Home
Sabtu, 15/08/2020 - 12:09:50 WIB
China Akhiri Kejahatan Terhadap Muslim Uighur
Sabtu, 15/08/2020 - 11:43:16 WIB
Sebentar Lagi Jokowi Rontok
Sabtu, 15/08/2020 - 11:42:39 WIB
Jokowi Disayangkan Tidak Singgung Pendidikan Di Era Corona
Sabtu, 15/08/2020 - 08:43:08 WIB
Cuma Diam di Ruang Ganti Usai Barca Dibantai Bayern
Sabtu, 15/08/2020 - 08:42:27 WIB
RR: Potensi Ekonomi Jateng Tinggi, Tapi Gubernurnya Sibuk Main Tik Tok
Sabtu, 15/08/2020 - 08:42:23 WIB
Lelah Digugat Anak, Ibu Tuntut Kembalikan ASI
Jumat, 14/08/2020 - 23:05:29 WIB
Dokter Adnan Salat Subuh Sebelum Meninggal karena Corona
Jumat, 14/08/2020 - 21:52:36 WIB
Sidik TPPU Rita Widyasari, KPK Periksa Lima Saksi
Jumat, 14/08/2020 - 21:14:35 WIB
Natuna Tegang, TNI AL Diintimidasi Kapal Patroli Vietnam
Jumat, 14/08/2020 - 13:30:48 WIB
391 Orang Positif Covid-19 di Riau Masih Dirawat, 234 di Rumah Sakit dan 157 Isolasi Mandiri
Jumat, 14/08/2020 - 13:29:42 WIB
Klaster BRI Kembali Muncul di Pekanbaru, Ini Penjelasan Jubir Simak selengkapnya disini.
Jumat, 14/08/2020 - 13:29:39 WIB
Sumbar Sudah PCR 75.000 (1,44 Persen) Warganya, Ditemukan 1.257 Orang Positif
 
Hamas dan Fatah Sepakat Bersatu Lawan Gempuran Israel
Pertama Dalam Sejarah, Hamas dan Fatah Sepakat Bersatu Lawan Gempuran Israel

Jumat, 03/07/2020 - 15:48:18 WIB

Politikriau.com - Kesepakatan terjadi antara dua kelompok yang selama ini bersiteru lebih dari 10 tahun, Hamas dan Fatah di negara yang kini masih terus terjajah Palestina.


Dua kelompok ini sepakat bersatu melawan Israel yang berencana mencaplok kawasan Tepi Barat dinukil dari sindonews.com, Jumat, 3 Juli 2020.


Bersama Amerika Serikat, Israel akan mencaplok sekitar 30 persen wilayah Tepi Barat. Termasuk pemukiman Yahudi di wilayah yang dianggap ilegal menurut hukum internasional dan Lembah Yordan.


Bersatunya antara dua kubu ini ditandai degan menggelar konferensi pers antara kedua pejabat. Untuk Hamas diwakili oleh Saleh al-Arouri. Sedangkan Fatah menurunkan pejabat seniornya Jibril Rajub. Alhasil aksi ini sekaligus menjadi yang pertama dalam sejarah mereka.


"Kami akan memberlakukan semua langkah yang diperlukan untuk memastikan persatuan nasional dalam upaya menentang aneksasi," kata Jibril Rajub.


Untuk diketahui Fatah saat ini mengendalikan pemerintah Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah. Sedangkan Hamas mengelola Jalur Gaza. Kedua faksi Palestina ini terpecah selama lebih dari satu dekade.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020