Home
Selasa, 22/09/2020 - 16:16:38 WIB
Pilot Tampan Ini Diduga Melakukan Bunuh Diri di Puchong Karena Stres Berat
Selasa, 22/09/2020 - 16:05:17 WIB

Selasa, 22/09/2020 - 16:05:13 WIB

Selasa, 22/09/2020 - 15:46:37 WIB
Dulu Pernah Ramal Wabah Virus Bakal Menyerang Dunia
Selasa, 22/09/2020 - 15:22:44 WIB
Wapres Maruf Berharap K-Pop dan Drama Korea jadi Inspirasi Anak Muda, Netizen: Gak pantes mbah...
Selasa, 22/09/2020 - 13:49:45 WIB
Kondisi Jasad Pengusaha Rental Mobil di Pekanbaru yang Hilang dan Ditemukan dalam Sumur
Selasa, 22/09/2020 - 10:24:04 WIB
Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2020, Aman Covid-19
Selasa, 22/09/2020 - 07:09:51 WIB
Serentak, Puluhan Kelompok Aktivis Akan Demo Di 25 Provinsi Tuntut Erick Thohir Mundur
Selasa, 22/09/2020 - 07:00:53 WIB
Kerja Sama BNN-Angkasa Pura II, Avsec Akan Tangani Narkoba Di Bandara
Selasa, 22/09/2020 - 00:01:11 WIB
Bertambah 40 Anak-anak di Riau Positif Covid-19 Kemarin, Paling Banyak dari Kampar
Senin, 21/09/2020 - 23:54:59 WIB
Diskes Riau Catat Penambahan 161 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 9 Kabupaten/Kota, Ini Rincianny
Senin, 21/09/2020 - 23:47:19 WIB
Sepekan Dikabarkan Hilang
 
Nama Baru Virus Corona
COVID-19, Nama Baru Virus Novel Corona

Rabu, 12/02/2020 - 06:57:00 WIB

Politikriau.com Wabah virus corona yang sebelumnya memiliki nama Novel Coronavirus (2019-nCoV), memiliki nama baru.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada Selasa (11/2), nama resmi virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada 31 Desember lalu itu adalah COVID-19.

"Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan itu COVID-19," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti yang dimuat Channel News Asia.

Ia menjelaskan pemilihan nama tersebut berdasarkan "CO" yang berarti corona, "VI" untuk virus, dan "D" untuk disease atau penyakit. Pemilihan nama itu juga sudah berdasarkan pedoman yang disepakati oleh WHO dengan pemerintah dan organisasi lainnya.

Di mana nama tersebut tidak merujuk pada lokasi, hewan, individu, atau kelompok orang tertentu. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada stigmatisasi publik terhadap suatu penyakit tertentu, katanya.

"Memiliki nama penting untuk mencegah penggunaan nama lain yang bisa tidak akurat atau menstigmatisasi. Ini juga memberi kita format standar untuk digunakan untuk wabah coronavirus di masa depan," lanjutnya.

Sebelumnya WHO sendiri memberikan nama virus corona baru tersebut dengan 2019-nCoV. Namun pada pekan ini Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengungkapkan hanya akan menyebutnya sebagai pneumonia coronavirus.

Sementara itu, ketika ditanyai mengenai vaksin untuk COVID-19, Tedros juga mengungkapkan masih ada peluang untuk menghentikan wabah yang telah memakan korban hingga lebih dari 1.000 orang tersebut. 

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020