Home
Minggu, 21/04/2019 - 22:05:26 WIB
Ratusan Emak-emak Long March Desak KPU Jangan Curang
Minggu, 21/04/2019 - 22:03:58 WIB

Minggu, 21/04/2019 - 22:03:39 WIB

Minggu, 21/04/2019 - 22:03:28 WIB

Minggu, 21/04/2019 - 22:03:21 WIB

Minggu, 21/04/2019 - 22:03:13 WIB

Minggu, 21/04/2019 - 22:03:05 WIB

Minggu, 21/04/2019 - 22:02:58 WIB

Minggu, 21/04/2019 - 21:57:11 WIB
Andi Arief Sarankan Prabowo Bentuk Komisi Pencari Fakta Kecurangan Pemilu 2019
Minggu, 21/04/2019 - 21:50:36 WIB
Karangan Bunga Tutupi Pagar Istana Merdeka
Minggu, 21/04/2019 - 20:34:20 WIB
Mahfud MD Ramal Serangan KPU Curang Jauh Sebelum Pemilu
Minggu, 21/04/2019 - 19:03:28 WIB
Hina Prabowo, Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi
 
Facebook Hapusi Database
540 Juta Data Pengguna Bocor, Facebook Hapusi Database

Kamis, 04/04/2019 - 18:19:16 WIB

Politikriau.com – Facebook telah menurunkan database berisi data penggunanya dari server publik Amazon.com. Media sosial raksasa itu menempuh langkah tersebut setelah menerima laporan dari perusahaan keamanan siber UpGuard soal bocornya 540 juta data pengguna Facebook.

Dilansir dari laman Venture Beat, Kamis 4 April 2019, UpGuard mengatakan informasi bocornya setengah miliar data pengguna itu disampaikan oleh platform digital Cultura Colectiva. Data yang terekspos tersebut adalah nomor identifikasi, komentar sampai nama akun. UpGuard menyebutkan aplikasi bernama Pool juga memberitahu nama, password dan alamat email dari 22 ribu pengguna.

"Kami bekerja untuk menghapus database yang menjadi pertanyaan. Tapi kami masih investigasi informasi apa yang disimpan," kata Juru Bicara Facebook.

Facebook telah diterpa sejumlah kejadian berkaitan dengan privasi. Dengan kejadian terbaru adalah kesalahan ekspos jutaan kata sandi pengguna. Insiden ini membuat kata sandi bisa dilihat dalam sistem internal perusahaan pada karyawan mereka.

Tahun lalu, Facebook juga terlibat dalam skandal besar dengan perusahaan Cambridge Analytica. Kejadian itu membuat jutaan data pengguna dikumpulkan tanpa diketahui. Akibatnya Facebook juga menjadi sorotan dunia dan dipanggil oleh sejumlah pemerintah. ()


Viva

Home
Redaksi & Disclaimer
jewelry lace wigs Copyright 2018