Home
Senin, 30/11/2020 - 07:51:29 WIB
Syekh Ali Jaber: Buka Jendela dan Pintu di Waktu Ini Berkah Luar Biasa
Senin, 30/11/2020 - 07:01:47 WIB
Ketum Positif COVID-19, PBNU Minta Doa Diberi Kesembuhaan
Senin, 30/11/2020 - 07:01:12 WIB
Habib Rizieq Ucapkan Terima Kasih pada RS Ummi dan MER-C
Senin, 30/11/2020 - 07:01:09 WIB
Ini Pesan yang Disampaikan Habib Rizieq
Minggu, 29/11/2020 - 11:21:47 WIB
Operasi Militer Fase Terakhir Selesai, Pasukan Ethiopia Kendalikan Ibukota Tigray
Minggu, 29/11/2020 - 11:09:09 WIB
PM Muhyiddin: Malaysia Akan Gelar Pemilu Usai Pandemi Covid-19
Minggu, 29/11/2020 - 11:08:42 WIB
Alami ‘Kecelakaan’ Seperti Edhy
Sabtu, 28/11/2020 - 13:28:27 WIB
Polisi Datangi Rumah Habib Rizieq Malam-malam
Sabtu, 28/11/2020 - 11:43:55 WIB
India Siap Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Sputnik-V Per Tahun
Sabtu, 28/11/2020 - 11:41:38 WIB
Luar Biasa, Letkol TNI Laode Jaga Keamanan Negara dengan Tahajud
Sabtu, 28/11/2020 - 11:26:43 WIB
Rencana Besar Erdogan Membangun Turki Raya Lewat Neo-Ottoman
Sabtu, 28/11/2020 - 11:26:22 WIB
Mucikari Tawarkan Jasa Artis ST Dan SH Rp 110 Juta Sekali Kencan
 
Perpecahan Politik Meluas,
Perpecahan Politik Meluas, Presiden Albania Batalkan Pemilu Lokal

Minggu, 09/06/2019 - 23:22:45 WIB

Politikriau.com
Protes jalanan di Albania/Reuters
Presiden Albania Ilir Meta membatalkan pemilihan lokal yang sedianya digelar akhir bulan ini karena protes anti-pemerintah yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Pembatalan itu dilakukan Meta karena dia mengklaim bahwa situasi politik di Albania tidak akan memungkinkan pemilihan yang adil jija tetap dijadwalkan 30 Juni.

Pengumuman itu muncul setelah berminggu-minggu protes yang bertujuan memaksa Perdana Menteri sosialis Edi Rama mundur. Rama sebelumnya menegaskan, pemilihan akan berjalan sesuai rencana.

Rama sendiri diketahui berselisih dengan Meta yang merupakan mantan sekutu koalisi.

Sementara itu kelompok-kelompok oposisi menuduh Rama telah melakukan kecurangan dan korupsi pemilihan umum, dan menyerukan pemilihan umum dini.

Mereka juga ingin melihat pembentukan pemerintahan transisi, dan telah menolak untuk bernegosiasi dengan perdana menteri.

Dikabarkan BBC, pemimpin oposisi Partai Demokrat, Lulzim Basha telah mendesak massa untuk melanjutkan protes sampai Rama mundur.

Dia mengatakan kepada ribuan pendukung di Tirana bahwa keputusan presiden untuk membatalkan pemilihan adalah hasil pertama dari pertempurannya melawan Rama.

Rama diketahui telah memimpin negara itu sejak tahun 2013 lalu.

Banyak tokoh, termasuk Presiden Meta, mengatakan divisi politik yang sedang berlangsung mengancam aspirasi Albania untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020