Home
Rabu, 21/10/2020 - 18:59:21 WIB
Gatot Nurmantyo Beri Rapor Merah Penanganan Covid-19 Jokowi-Maaruf
Rabu, 21/10/2020 - 07:04:55 WIB
Rizal Ramli Sebut Maruf Amin Sebagai Pelengkap Enam Tahun Kepemimpinan Jokowi
Rabu, 21/10/2020 - 06:46:40 WIB
Erdogan: Retorika Anti-Muslim Dijadikan Alat Dari Politisi Barat Untuk Tutupi Kegagalan Mereka
Rabu, 21/10/2020 - 06:46:30 WIB
Azyumardi Azra: Cara-cara Represif Pemerintah Bisa Picu Situasi Sosial Ekonomi Yang Tidak Kondusif
Rabu, 21/10/2020 - 06:26:54 WIB
Sri Mulyani Bandingkan Ekonomi Indonesia Dengan Negara Lain
Rabu, 21/10/2020 - 06:26:08 WIB
Fahira Idris: Kepemimpinan Yang Bermakna Harus Tetap Jadi Tujuan
Selasa, 20/10/2020 - 23:04:02 WIB
Foto Jaksa dan Tersangka Kasus Djoko Tjandra Makan Siang Bersama
Selasa, 20/10/2020 - 22:49:18 WIB
JPU Tuntut PT Adei Pidana Denda Rp 4,4 Milyar
Selasa, 20/10/2020 - 21:55:12 WIB
Tol Kedua di Sumbar, Koridor Dharmasraya ke Rengat Inhu Riau
Selasa, 20/10/2020 - 21:45:42 WIB
Kenali Penularan, Gejala dan Pencegahaan Norovirus
Selasa, 20/10/2020 - 11:42:09 WIB
Respon Tifatul Sembiring
Senin, 19/10/2020 - 15:50:10 WIB
Mengerikan, Pria Ini Tega Memenggal Kepala Istrinya dan Meletakkan Kepalanya
 
Wakil Ketua DPRD Masuk Penerima BLT Covid-19
Ngawur! Wakil Ketua DPRD Masuk Daftar Penerima BLT Covid-19

Selasa, 12/05/2020 - 14:17:43 WIB

Politikriau.com TRENGGALEK - Nama Wakil Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi masuk dalam data penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Kementerian Sosial senilai Rp 600 ribu/bulan.


Kepala Desa Karangan Tri Rohadi mengatakan masuknya nama wakil ketua dewan itu diketahui setelah pihaknya melakukan proses verifikasi terhadap gelondongan data Kemensos.


"Saya tahu itu tadi malam, saya coba teliti ternyata ada nama Doding, dia tercatat sebagai warga RT 1 RW 1 Desa Karangan," kata Tri Rohadi, Senin (11/5/2020).


Dalam daftar tersebut, wakil ketua dewan masuk sebagai penerima bantuan langsung tunai senilai Rp 600 ribu/bulan selama tiga bulan berturut-turut. Pihaknya tidak mengetahui kenapa nama wakil ketua dewan bisa masuk dalam daftar penerima bantuan.


Mengetahui adanya nama anggota dewan tersebut, kades langsung menghubungi yang bersangkutan melalui sambungan telepon. Ia pun diminta untuk menghapus nama Doding dari daftar penerima bantuan.


"Saat ini kami sedang melakukan verifikasi nama-nama penerima bantuan itu, layak atau tidak, kemudian dia termasuk penerima bantuan sosial lain apa tidak. Karena untuk bantuan terdampak COVID-19 tidak boleh dobel," ujarnya.


Sementara itu Doding Rahmadi mengaku kaget namanya masuk dalam daftar penerima BLT. Pihaknya telah meminta pemerintah desa untuk mencoret namanya dari daftar penerima BLT.


"Karena saat ini masih tahap verifikasi, saya minta nama saya dihapus," ujar Doding, dikutip detikcom.


Ia menduga data Kementerian Sosial tersebut mengacu pada data lama dan didasarkan dari beberapa indikator. Doding mengaku sekitar dua tahun lalu ia masih belum memiliki rumah sendiri, namun ia telah memiliki kartu keluarga (KK) sendiri.


"Mungkin karena dalam KK hanya saya sendiri dan dalam survei belum punya rumah, sehingga masuk dalam kriteria itu. Tapi faktanya sekarang kan berubah, saya sudah berkeluarga dan juga sudah punya rumah," ujarnya.


Terkait potensi salah sasaran tersebut, pihaknya meminta masing-masing pemerintah desa untuk melakukan verifikasi dengan ketat, sehingga orang yang menerima bantuan benar-benar tepat sasaran.(*)

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020