Politikriau.com  - JAKA" />
   
Home
Minggu, 27/09/2020 - 13:56:40 WIB
Ustadz Abdul Somad Latihan Menembak
Minggu, 27/09/2020 - 13:56:01 WIB
2 Pelaku Pembunuhan Supir Travel Diringkus Polda Riau, 2 Lagi Diburu
Minggu, 27/09/2020 - 13:32:15 WIB
Masih Ada 3.299 Warga Riau Positif Covid-19, 2.457 Diantaranya Jalani Isolasi Mandiri
Minggu, 27/09/2020 - 13:32:09 WIB
3 Penyebab Hati Manusia Menjadi Keras Dalam Islam
Minggu, 27/09/2020 - 13:00:06 WIB
Pekanbaru Tembus 3.000 Kasus,
Minggu, 27/09/2020 - 08:54:23 WIB
Drama 7 Gol, Inter Milan Tundukkan Fiorentina
Minggu, 27/09/2020 - 08:32:40 WIB
Babak Baru Kasus Hendri Tewas-Kepala Dibungkus Plastik
Sabtu, 26/09/2020 - 19:58:18 WIB
Masjid Bersejarah di Xinjiang Dihancurkan
Sabtu, 26/09/2020 - 14:58:07 WIB
Siang Ini Pj dan Pjs 5 Bupati di Riau Dilantik, Ini Nama-namanya
Sabtu, 26/09/2020 - 14:57:30 WIB
Riau jadi Provinsi Tertinggi ke-5 Penambahan Pasien Positif Covid-19 di Indonesia
Sabtu, 26/09/2020 - 13:30:11 WIB
Gibran 21 M, Bobby 54 M, Anak Dan Mantu Jokowi Ternyata Miliuner Lho
Sabtu, 26/09/2020 - 12:48:47 WIB
266 Tenaga Kesehatan di Riau Positif Covid-19
 
Mahfud MD Sanggah Ketua DPR
Mahfud MD Sanggah Ketua DPR Puan Maharani Soal Evaluasi Deradikalisasi

Rabu, 13/11/2019 - 22:12:48 WIB

Politikriau.com  - JAKARTA- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyatakan, bahwa program deradikalisasi tidak perlu dievaluasi. Tetapi program deradikalisasi harusnya diperkuat.

Hal itu diungkapkan sebagai tanggapan atas pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani mengenai terjadinya bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.


"Enggak program deradikalisasi kok dievaluasi diperkuat itu (harusnya)," ujar Mahfud saat dikonfirmasi wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Mahfud pun menambahkan, dari segi kuantitatif jumlah peristiwa teror pada 2019 jauh menurun ketimbang pada tahun-tahun sebelumnya yakni 2017 dan 2018. "Artinya tingkat antisipasinya sudah ok," tuturnya.

Memang saat ini, kata Mahfud, ada perluasan subyek. "Dulukan teror itu orang laki-laki dewasa sekarang ada ibu-ibu seperti yang dialami pak Wiranto, kemudian peristiwa teror di Sidoarjo, Sibolga itu ibu-ibu yang meledakan dirinya sendiri," jelasnya.

Kemudian, kata Mahfud, radikalisasi juga sudah masuk ke anak-anak sebagaimana yang terjadi di Surabaya. "Di Surabaya itu bunuh diri bersama anaknya yang di Pandeglang juga melibatkan anaknya. Jadi kualitasnya semakin mengerikan melibatkan anak-anak tetapi kuantitasnya menurun," tuturnya.

Hal ini menunjukan, kata Mahfud, tingkat antisipasi dari aparat keamana dan intelijen sudah cukup bagus. "Memang perlu ditingkatkan tetapi sudah cukup bagus," jelasnya. (R24/Bisma)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020