nakhoda Lumbung Pangan
 
Pejabat AS: Duta Besar Yang Terhormat, Negara Anda Memalukan!
Orang-orang Afrika Serang Pejabat AS: Duta Besar Yang Terhormat, Negara Anda Memalukan!

Senin, 01/06/2020 - 12:39:56 WIB

Politikriau.com Duta Besar AS untuk Kongo, Mike Hammer, menyoroti sebuah tweet dari seorang pengusaha media lokal terkait kerusuhan yang melanda beberapa wilayah di Amerika Serikat. Tweet itu menyinggung soal rasisme yang masih terjadi di negara adikuasa itu.


“Duta besar yang terhormat, negara Anda memalukan. Hebat Amerika, masih belum menaklukkan setan-setan rasisme. Berapa banyak orang kulit hitam yang harus dibunuh oleh petugas polisi kulit putih sebelum pihak berwenang bereaksi serius?” isi tweet itu, seperti dikutip dari Africa News, Minggu (31/5).


Mike Hammer dalam bahasa Prancisnya, menanggapi bahwa sesungguhnya ia sangat berduka dan prihatin atas peristiwa itu.


“Saya sangat terganggu oleh kematian tragis George Floyd di Minneapolis. Departemen Kehakiman sedang melakukan penyelidikan kriminal penuh sebagai prioritas utama. Pasukan keamanan di seluruh dunia harus bertanggung jawab. Tidak ada yang bisa mengangkangi hukum."


Pernyataan serupa juga ditweet oleh kedutaan besar AS di Kenya dan Uganda, sementara kedutaan besar di Tanzania dan Kenya meretweet pernyataan bersama dari kantor Departemen Kehakiman di Minnesota yang intinya mereka akan membantu proses penyelidikan.


Orang-orang Afrika bereaksi atas kerusuhan yang meletus di banyak wilayah di Amerika Serikat yang dipicu oleh peristiwa kematian pria kulit hitam George Floyd. Mereka mengatakan isu rasial kerap terjadi di AS tetapi belum ada aksi protes sebesar itu, dan AS tidak pernah belajar dari setiap peristiwa.


Ketika isu rasial menghantam Kota Guangzhou di mana beberapa orang Nigeria mendapat perlakuan yang tidak adil terkait penanganan virus corona (yang kemudian telah dikonfirmasi oleh kedua belah pihak bahwa kejadian itu hanya salah paham mengenai kebijakan tes Covid-19), saat itu AS dengan sigap menyuarakan keprihatinannya terhadap perlakuan rasial.


Pada saat itu, AS menulis peringatan keamanan kritis berjudul "Diskriminasi terhadap Afrika-Amerika di Guangzhou" dan mencatat tindakan yang dialami orang-orang Afrika atau turunan Afrika.


Lalu apa yang terjadi sekarang benar-benar membuat warganet muak. AS terbukti memiliki masalah rasial yang bertumpuk yang tidak berhasil diselesaikan, entah sampai kapan.


“WTF? 'Ketika penjarahan mulai, penembakan dimulai'? ” kartunis politik Patrick Gathara di Kenya menulis dalam Twitternya. Gathara juga menyoroti tweet Donald Trump yang terkesan menyuarakan kekerasan.


Sadar akan citra Amerika di benua tempat pengaruh China tumbuh dan di mana banyak yang merasa kurang tertarik dengan pemerintahan Trump di Afrika, beberapa diplomat AS telah mencoba mengendalikan keadaan dengan mengatakan mereka akan berusaha memperbaiki keadaan dan fokus pada penyelidikan kasus. 

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020