Home
Selasa, 24/11/2020 - 18:51:03 WIB
[BREAKING NEWS] Minibus Silver Terbalik di Km 20 Tol Pekanbaru-Dumai
Selasa, 24/11/2020 - 13:58:54 WIB
Kata JK, Rizieq Shihab Disebut Isi Kekosongan Pemimpin Islam
Selasa, 24/11/2020 - 13:26:53 WIB
DPR RI Desak Polisi Usut Tuntas Lazada dan Tokopedia Jual Bong Identik Buat Nyabu dan Senpi
Selasa, 24/11/2020 - 11:55:27 WIB
Ketua KPK Sindir Anies Unggah Foto Baca Buku How Democracies Die
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:54 WIB
Tembus Setengah Juta, RI Jadi Negara dengan Kasus COVID-19 Terbanyak se-ASEAN
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:33 WIB
Salah Satu Pemain Terpapar Covid-19, Drama Jisoo BLACKPINK Tunda Syuting
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:30 WIB
Satpol PP Bantah Penurunan Baliho Habib Rizieq Dihalangi FPI
Senin, 23/11/2020 - 19:10:16 WIB
Tersangka Teror Lempar Batu di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Ditangkap Polisi
Senin, 23/11/2020 - 18:42:15 WIB
Ada JK Dibalik Anies Baswedan?
Senin, 23/11/2020 - 11:21:10 WIB
Pengamat: Mungkin Anies Takut Politik Indonesia Kembali Ke Otoritarianisme
Senin, 23/11/2020 - 11:20:13 WIB
Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, Polresta Pekanbaru Tangkap Seorang Oknum Polisi
Senin, 23/11/2020 - 11:20:09 WIB
Jokowi: Waspada Strategi Gas Dan Rem!
 
Pelaku Karhutla di Riau Nekat Bakar Lahan
Pelaku Karhutla di Riau Nekat Bakar Lahan karena Faktor Ekonomi

Kamis, 03/10/2019 - 18:04:17 WIB

Politikriau. com JAKARTA -
Wakapolres Siak, Riau, Kompol Hariri mengatakan kasus kebakaran hutan
dan lahan (Karhutla) umumnya dilatarbelakangi motif ekonomi karena biaya
membuka lahan dengan membakar bisa lebih murah.

"Mereka (pelaku)
mengatakan lebih ekonomis bila (membuka lahan) dengan cara membakar
(lahan)," kata dia, di kantornya, Riau, Kamis (3/10/2019) dikutip dari
Antara.

Pihaknya telah meringkus lima tersangka perorangan dalam
kasus karhutla di wilayahnya dari Agustus hingga September, yakni BJ
(44), AR, UM (48), AS (52), dan HS.

"Pekerjaan mereka ada yang sebagai petani, buruh sawit, ada yang wiraswasta," katanya.

Para pelaku itu, lanjut Hariri, sengaja membakar lahan untuk menanami kembali lahan tersebut.

Penangkapan
kelimanya berawal dari empat laporan polisi terkait karhutla. Dua
berkas laporan telah diserahkan ke kejaksaan atau dalam tahap pertama.

Sementara dua laporan lainnya soal karhutla masih dalam tahap penyidikan.

"Dua
laporan sudah (pelimpahan berkas ke kejaksaan) tahap satu. Dua
(laporan) sidik (penyidikan)," kata Kasat Reskrim Polres Siak AKP M.
Faizal Ramzani menambahkan.

Apabila terbukti bersalah, keempat
pelaku dijerat dengan Pasal 56 Ayat 1 Jo Pasal 108 UU Nomor 39 Tahun
2014 Tentang Perkebunan atau Pasal 69 Ayat 1 Huruf h Jo Pasal 108 UU
Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup atau Pasal 187 Ayat 1 KUHP.

Ancamannya penjara paling
singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun dengan denda paling sedikit
Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Terpisah, Polres Banyuasin sudah melimpahkan empat tersangka perorangan ke kejaksaan.

"Para
tersangka pembakaran sudah diproses dan kasusnya ini segera dilimpahkan
ke penuntut umum beserta barang buktinya," kata Kapolres Banyuasin AKBP
Danny Sianipar.

Empat tersangka kasus karhutla itu adalah Maulana (45), Sugiyanto (29), M Karta alias Tatang (45), dan Mansur alias Mandu (59).

"Para
tersangka ini tidak terkait perusahaan ataupun korporasi, melainkan
kemauan sendiri untuk kepentingan membuka lahan," katanya.(*)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020