Politikriau.com Mundurnya Bambang Soesatyo alias Bamsoet dari bursa p" />
   
Home
Minggu, 27/09/2020 - 13:56:40 WIB
Ustadz Abdul Somad Latihan Menembak
Minggu, 27/09/2020 - 13:56:01 WIB
2 Pelaku Pembunuhan Supir Travel Diringkus Polda Riau, 2 Lagi Diburu
Minggu, 27/09/2020 - 13:32:15 WIB
Masih Ada 3.299 Warga Riau Positif Covid-19, 2.457 Diantaranya Jalani Isolasi Mandiri
Minggu, 27/09/2020 - 13:32:09 WIB
3 Penyebab Hati Manusia Menjadi Keras Dalam Islam
Minggu, 27/09/2020 - 13:00:06 WIB
Pekanbaru Tembus 3.000 Kasus,
Minggu, 27/09/2020 - 08:54:23 WIB
Drama 7 Gol, Inter Milan Tundukkan Fiorentina
Minggu, 27/09/2020 - 08:32:40 WIB
Babak Baru Kasus Hendri Tewas-Kepala Dibungkus Plastik
Sabtu, 26/09/2020 - 19:58:18 WIB
Masjid Bersejarah di Xinjiang Dihancurkan
Sabtu, 26/09/2020 - 14:58:07 WIB
Siang Ini Pj dan Pjs 5 Bupati di Riau Dilantik, Ini Nama-namanya
Sabtu, 26/09/2020 - 14:57:30 WIB
Riau jadi Provinsi Tertinggi ke-5 Penambahan Pasien Positif Covid-19 di Indonesia
Sabtu, 26/09/2020 - 13:30:11 WIB
Gibran 21 M, Bobby 54 M, Anak Dan Mantu Jokowi Ternyata Miliuner Lho
Sabtu, 26/09/2020 - 12:48:47 WIB
266 Tenaga Kesehatan di Riau Positif Covid-19
 
Bamsoet Mundur Gara Bikin Jokowi Marah?
Bamsoet Mundur Gara-gara Bikin Jokowi Marah?

Selasa, 03/12/2019 - 21:43:02 WIB

Politikriau.com Mundurnya Bambang Soesatyo alias Bamsoet dari bursa pencalonan Ketua Umum Golkar disinyalir masih ada kaitannya dengan pernyataan Presiden Joko Widodo. 

Jokowi menyebut pihak-pihak yang menggulirkan wacana penambahan jabatan presiden tiga periode sedang cari muka dan menampar muka Jokowi.

Sebagai Ketua MPR RI, Bamsoet beberapa kali kerap menyuarakan wacana penambahan masa jabatan presiden dalam rencana amandemen UUD 1945. 

"Sah saja jika ada yang mengaitkan dengan hal itu. Apalagi presiden terlihat marah belakangan terkait masa jabatan presiden 3 periode," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, di Jakarta, Selasa (3/12). 

Kendati demikian, Adi menilai ada hal lain yang lebih besar dari keterkaitan pernyataan Presiden Jokowi soal wacana presiden tiga periode yang digulirkan Bamsoet. 

"Logika politik awam samar melihatnya. Yang jelas ada kekuatan dan kepentingan besar yang bisa membuat Bamsoet mundur," ujar pengamat politik dari kampus UIN Syarief Hidayatullah Jakarta ini. 

Selain itu, Adi berpendapat, jelang Munas bisa saja loyalis Bamsoet sudah dirangkul oleh pihak-pihak yang menjadi bagian dari pendukung Airlangga Hartarto. 

"Logika awam hanya sampai pada politik akomodatif terhadap Bamsoet. Misalnya hanyak loyalisnya sudah dirangkul. Tapi dari kacamata elite, banyak faktor yang membuat Bamsoet mundur. Yang jelas pasti ada sesuatu yang urgen," demikian analisa Adi. w

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020