Home
Jumat, 14/08/2020 - 13:30:48 WIB
391 Orang Positif Covid-19 di Riau Masih Dirawat, 234 di Rumah Sakit dan 157 Isolasi Mandiri
Jumat, 14/08/2020 - 13:29:42 WIB
Klaster BRI Kembali Muncul di Pekanbaru, Ini Penjelasan Jubir Simak selengkapnya disini.
Jumat, 14/08/2020 - 13:29:39 WIB
Sumbar Sudah PCR 75.000 (1,44 Persen) Warganya, Ditemukan 1.257 Orang Positif
Jumat, 14/08/2020 - 11:55:59 WIB
Tiga Pekerja Bank Mandiri Pernah Positif Tertular Virus Corona, Nasabah Khawatir Pakai ATM
Jumat, 14/08/2020 - 08:53:23 WIB
Tambah 2 Pasien, Kampar Miliki 107 Kasus Positif Covid-19
Jumat, 14/08/2020 - 08:33:56 WIB
33 Dosen dan Tenaga Pengajar di USU Positif Corona, Klaster Kampus?
Kamis, 13/08/2020 - 21:52:30 WIB
Saksi Sebut Eet Jemput Uang ke Surabaya, Kaderismanto Juru RundingĀ 
Kamis, 13/08/2020 - 16:47:18 WIB
Ketika Balon dan Layang-layang Jadi Senjata Mematikan di Gaza
Kamis, 13/08/2020 - 16:46:49 WIB
Aksi Semena-mena China Terhadap Muslim Uighur Terus Merajalela, Dua Masjid Kembali Dirobohkan, yang
Kamis, 13/08/2020 - 16:39:37 WIB
Kasus Positif Corona di Indonesia Tembus 132.816
Kamis, 13/08/2020 - 16:30:10 WIB
Tapi Tidak Semua Pelanggan di Kota Pekanbaru dapat Sinyal, Telkomsel Sebut Begini
Kamis, 13/08/2020 - 14:27:10 WIB
Oknum ASN BPKAD Rohul Gondol Uang Rp 1,4 M
 
Nama Baru Virus Corona
COVID-19, Nama Baru Virus Novel Corona

Rabu, 12/02/2020 - 06:57:00 WIB

Politikriau.com Wabah virus corona yang sebelumnya memiliki nama Novel Coronavirus (2019-nCoV), memiliki nama baru.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada Selasa (11/2), nama resmi virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada 31 Desember lalu itu adalah COVID-19.

"Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan itu COVID-19," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti yang dimuat Channel News Asia.

Ia menjelaskan pemilihan nama tersebut berdasarkan "CO" yang berarti corona, "VI" untuk virus, dan "D" untuk disease atau penyakit. Pemilihan nama itu juga sudah berdasarkan pedoman yang disepakati oleh WHO dengan pemerintah dan organisasi lainnya.

Di mana nama tersebut tidak merujuk pada lokasi, hewan, individu, atau kelompok orang tertentu. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada stigmatisasi publik terhadap suatu penyakit tertentu, katanya.

"Memiliki nama penting untuk mencegah penggunaan nama lain yang bisa tidak akurat atau menstigmatisasi. Ini juga memberi kita format standar untuk digunakan untuk wabah coronavirus di masa depan," lanjutnya.

Sebelumnya WHO sendiri memberikan nama virus corona baru tersebut dengan 2019-nCoV. Namun pada pekan ini Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengungkapkan hanya akan menyebutnya sebagai pneumonia coronavirus.

Sementara itu, ketika ditanyai mengenai vaksin untuk COVID-19, Tedros juga mengungkapkan masih ada peluang untuk menghentikan wabah yang telah memakan korban hingga lebih dari 1.000 orang tersebut. 

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020