Home
Sabtu, 15/08/2020 - 12:09:50 WIB
China Akhiri Kejahatan Terhadap Muslim Uighur
Sabtu, 15/08/2020 - 11:43:16 WIB
Sebentar Lagi Jokowi Rontok
Sabtu, 15/08/2020 - 11:42:39 WIB
Jokowi Disayangkan Tidak Singgung Pendidikan Di Era Corona
Sabtu, 15/08/2020 - 08:43:08 WIB
Cuma Diam di Ruang Ganti Usai Barca Dibantai Bayern
Sabtu, 15/08/2020 - 08:42:27 WIB
RR: Potensi Ekonomi Jateng Tinggi, Tapi Gubernurnya Sibuk Main Tik Tok
Sabtu, 15/08/2020 - 08:42:23 WIB
Lelah Digugat Anak, Ibu Tuntut Kembalikan ASI
Jumat, 14/08/2020 - 23:05:29 WIB
Dokter Adnan Salat Subuh Sebelum Meninggal karena Corona
Jumat, 14/08/2020 - 21:52:36 WIB
Sidik TPPU Rita Widyasari, KPK Periksa Lima Saksi
Jumat, 14/08/2020 - 21:14:35 WIB
Natuna Tegang, TNI AL Diintimidasi Kapal Patroli Vietnam
Jumat, 14/08/2020 - 13:30:48 WIB
391 Orang Positif Covid-19 di Riau Masih Dirawat, 234 di Rumah Sakit dan 157 Isolasi Mandiri
Jumat, 14/08/2020 - 13:29:42 WIB
Klaster BRI Kembali Muncul di Pekanbaru, Ini Penjelasan Jubir Simak selengkapnya disini.
Jumat, 14/08/2020 - 13:29:39 WIB
Sumbar Sudah PCR 75.000 (1,44 Persen) Warganya, Ditemukan 1.257 Orang Positif
 
Tolak TKA China Gelombang 3
Pintu Bandara Menuju Kota Memanas, Tolak TKA China Gelombang 3

Jumat, 10/07/2020 - 22:43:53 WIB

Politikriau.com Kendari - Massa dari Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak kedatangan tenaga kerja asing (TKA) asal China masuk. Massa memblokade Bandara Haluoleo Kendari jika TKA China gelombang ketiga tetap diizinkan masuk.

Aksi unjuk rasa itu terjadi pada Jumat (10/7/2020) pukul 16.00 WITA. Unjuk rasa digelar di gerbang perbatasan Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Massa gabungan itu berasal dari masyarakat dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kendari. Aksi itu juga melakukan bakar ban.

Ketua HMI Kendari, Zulkarnain dari laman detikcom, mengatakan pihaknya akan terus menolak kedatangan TKA China masuk ke Sultra. Mereka mengancam akan terus memblokade Bandara Haluoleo jika TKA China tetap diizinkan masuk Sultra.

"Sampai hari ini, tidak ada kata untuk mundur. Kalau pemerintah tetap memaksa maka kita blokade saja Bandara Haluoleo," kata Zulkarnain di lokasi aksi saat berorasi pada Jumat (10/7).

Zulkarnain menyebut massa aksi juga akan melakukan inspeksi ke perusahaan di Sultra tempat TKA China bekerja. Dia menegaskan para TKA China itu akan diusir dari Sultra jika keberadaan mereka melanggar peraturan.

"Kita juga minta visa mereka. Tapi nanti kita akan masuk sendiri ke perusahaan PT VDNI dan melihat langsung apa yang mereka lakukan. Kalau tidak sesuai, maka dengan perundangan maka wajib kita usir dari Sultra," sebut Zulkarnain.

Sebelumnya, sebanyak 500 TKA China mendapatkan izin Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk membangun pabrik smelter di Konawe, Sultra.

Plt Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Aris Wahyudi menjelaskan yang sudah masuk pada tahap pertama ada sekitar 156 orang dan yang terbaru ada tambahan 105 orang, sehingga totalnya adalah 261 orang.

"Yang tahap pertama itu 156 orang TKA. Terus yang kemarin itu 105 TKA. TKA yang masuk baru dua tahap," kata dia. ***

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020