Home
Selasa, 24/11/2020 - 13:58:54 WIB
Kata JK, Rizieq Shihab Disebut Isi Kekosongan Pemimpin Islam
Selasa, 24/11/2020 - 13:26:53 WIB
DPR RI Desak Polisi Usut Tuntas Lazada dan Tokopedia Jual Bong Identik Buat Nyabu dan Senpi
Selasa, 24/11/2020 - 11:55:27 WIB
Ketua KPK Sindir Anies Unggah Foto Baca Buku How Democracies Die
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:54 WIB
Tembus Setengah Juta, RI Jadi Negara dengan Kasus COVID-19 Terbanyak se-ASEAN
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:33 WIB
Salah Satu Pemain Terpapar Covid-19, Drama Jisoo BLACKPINK Tunda Syuting
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:30 WIB
Satpol PP Bantah Penurunan Baliho Habib Rizieq Dihalangi FPI
Senin, 23/11/2020 - 19:10:16 WIB
Tersangka Teror Lempar Batu di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Ditangkap Polisi
Senin, 23/11/2020 - 18:42:15 WIB
Ada JK Dibalik Anies Baswedan?
Senin, 23/11/2020 - 11:21:10 WIB
Pengamat: Mungkin Anies Takut Politik Indonesia Kembali Ke Otoritarianisme
Senin, 23/11/2020 - 11:20:13 WIB
Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, Polresta Pekanbaru Tangkap Seorang Oknum Polisi
Senin, 23/11/2020 - 11:20:09 WIB
Jokowi: Waspada Strategi Gas Dan Rem!
Minggu, 22/11/2020 - 21:15:50 WIB
Rumah Rizieq Shihab Didatangi Polisi dan TNI, Untuk Dilakukan Tes Swab, FPI: Kami Tolak
 
Presiden Iran: Kami Tidak Peduli Dengan Partai Yang Berkuasa
Soal Pemilu AS, Presiden Iran: Kami Tidak Peduli Dengan Partai Yang Berkuasa Di Sana

Senin, 17/02/2020 - 14:01:24 WIB

Politikriau.com November mendatang, Amerika Serikat akan mengadakan pemilihan umum. Berbagai manuver politik pun sudah mulai muncul ke permukaan, baik di internal maupun eksternal partai.

Dari kubu Partai Republik, Presiden AS Donald Trump dipastikan untuk kembali bertarung setelah Senat mengagalkan upaya impeachment terhadap dirinya. Sementara itu, Partai Demokrat masih gamang dalam mendapatkan kandidat yang cocok dan dapat dipertandingkan dengan petahana.

Nah, sebagai negara yang sering menjadi target kebijakan luar negeri AS, Iran pada dasarnya memiliki perhatian terhadap pemilu di Negeri Paman Sam. Karena hasil pemilu di AS nanti pasti akan punya dampak terhadap mereka. Terlebih beberapa waktu lalu, hubungan Iran dan AS berada di titik terburuk.

Kendati begitu, Presiden Iran Hassan Rouhani dengan tegas menyatakan, pihaknya tidak mempedulikan politik dalam negeri AS. Alih-alih, Rouhani hanya ingin lebih berfokus kepada kepentingan nasional Iran.

"Partai yang berkuasa di Amerika Serikat tidak masalah bagi kami. Yang penting bagi kami adalah kepentingan nasional kami sendiri," tegas Rouhani dalam konferensi pers di Teheran, Minggu (16/2) seperti dimuat Press TV.

Rouhani mengatakan, para pemimpin AS saat ini tengah berada dalam pengaruh Israel dan beberapa negara lainnya di kawasan itu. Dengan demikian, AS akan selalu memberikan tekanan kepada Iran, meski sebenarnya mereka gagal untuk membuat Iran tunduk.

"Ada dan masih ada dua kelompok (politisi) di Amerika Serikat," ujar Rouhani merujuk dua partai penguasa AS.

"Satu kelompok percaya menekan Iran untuk mengarahkan Iran ke jalur yang mereka inginkan, dan kelompok lain percaya Iran lebih kuat dari yang mereka pikirkan," tambahnya merujuk pada Partai Republik di bawah kepemimpinan Trump yang keras dan Partai Demokrat yang berusaha mencapai kesepakatan dengan Iran. 

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020