Home
Kamis, 29/10/2020 - 21:50:51 WIB

Kamis, 29/10/2020 - 12:57:01 WIB
Fadli Zon: Generasi Milenial Ketiban Warisan Utang Menggunung dari Rezim yang Bingung
Kamis, 29/10/2020 - 11:15:16 WIB
Begini Cara Membuang Masker Wajah Yang Benar Agar Tidak Terkena Virus Covid-19
Kamis, 29/10/2020 - 11:15:10 WIB
Buntut Islam Dihina, Warga Irak Bakar Patung Emmanuel Macron
Kamis, 29/10/2020 - 09:59:18 WIB
Negara Arab Boikot Produk Prancis, Saham Danone Ambruk
Kamis, 29/10/2020 - 09:58:56 WIB
Maksud Hati Hendak Luruskan Sikap Pemerintah, Kedubes Prancis Malah Digempur Kecaman Netizen Indones
Kamis, 29/10/2020 - 09:58:53 WIB
Peringatan Maulid Nabi dalam Tinjauan Sejarah Islam
Rabu, 28/10/2020 - 18:43:08 WIB
Kolonel Marinir yang Dibegal Sampai Berdarah-darah
Rabu, 28/10/2020 - 18:25:33 WIB
Polemik Karikatur Nabi Muhammad
Rabu, 28/10/2020 - 17:26:04 WIB
Poster boikot sejumlah produk Prancis imbas pernyataan Presiden Macron soal Nabi
Rabu, 28/10/2020 - 17:25:50 WIB
Jalan Lintas Riau-Sumbar Amblas, Pemprov Berharap Segera Normal
Rabu, 28/10/2020 - 15:17:36 WIB
Ragu November Vaksinasi Massal
 
Musuh Terbesar Pancasila
Musuh Terbesar Pancasila Adalah Orang Yang Mempertentangkannya Dengan Agama

Kamis, 13/02/2020 - 06:54:53 WIB

Politikriau.com Kecaman mengalir atas pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi atas pernyataannya yang mengatakan bahwa musuh terbesar pancasila adalah agama.

Selain keliru, karena nilai-nilai agama diejawantahkan dalam sisa-sila pancasila, pernyataan Kepala BPIP ini berpotensi membuat kegaduhan baru yang tidak perlu.

Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI Fahira Idris mengungkapkan, justru musuh terbesar pancasila adalah orang-orang yang mempertentangkan pancasila dengan agama.

Relasi antara agama-agama yang ada di Indonesia dengan pancasila sudah selesai saat para pendiri bangsa ini menjadikan pancasila sebagai dasar negara. Bahkan pemikiran politik keagamaan di Indonesia penting untuk terus dikembangkan agar agama dan pancasila dapat terus berjalan berbarengan.

“Justru musuh terbesar pancasila adalah orang-orang yang mempertentangkan agama dengan pancasila. ‘Musuh’ selanjutnya adalah para pejabat dan penyelenggara negara yang tindak-tanduknya bertolak belakang dengan nilai-nilai pancasila. Dan musuh yang paling terpampang nyata saat ini ketimpangan yang semakin lebar,” tukas Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (12/2).

Fahira meminta Kepala BPIP untuk segera mengklarifikasi dan menjelaskan maksud dari pernyataannya ini. Menurut anggota DPD RI ini, jika tidak segera diklarifikasi, maka kepercayaan publik kepada BPIP yang merupakan lembaga resmi pemerintah akan runtuh dan tidak mendapat dukungan publik.

Kepala BPIP kata Fahira lebih baik fokus kepada tantangan implementasi pancasila saat ini yaitu menilai sejauh mana kadar pancasila sudah dipahami, diresapi, dan diimplementasikan dalam setiap kebijakan negara atau kebijakan publik dan program pembangunan.

Bangsa ini, lanjut Fahira, belum sepenuhnya mampu melahirkan keadilan ekonomi, sosial, hukum, dan politik karena kebijakan negara dan program pembangunan bangsa belum sepenuhnya dilandaskan pada kelima sila pancasila.

“Jadi tantangan utama BPIP itu mengevaluasi sejauh mana kebijakan publik sudah berlandaskan pancasila. Sejauh mana para penyelenggara negara mulai dari eksekutif serta cabang-cabang kekuasan yang lain, kebijakannya sudah sesuai dengan pancasila,” pungkas Senator Jakarta ini. 

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020