Home
Senin, 10/08/2020 - 15:45:39 WIB

Senin, 10/08/2020 - 15:44:12 WIB

Senin, 10/08/2020 - 15:44:08 WIB

Minggu, 09/08/2020 - 23:21:08 WIB
Akses Masuk PT Indah Kiat Ditutup, Klaster Karyawan di Tempat Kerja Menjadi Perhatian
Minggu, 09/08/2020 - 19:31:24 WIB
Setelah Bekerja di Indonesia, TKA China Bawa Uang Triliunan Pulang Kampung, PKS: Ironis Simak selen
Minggu, 09/08/2020 - 17:36:53 WIB
Mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Lingga Meninggal
Minggu, 09/08/2020 - 17:36:01 WIB
Rohil Tambah 9 Kasus Positif Covid-19 Hari ini, Berasal dari Satu Orang yang Terpapar Sebelumnya
Minggu, 09/08/2020 - 14:47:46 WIB
BNN Riau Sita 20 Kg Sabu dan 10 Ribu Butir Ekstasi Jaringan Internasional
Minggu, 09/08/2020 - 14:46:04 WIB
Hanya Dalam Dua Pekan, 97 Ribu Anak Terinfeksi Virus Corona?
Minggu, 09/08/2020 - 13:34:56 WIB
Sorotin Kinerja Pemerintah, GNPF Ulama Minta Jokowi Mundur: Janji Meroket, Ternyata Hancur, Masih Pu
Minggu, 09/08/2020 - 13:33:36 WIB
Sorotin Kinerja Pemerintah, GNPF Ulama Minta Jokowi Mundur: Janji Meroket, Ternyata Hancur, Masih Pu
Minggu, 09/08/2020 - 11:22:23 WIB
Positif Covid-19 di Tualang Meningkat, Anggota DPRD Riau Zulfi Mursal Desak Pemkab Siak Tutup Sement
 
Aher Ngaku Tak Tahu Detail Proyek Meikarta
Diperiksa KPK, Aher Ngaku Tak Tahu Detail Proyek Meikarta

Jumat, 04/10/2019 - 22:27:04 WIB

Politikriau.com Mantan
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, hanya mengetahui rencana
pengembangan proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Soal
detail dari proyek tersebut, politikus Partai Keadilan Sejahtera itu
mengaku tidak tahu.

"Nah,
ketika saya ditanya, tentu kalau rencana penyesuaian ada kelanjutan
proses saya tahu. Tapi, detail proses saya tidak tahu," kata pria yang
akrab disapa Aher itu usai pemeriksaan di gedung KPK , Jakarta, Jumat, 4
Oktober 2019.

Aher
mengungkapkan, penyidik KPK menanyakan proses rencana pengembangan
proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi. Ia bilang sudah menjelaskan semua
pada penyidik KPK.

"Saya jawab bahwa secara umum saya tahu ada kelanjutan proses proyek Meikarta. Yang asalnya baru clear dan clean 84,6 hektare ada proses berikutnya untuk menyesuaikan lahan berikutnya dengan perubahan detail dan tata ruang," ujarnya.

Ia menambahkan
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) itu dibahas di DPRD Kabupaten Bekasi.
Selanjutnya, setelah dibahas dan disetujui bersama bupati, RDTR tersebut
dikirim ke provinsi. Lalu, di provinsi melalui proses lebih lanjut.

"Proses
substansi belum terjadi, belum ditandatangani. Saya katakan tadi, bahwa
seluruh proses yang ada detail proses yang ada, dari mulai proses
pembentukan perda perubahan RDTR Kabupaten Bekasi sampai dikirim ke
provinsi, sampai di provinsi oleh staf saya diproses, sampai hasil
prosesnya terjadi itu, saya belum tahu," jelasnya.

Dalam
kasus ini, KPK sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka
adalah mantan Bupati Kabupaten Bekasi Neneng, eks Presiden Direktur
Lippo Cikarang Bartholomeus Toto, dan Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa.

Selain Aher, dalam kasus ini KPK juga telah memeriksa mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020