Home
Senin, 30/11/2020 - 07:51:29 WIB
Syekh Ali Jaber: Buka Jendela dan Pintu di Waktu Ini Berkah Luar Biasa
Senin, 30/11/2020 - 07:01:47 WIB
Ketum Positif COVID-19, PBNU Minta Doa Diberi Kesembuhaan
Senin, 30/11/2020 - 07:01:12 WIB
Habib Rizieq Ucapkan Terima Kasih pada RS Ummi dan MER-C
Senin, 30/11/2020 - 07:01:09 WIB
Ini Pesan yang Disampaikan Habib Rizieq
Minggu, 29/11/2020 - 11:21:47 WIB
Operasi Militer Fase Terakhir Selesai, Pasukan Ethiopia Kendalikan Ibukota Tigray
Minggu, 29/11/2020 - 11:09:09 WIB
PM Muhyiddin: Malaysia Akan Gelar Pemilu Usai Pandemi Covid-19
Minggu, 29/11/2020 - 11:08:42 WIB
Alami ‘Kecelakaan’ Seperti Edhy
Sabtu, 28/11/2020 - 13:28:27 WIB
Polisi Datangi Rumah Habib Rizieq Malam-malam
Sabtu, 28/11/2020 - 11:43:55 WIB
India Siap Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Sputnik-V Per Tahun
Sabtu, 28/11/2020 - 11:41:38 WIB
Luar Biasa, Letkol TNI Laode Jaga Keamanan Negara dengan Tahajud
Sabtu, 28/11/2020 - 11:26:43 WIB
Rencana Besar Erdogan Membangun Turki Raya Lewat Neo-Ottoman
Sabtu, 28/11/2020 - 11:26:22 WIB
Mucikari Tawarkan Jasa Artis ST Dan SH Rp 110 Juta Sekali Kencan
 
Vape Makin Banyak Telan Korban
Vape Makin Banyak Telan Korban, Jumlahnya Sampai Ratusan

Minggu, 06/10/2019 - 22:46:48 WIB

 Politikriau.com PUsat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) (AS), Anne Schuchat mengungkapkan, ada 18 orang yang dikonfirmasi meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan rokok elektrik (vape) di 15 negara bagi

Wakil Direktur Utama CDC, Anne Schuchat  menyampaikan, angka kematian dari 1.080 laporan penyakit paru-paru yang muncul akibat rokok elektrik pun meningkat. Ribuan kasus itu berasal dari 48 negara bagian AS dan Kepulauan Virgin.

“Kami belum melihat penurunan yang signifikan dari kasus-kasus baru,” kata Schuchat mengenai hasil investigasi terbaru pemerintah, dikutip dari Sputnik News. Bahkan, terjadi peningkatan kasus hingga 275 buah selama seminggu terakhir ini.

Tak hanya itu, terdapat 578 kasus yang jelas-jelas berkaitan dengan zat kimia yang dihisap, seperti rokok elektrik, nikotin, dan ganja. Bahkan, 78 persen pasien mengaku telah menggunakan produk THC, bahan aktif dalam marijuana. Sementara, 17 persen lainnya menggunakan produk nikotin secara ekslusif.

Data itu berasal dari sejumlah negara bagian, termasuk New York, Michigan, dan San Fransisco. Kini, AS gencar melarang penjualan rokok elektronik dengan aroma guna menekan angka kematian yang disebabkan oleh kebiasaan vaping.

“Kami tak bisa membiarkan penduduk, khususnya anak muda, terkena dampak buruk dari rokok elektronik,” ujar Trump beberapa waktu lalu.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020