Home
Senin, 25/05/2015 - 00:41:18 WIB

Senin, 25/05/2015 - 00:31:06 WIB

Minggu, 24/05/2015 - 08:08:37 WIB
Ical-Agung Sepakat Golkar Daftar Pilkada, soal Ketum Belakangan
Minggu, 24/05/2015 - 08:04:14 WIB
Pabrik Ditutup, Pemilik Chevrolet Spin Was-was Soal Suku Cadang
Minggu, 24/05/2015 - 07:27:20 WIB
Hasil Lengkap Pertandingan Malam dan Dini Hari Tadi
Minggu, 24/05/2015 - 07:20:50 WIB
Terungkap, Ada Sosok Alien Dalam Lukisan Mona Lisa, Ini Videonya
Sabtu, 23/05/2015 - 12:14:39 WIB
APRIL Tambah Daftar Baru Negara Tujuan Ekspor
Sabtu, 23/05/2015 - 11:59:25 WIB
Tampung Rohingya, Begini Kesepakatan RI dan Myanmar
Sabtu, 23/05/2015 - 11:42:49 WIB
Robot Seks Cocok untuk Terapi Paedofil
Sabtu, 23/05/2015 - 11:38:16 WIB
Atasi Migrain Dengan Mencium Apel Hijau
Sabtu, 23/05/2015 - 11:38:11 WIB
Bangun Ground Breaking Paper Machine 3, Grup APRIL Investasi Rp 4 Triliun
Sabtu, 23/05/2015 - 11:28:57 WIB
Hikmah Beredarnya Beras Plastik
 
 
 
Korupsi Rp2,4 M Sisa APBD Inhu 2012
KPK akan Tangani Kasus Korupsi di Inhu

Selasa, 28/05/2013 - 11:46:27 WIB

INHU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengambil alih penanganan kasus korupsi sisa anggaran APBD Inhu tahun 2012 senilai Rp2,4 miliar. KPK sudah meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat agar mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) bendahara pengeluaran Setdakab Inhu inisial RS yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Rengat.

"Setelah status penyelidikan kita tingkatkan menjadi penyidikan, RS ditetapkan status sebagai tersangka. SPDP-nya juga kita kirimkan pada KPK di Jakarta," ujar Kasi Pidana Khusus Kejari Rengat, Heru Saputra.

Dikatakannya, SPDP tersangka RS dikirim berdasarkan permintaan KPK karena diduga banyak melibatkan orang dan institusi lainnya selain Pemkab Inhu.

Selain RS, lanjut Heru, Bendahara Wakil Bupati Inhu inisial PG juga ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga terlibat melakukan korupsi sisa anggaran APBD Inhu tahun 2012 senilai Rp109 juta.

"Bendahara Wabup Inhu PG yang terlambat setor telah melakukan penyetoran pada Februari 2013. Sementara untuk RS belum ada sama sekali yang disetorkan maupun dikembalikan," jelasnya. (yudi)



0 Komentar :

Komentar Anda
Nama
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Home | Politik | Hukrim | Ekbis | Seksologi | Olahraga | Kesehatan | Selebritis | Sosial | Lingkungan | Serba-Serbi |
Handphone | Film | Kuliner | Otomotif | Liputan Malam | Kawula Muda | Index
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2012-2015