Home
Minggu, 17/01/2021 - 21:36:22 WIB
Kakek 65 Tahun Perkosa Gadis 20 Tahun di Gaung Inhil
Minggu, 17/01/2021 - 08:46:17 WIB
Iran Uji Coba Rudal Balistik Jarak Jauh Di Samudera Hindia
Minggu, 17/01/2021 - 08:37:58 WIB
13 Orang Di Israel Alami Kelumpuhan Wajah Sementara Usai Disuntik Vaksin Pfizer
Minggu, 17/01/2021 - 08:16:47 WIB
Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 96 Orang, Dua Daerah ini Tak Tambah Kasus
Sabtu, 16/01/2021 - 21:41:52 WIB
Lagi, Jalan Tol Permai Makan Korban, Satu Dari Tiga Orang Meninggal Dunia
Sabtu, 16/01/2021 - 18:53:37 WIB
AS Larang Produk Kapas & Tomat dari Xinjiang karena Kerja Paksa Muslim Uighur
Sabtu, 16/01/2021 - 16:31:56 WIB
5 Jenazah Korban Sriwijaya Air Teridentifikasi, Termasuk Putri Wahyuni dari Pekanbaru
Sabtu, 16/01/2021 - 15:46:49 WIB
Rocky Gerung minta Raffi Ahmad Tetap Dihukum: Kalau Tidak, Pemerintah Benar Incar Rizieq Shihab
Sabtu, 16/01/2021 - 13:22:17 WIB
Polisi akan Periksa DLHK, Tersangka Segera Dikantongi
Sabtu, 16/01/2021 - 13:03:52 WIB
Pengusaha Batam Meninggal Tertembak di Inhil Riau, Bea Cukai Dalami Kasus
Sabtu, 16/01/2021 - 12:25:07 WIB
Lisman Hasibuan: Ditunggu Ketegasan Kapolda Metro Jaya Terhadap Raffi Dan Ahok
Jumat, 15/01/2021 - 20:24:01 WIB
Hari Ini Diperiksa Kasus Swab, Habib Rizieq dan Menantu Terancam 10 Tahun Penjara
 
Imam Nahrawi Akan Menghadap Ke Jokowi
Ditetapkan Tersangka KPK, Imam Nahrawi Akan Menghadap Ke Jokowi

Rabu, 18/09/2019 - 22:36:20 WIB

Politikriau.com Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dana hibah Komite Olahraga
Nasional Indonesia (KONI) tahun 2018, Menpora Imam Nahrawi langsung
menggelar jumpa pers di kediamannya di Komplek perumahan menteri, Widya
Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).









Imam masih tidak terima dengan status tersangka suap yang
disandangnya itu. Menurutnya, dia meminta masyarakat untuk tetap
mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"Tentu saya sebagai
warga negara punya hak untuk memberikan jawaban sebenar-benarnya agar
proses hukum ini bisa berjalan dengan lancar. Tentu pada saatnya harus
kita buktikan bersama-sama karena saya tidak seperti yang dituduhkan,"
bantah Imam.






Kendati demikian, Politisi PKB ini mengaku akan tetap
menjalani proses hukum yang dihadapinya. Dia mengatakan akan bersikap
kooperatif. "Kita akan mengikuti seperti apa di Pengadilan," kata Imam.

Ia mengaku akan berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ihwal jeratan hukum yang menimpanya itu.

"Karena
saya baru tahu (ditetapkan tersangka) sore, tentu beri kesempatan nanti
untuk berkomunikasi kepada pak Presiden," tutupnya.

Sebelumnya,
Imam ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Komite
Olahraga Nasional (KONI). Politikus PKB ini diduga menerima total
komitmen fee sebesar Rp 26,5 miliar.

Duit haram tersebut,
sebanyak Rp 14,7 miliar diduga didapatkan Imam melalui asistennya
Miftahul Ulum. Kemudian, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam juga diduga
meminta uang sejumlah total Rp 11,8 miliar dari kegiatan Satlak Prima
di Kemenpora.

Akibat ulahnya, Imam dan Ulum dijerat dengan pasal
12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 UU 31/1999
sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas
UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55
ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020