Home
Minggu, 19/07/2015 - 06:53:28 WIB
Bulan Ini Xperia Z2 dan Z3 Akan Kedatangan Update Android 5.1.1
Minggu, 12/07/2015 - 04:52:09 WIB
Cerita Awal Aceh Dijuluki Serambi Mekkah
Minggu, 12/07/2015 - 04:43:34 WIB
Rencana Bayern Datangkan Di Maria Ditentang Sang Kapten
Kamis, 09/07/2015 - 20:01:51 WIB
PT RAPP Kerahkan Helikopter Bantu Water Bombing di TNTN
Kamis, 09/07/2015 - 19:54:33 WIB
Ingin Tahu Bentuk Pedang Nabi Muhammad? Datang ke Sini
Kamis, 09/07/2015 - 19:54:18 WIB
MK Izinkan Mantan Terpidana Ikut Pilkada
Senin, 29/06/2015 - 15:14:46 WIB
APRIL Grup Ajak Masyarakat Waspada Karhutla
Senin, 29/06/2015 - 14:54:16 WIB
Wiko segera Luncurkan HP Tertipis di Dunia
Senin, 29/06/2015 - 14:47:07 WIB
Lawan Chile, Peru Dihantui Rekor Buruk
Senin, 29/06/2015 - 14:40:25 WIB
Menu Sehat Pilihan saat Anda Telat Bangun Sahur
Senin, 29/06/2015 - 14:36:04 WIB
PDIP: Menteri Penghina Jokowi, Perempuan dari Profesional
Minggu, 07/06/2015 - 22:39:42 WIB
Pertama di Indonesia, APRIL Raih Sertifikat PEFC
 
 
 
Korupsi Rp2,4 M Sisa APBD Inhu 2012
KPK akan Tangani Kasus Korupsi di Inhu

Selasa, 28/05/2013 - 11:46:27 WIB

INHU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengambil alih penanganan kasus korupsi sisa anggaran APBD Inhu tahun 2012 senilai Rp2,4 miliar. KPK sudah meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat agar mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) bendahara pengeluaran Setdakab Inhu inisial RS yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Rengat.

"Setelah status penyelidikan kita tingkatkan menjadi penyidikan, RS ditetapkan status sebagai tersangka. SPDP-nya juga kita kirimkan pada KPK di Jakarta," ujar Kasi Pidana Khusus Kejari Rengat, Heru Saputra.

Dikatakannya, SPDP tersangka RS dikirim berdasarkan permintaan KPK karena diduga banyak melibatkan orang dan institusi lainnya selain Pemkab Inhu.

Selain RS, lanjut Heru, Bendahara Wakil Bupati Inhu inisial PG juga ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga terlibat melakukan korupsi sisa anggaran APBD Inhu tahun 2012 senilai Rp109 juta.

"Bendahara Wabup Inhu PG yang terlambat setor telah melakukan penyetoran pada Februari 2013. Sementara untuk RS belum ada sama sekali yang disetorkan maupun dikembalikan," jelasnya. (yudi)



0 Komentar :

Komentar Anda
Nama
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Home | Politik | Hukrim | Ekbis | Seksologi | Olahraga | Kesehatan | Selebritis | Sosial | Lingkungan | Serba-Serbi |
Handphone | Film | Kuliner | Otomotif | Liputan Malam | Kawula Muda | Index
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2015