Home
Rabu, 25/11/2020 - 12:35:20 WIB
Novel Baswedan Pimpin Operasi Tangkap Tangan Mentri KKP dan Jajarannya
Rabu, 25/11/2020 - 11:56:06 WIB
Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Gerindra DKI Prihatin
Rabu, 25/11/2020 - 11:54:59 WIB
Calon Wako Dumai Eko Suharjo Meninggal Dunia Dini Hari Tadi
Selasa, 24/11/2020 - 18:51:03 WIB
[BREAKING NEWS] Minibus Silver Terbalik di Km 20 Tol Pekanbaru-Dumai
Selasa, 24/11/2020 - 13:58:54 WIB
Kata JK, Rizieq Shihab Disebut Isi Kekosongan Pemimpin Islam
Selasa, 24/11/2020 - 13:26:53 WIB
DPR RI Desak Polisi Usut Tuntas Lazada dan Tokopedia Jual Bong Identik Buat Nyabu dan Senpi
Selasa, 24/11/2020 - 11:55:27 WIB
Ketua KPK Sindir Anies Unggah Foto Baca Buku How Democracies Die
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:54 WIB
Tembus Setengah Juta, RI Jadi Negara dengan Kasus COVID-19 Terbanyak se-ASEAN
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:33 WIB
Salah Satu Pemain Terpapar Covid-19, Drama Jisoo BLACKPINK Tunda Syuting
Selasa, 24/11/2020 - 10:48:30 WIB
Satpol PP Bantah Penurunan Baliho Habib Rizieq Dihalangi FPI
Senin, 23/11/2020 - 19:10:16 WIB
Tersangka Teror Lempar Batu di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Ditangkap Polisi
Senin, 23/11/2020 - 18:42:15 WIB
Ada JK Dibalik Anies Baswedan?
 
Dunia Dalam Bahaya
Dunia Dalam Bahaya, Virus Baru Muncul di China Ditularkan Babi

Selasa, 30/06/2020 - 10:32:06 WIB

Politikriau.com – Dunia dalam bahaya, ilmuwan China telah menemukan sebuah virus flu baru yang berpotensi menjadi wabah bahkan pandemi seperti Virus Corona atau COVID-19.


Para ilmuwan itu menyebutkan dikutip dari BBC, Selasa 30 Juni 2020, virus flu ini muncul dan dibawa oleh babi. Namun bisa menular ke manusia.


Yang lebih mengerikan lagi, para ilmuwan khawatir virus flu dari babi itu bisa bermutasi dengan cepat dan bisa menyebar dengan mudah antar manusia ke manusia secara global.

Sebab, virus flu baru ini memiliki ciri yang sangat disesuaikan untuk menginfeksi manusia. Karena ini baru, orang bisa memiliki sedikit atau tanpa kekebalan terhadap virus.

Jenis influenza baru yang buruk merupakan salah satu dari ancaman penyakit teratas yang dikhawatirkan para ahli terjadi di tengah serangan wabah Corona.

Pandemik flu terakhir yang dihadapi dunia wabah flu babi tahun 2009 yang dimulai di Meksiko tidak begitu mematikan daripada yang ditakutkan pada awalnya, sebagian besar karena banyak orang yang lebih tua memiliki kekebalan terhadapnya, mungkin karena kemiripannya dengan virus flu lain yang telah beredar selama bertahun-tahun.

Virus itu, yang disebut A / H1N1pdm09, sekarang dilindungi vaksin flu tahunan untuk memastikan orang terlindungi. Jenis flu baru yang telah diidentifikasi di China mirip dengan flu babi 2009, tetapi dengan beberapa perubahan baru.


Sejauh ini, itu tidak menimbulkan ancaman besar. Tapi Prof Kin-Chow Chang dan rekan-rekan yang telah mempelajarinya, mengatakan itu adalah salah satu yang harus diawasi.

Virus itu, yang disebut A / H1N1pdm09, sekarang dilindungi vaksin flu tahunan untuk memastikan orang terlindungi. Jenis flu baru yang telah diidentifikasi di China mirip dengan flu babi 2009, tetapi dengan beberapa perubahan baru.


Sejauh ini, itu tidak menimbulkan ancaman besar. Tapi Prof Kin-Chow Chang dan rekan-rekan yang telah mempelajarinya, mengatakan itu adalah salah satu yang harus diawasi.

Virus, yang oleh para peneliti disebut G4 EA H1N1, dapat tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang melapisi saluran udara manusia.

Mereka menemukan bukti infeksi baru-baru ini mulai pada orang yang bekerja di RPH dan industri babi di China.

Vaksin flu saat ini tampaknya tidak melindungi dari itu, meskipun mereka dapat diadaptasi untuk melakukannya jika diperlukan.


Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020