Home
Minggu, 27/09/2020 - 13:56:40 WIB
Ustadz Abdul Somad Latihan Menembak
Minggu, 27/09/2020 - 13:56:01 WIB
2 Pelaku Pembunuhan Supir Travel Diringkus Polda Riau, 2 Lagi Diburu
Minggu, 27/09/2020 - 13:32:15 WIB
Masih Ada 3.299 Warga Riau Positif Covid-19, 2.457 Diantaranya Jalani Isolasi Mandiri
Minggu, 27/09/2020 - 13:32:09 WIB
3 Penyebab Hati Manusia Menjadi Keras Dalam Islam
Minggu, 27/09/2020 - 13:00:06 WIB
Pekanbaru Tembus 3.000 Kasus,
Minggu, 27/09/2020 - 08:54:23 WIB
Drama 7 Gol, Inter Milan Tundukkan Fiorentina
Minggu, 27/09/2020 - 08:32:40 WIB
Babak Baru Kasus Hendri Tewas-Kepala Dibungkus Plastik
Sabtu, 26/09/2020 - 19:58:18 WIB
Masjid Bersejarah di Xinjiang Dihancurkan
Sabtu, 26/09/2020 - 14:58:07 WIB
Siang Ini Pj dan Pjs 5 Bupati di Riau Dilantik, Ini Nama-namanya
Sabtu, 26/09/2020 - 14:57:30 WIB
Riau jadi Provinsi Tertinggi ke-5 Penambahan Pasien Positif Covid-19 di Indonesia
Sabtu, 26/09/2020 - 13:30:11 WIB
Gibran 21 M, Bobby 54 M, Anak Dan Mantu Jokowi Ternyata Miliuner Lho
Sabtu, 26/09/2020 - 12:48:47 WIB
266 Tenaga Kesehatan di Riau Positif Covid-19
 
RAPP Masih Belum Realisasikan Tanaman Kehidupan
RAPP Masih Belum Realisasikan Tanaman Kehidupan, Warga Desa Lubuk Kembang Bunga akan Surati Bupati d

Jumat, 07/02/2020 - 16:38:53 WIB

Politikriau.com - Masyarakat Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan bersama Aliansi Pemuda Pelalawan (Appel) akan melayangkan surat ke Bupati dan DPRD Pelalawan terkait tanaman kehidupan.

"Dalam waktu dekat, kita akan surati dulu Bupati dan DPRD Pelalawan. Hingga sekarang, Desa Lubuk Kembang Bunga belum mendapat tanaman Kehidupan," ujar Ketua Appel Ahmad Dhani, Kamis 6 Februari 2020.

Ahmad Dhani menuturkan, sudah puluhan tahun PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) beroperasi di sana, namun tanaman kehidupan untuk warga setempat belum juga direalisasikan.

"Masalah tanaman kehidupan untuk masyarakat ini, telah tertuang dalam peraturan Kemen-LHK RI nomor 20 persen dari total keseluruhan izin yang dimiliki RAPP untuk mensejahtrakan masyarakat tempatan, dan harus direalisasikan," tuturnya.

Areal sudah disiapkan perusahaan, tapi sudah ditanami perkebunan kelapa sawit itu adalah alasan yang dicari-cari perusahaan dengan membenturkan masyarakat tempatan agar tanaman kehidupan tersebut gagal.

"Alihkan saja ketempat lain, yang terpenting hak masyarakat Lubuk Kembang Bunga direalisasikan," tegas Ahmad Dhani.

Ia mengungkapkan, warga bukan tidak pernah meminta haknya ini. Namun selalu kandas dan tak terwujud. "Paling kita ditawari untuk mengajukan proposal meminta bantuan," tukasnya.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020