PEKANBARU - Menindaklanjuti tuntutan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Riau (GMP2R) untuk mencabut gelar Datuk Banda" />
   
Home
Senin, 30/11/2020 - 07:51:29 WIB
Syekh Ali Jaber: Buka Jendela dan Pintu di Waktu Ini Berkah Luar Biasa
Senin, 30/11/2020 - 07:01:47 WIB
Ketum Positif COVID-19, PBNU Minta Doa Diberi Kesembuhaan
Senin, 30/11/2020 - 07:01:12 WIB
Habib Rizieq Ucapkan Terima Kasih pada RS Ummi dan MER-C
Senin, 30/11/2020 - 07:01:09 WIB
Ini Pesan yang Disampaikan Habib Rizieq
Minggu, 29/11/2020 - 11:21:47 WIB
Operasi Militer Fase Terakhir Selesai, Pasukan Ethiopia Kendalikan Ibukota Tigray
Minggu, 29/11/2020 - 11:09:09 WIB
PM Muhyiddin: Malaysia Akan Gelar Pemilu Usai Pandemi Covid-19
Minggu, 29/11/2020 - 11:08:42 WIB
Alami ‘Kecelakaan’ Seperti Edhy
Sabtu, 28/11/2020 - 13:28:27 WIB
Polisi Datangi Rumah Habib Rizieq Malam-malam
Sabtu, 28/11/2020 - 11:43:55 WIB
India Siap Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Sputnik-V Per Tahun
Sabtu, 28/11/2020 - 11:41:38 WIB
Luar Biasa, Letkol TNI Laode Jaga Keamanan Negara dengan Tahajud
Sabtu, 28/11/2020 - 11:26:43 WIB
Rencana Besar Erdogan Membangun Turki Raya Lewat Neo-Ottoman
Sabtu, 28/11/2020 - 11:26:22 WIB
Mucikari Tawarkan Jasa Artis ST Dan SH Rp 110 Juta Sekali Kencan
 
Didesak Cabut Gelar Adat Walikota Firdaus,
Didesak Cabut Gelar Adat Walikota Firdaus, LAM Pekanbaru Bentuk Tim

Sabtu, 05/10/2019 - 11:50:15 WIB

Politikriau.com PEKANBARU
- Menindaklanjuti tuntutan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Riau
(GMP2R) untuk mencabut gelar Datuk Bandar Setia Amanah dari Walikota
Pekanbaru, Firdaus, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru akhirnya
akan  bentuk tim. 


Hal
ini ditegaskan langsung oleh Ketua MKA LAM Pekanbaru usai melakukan
pertemuan dengan para tokoh Pekanbaru di Balai Adat Melayu Kota
Pekanbaru, Sabtu (5/10/2019).

"Kita
(LAM Pekanbaru, red) tadi telah diskusi bersama para tokoh-tokoh yang
ada di kota ini. Hasilnya kita akan bentuk tim. Nah, tim inilah nanti
yang akan bekerja, mencari data dan fakta, hingga penilaian, langkah apa
yang akan dilakukan LAM Pekanbaru nanti," ujar Datuk Said Usman
Abdullah.

Langkah
membentuk tim ini, papar Datuk Said Usman melanjutkan, ditempuh karena
evaluasi dan penilaian terkait tuntutan tentu harus diambil dari kedua
pihak. Sehingga keputusan yang akan diambil LAM Pekanbaru benar-benar
bisa dipertanggungjawabkan.

"Ini
masih ada tahapan lagi, Senin nanti kita akan undang pemerintah kota
(Pemko) untuk memberi penjelasan walikota. Karena yang menjadi sorotan
dan pertanyaan itu ketika beliau ke Kanada, padahal di sini ada asap
yang sangat parah," sambungnya.

Dari
data yang didapat, diskusi yang dilakukan LAM Pekanbaru, Sabtu pagi
tadi, diikuti oleh berbagai tokoh. Selain para petinggi LAM Pekanbaru,
disana tampak hadir H Ahmad Bebas, Fahruddin Bakar, Syahril Rais, Nasir
Penyalai, Afrizal DS dan beberapa tokoh lainnya.

Sementara
itu, di tengah pelaksanaan pembahasan antara LAM Pekanbaru dengan para
tokoh, ternyata desakan pencabutan gelar adat Datuk Bandar Setia Amanah
dari Firdaus juga mendapat tanggapan protes dari Pemuda Pancasila (PP)
Kota Pekanbaru. 

Menurut
salah seorang perwakilan PP, pencabutan gelar ini sebaiknya tidak perlu
dilakukan. Mengingat, gelar tersebut juga akan terlepas setelah
jabatannya berakhir dua tahun lagi.

"Kami
merupakan bagian dari masyarakat Pekanbaru dan kami memohon LAM
Pekanbaru untuk tidak mencabut gelar yang sudah diberikan walikota.
Biarlah gelar itu disematkan sampai akhir masa jabatan beliau," jelas
salah satu perwakilan PP ketika hadir di audiensi LAM Pekanbaru dan
tokoh masyarakat.(rilis)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020