Home
Selasa, 20/10/2020 - 23:04:02 WIB
Foto Jaksa dan Tersangka Kasus Djoko Tjandra Makan Siang Bersama
Selasa, 20/10/2020 - 22:49:18 WIB
JPU Tuntut PT Adei Pidana Denda Rp 4,4 Milyar
Selasa, 20/10/2020 - 21:55:12 WIB
Tol Kedua di Sumbar, Koridor Dharmasraya ke Rengat Inhu Riau
Selasa, 20/10/2020 - 21:45:42 WIB
Kenali Penularan, Gejala dan Pencegahaan Norovirus
Selasa, 20/10/2020 - 11:42:09 WIB
Respon Tifatul Sembiring
Senin, 19/10/2020 - 15:50:10 WIB
Mengerikan, Pria Ini Tega Memenggal Kepala Istrinya dan Meletakkan Kepalanya
Senin, 19/10/2020 - 15:01:24 WIB
pasien positif Covid-19 di Riau saat ini
Senin, 19/10/2020 - 14:34:17 WIB
Bandar Narkoba WNA China Cai Changpan yang Kabur Ditemukan Bunuh Diri
Senin, 19/10/2020 - 13:29:23 WIB
PKS Klaim Temukan Pasal Selundupan Dalam Draf Omnibus Law Cipta Kerja
Minggu, 18/10/2020 - 21:48:00 WIB
Viral! Al-Quran Utuh di Dalam Rumah yang Ludes Terbakar
Minggu, 18/10/2020 - 21:37:54 WIB
Wow, Gatot Nurmantyo Peringatkan Kapolri: KAMI Punya Jutaan Anggota!
Minggu, 18/10/2020 - 21:27:48 WIB
5 Penggali Kubur Khusus Pasien Corona Sudah Terima Dana Insentif dari Dinkes Pekanbaru
 
Trump Berisiko Tertular Covid-19
Trump Berisiko Tertular Covid-19 Setelah Penasihat Keamanannya Positif Corona

Selasa, 28/07/2020 - 08:11:52 WIB

Politikriau.com Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan penasihat keamanan Presiden Donald Trump Robert O'Brien, 54 tahun, positif Covid-19.


O'Brien menjadi salah satu pejabat tinggi di lingkaran pemerintahan Trump yang diketahui positif terinfeksi virus corona. Kemunculan Trump dan O'Brien secara bersama terjadi lebih dari dua pekan lalu ketika mengunjungi Markas Militer di selatan AS pada 10 Juli.


Laman CNN melaporkan, Senin (27/7), O'Brien mengalami gejala ringan dan saat ini menjalani "isolasi mandiri di sebuah lokasi yang aman," ujar pernyataan dari pejabat Gedung Putih kepada wartawan. Pernyataan itu memastikan hasil tes O'Brien kepada wartawan sebelum stafnya secara resmi diberi tahu. Sejumlah pejabat Dewan Keamanan Nasional AS mengatakan kepada CNN mereka belum diberi tahu bahwa O'Brien positif Covid-19 dan mengetahui kabar ini dari laporan media.


O'Brien adalah salah satu pejabat tinggi di lingkaran terdekat Trump yang belum lama ini baru kembali dari Eropa. Dia dan rombongannya menemui sejumlah pejabat dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia. O'Brien juga diketahui berlibur dengan keluarganya di masa yang diperkirakan dia sudah tertular virus, tak lama setelah dia kembali dari Eropa, kata seorang pejabat senior di pemerintahan Trump.


Seorang pejabat mengatakan kepada CNN, O'Brien sudah bekerja dari rumah sejak pekan lalu. Sumber yang mengetahui isu ini mengatakan O'Brien terlihat berada di kantornya Kamis lalu dan dia kemudian tiba-tiba meninggalkan Gedung Putih.


Pihak Gedung Putih dalam pernyataannya mengatakan "tidak ada risiko Presiden Trump atau Wakil Presiden Mike Pence terpapar corona."


Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan kepada wartawan, salah satu putri O'Brien juga tertular Covid-19 dan karena itulah dia juga tertular.


O'Brien berangkat ke Eropa ditemani sejumlah pasukan pengawal presiden atau Secret Service, staf, dan beberapa wartawan. Sejumlah foto perjalanan mereka yang dirilis memperlihatkan O'Brien tidak menerapkan jaga jarak dan tidak memakai masker.


Salah satu pejabat luar negeri mengatakan kepada CNN, Elysee, staf istana kepresidenan Prancis, bergegas mengambil tindakan setelah mengetahui O'Brien positif Covid-19 karena dia sempat bertemu Presiden Emmanuel Bonne, penasihat kebijakan luar negeri Presiden Emmanuel Macron pada 14 Juli. Bonne mengadakan rapat dengan Presiden Macron beberapa kali setelah itu.


Kamis lalu O'Brien yang baru kembali ke Washington, tiba-tiba membatalkan rapat dengan pejabat Eropa karena alasan "ada urusan pribadi".


Kepala Ahli Penyakit Menular AS Anthony Fauci mengatakan dalam wawancara dengan Wolf Blitzer dari CNN, tergantung kapan O'Brien tertular dan seberapa besar risiko penularannya terhadap Presiden Trump.


"Anda harus ada kontak dalam situasi yang cukup lama dan cukup dekat untuk bisa berisiko tertular virus corona," kata Fauci. 

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020