Home
Kamis, 06/08/2020 - 14:03:17 WIB
Akan Diresmikan Bulan Ini, Ternyata Pemilik Lahan di Tol Pekanbaru-Dumai Masih Tumpang-Tindih .
Kamis, 06/08/2020 - 14:02:28 WIB

Kamis, 06/08/2020 - 13:04:24 WIB
Karyawan Bank Riau Kepri Positif Corona Bertambah, 4 Orang
Kamis, 06/08/2020 - 13:03:28 WIB
Nama-nama 49 Perusahaan Bermasalah di Riau
Kamis, 06/08/2020 - 12:20:43 WIB
Pemerintah Beri Insentif Pegawai Bergaji Di Bawah Rp 5 Juta, Said Didu: Duit Dari Mana?
Kamis, 06/08/2020 - 12:08:53 WIB
Warga AS Dapat Kiriman Benih Misterius Dari China, Pihak Berwenang Minta Waspada
Rabu, 05/08/2020 - 21:59:22 WIB
Ratusan Warga di Tasikmalaya Demo Minta Tangkap Denny Siregar
Rabu, 05/08/2020 - 17:35:21 WIB
Kota Beirut Luluh Lantak Akibat Ledakan, Pemimpin Dunia Turut Berduka
Rabu, 05/08/2020 - 17:35:15 WIB
Riau Tambah 29 Kasus Baru Orang yang Terpapar Covid-19, Berasal dari 4 Daerah ini
Rabu, 05/08/2020 - 16:58:00 WIB
Penambahan 29 Pasien Positif Covid-19 di Riau Tersebar di 3 Kabupaten/Kota, Ini Rinciannya
Rabu, 05/08/2020 - 16:56:58 WIB
PENYIDIK MINTA SAKSI TAMBAHAN, UMI HANDAYANI REGAR BERTERIMAKASIH PADA POLRES ROHUL
Selasa, 04/08/2020 - 18:25:24 WIB
Update Covid-19: Total 577 Kasus Konfirmasi, 221 Dirawat, 343 Sembuh dan 13 Meninggal Dunia
 
Gencar Kritik Erick Thohir,
Gencar Kritik Erick Thohir, Aktivis Muda NU Ini Sebut Adian Napitupulu Mau Minta Jatah Juga Simak s

Selasa, 28/07/2020 - 22:19:59 WIB

Politikriau.com -  Sikap politisi PDIP Adian Napitupulu yang rajin mengkritik Menteri BUMN, Erick Tohir mendapat respon negatif dari aktivis Kaum Muda Nahdlatul Ulama (KMNU), Anas Nasikhin. Ia menilai, kritik Adian terhadap Erick sudah kebablasan dan cenderung subjektif dan dilandasi kepentingan tertentu.


"Adian seperti tidak mengindahkan kepentingan besar perjalanan pemerintahan saat ini yang sedang berupaya melakukan pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemik Covid-19," ujar Anas dalam keterangannya, Selasa (28/7).


Menurut Anas, masyarakat Indonesia kekinian seperti sedang krisis apresiasi. Banyak orang terlalu rajin mengkritik tapi juga terlalu malas mengapresiasi. Padahal kritik akan adil jika disertai dengan apresiasi. 


Menurutnya, langkah Presiden Joko Widodo mengangkat Erick sebagai Ketua Pelaksana Tim Penanganan Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional adalah isyarat sekaligus contoh agar menjawab kritikan dengan kinerja. 


Dalam hal ini, target kerja yang diberikan Presiden Jokowi kepada tim tidak main-main. "Pertama dalam konteks penanganan Covid-19 yaitu menurunkan angka kematian serendah-rendahnya, meningkatkan angka kesembuhan setinggi-tingginya, dan mengendalikan laju pertumbuhan kasus-kasus positif baru secepat-cepatnya," katanya seperti dilansir RMOL. 


Kedua, dalam konteks pemulihan ekonomi presiden memerintahkan untuk melakukan upaya percepatan berdasarkan pokok masalah yang ada. Apakah terkait regulasi atau administrasi yang mengharuskan dilakukan revisi.


Persoalan Adian Napitupulu, kata dia jika keinginannya selama ini belum terpenuhi, mestinya dikembalikan pada logika kinerja ini. 


"Kalau dilihat peran Adian di pilpres 2019 dia hanyalah ketua salah satu kelompok relawan yang relawannya mendukung pasangan 01 (Jokowi-Maruf), yang kinerjanya tentu setara dengan relawan yang lain yang berjumlah lebih dari 500 kelompok relawan. Jadi kalau bicara peran dia sebetulnya biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa," bebernya.


“Nah kalau sekarang dia meminta jatah lebih kepada Erick Thohir dengan cara menekan dan kritik yang membabi buta itu sudah gak bener," demikian Ketua Bidang Pelatihan Saksi TKN. 


Adian Napitupulu sebelumnya menyebut, jabatan direksi dan komisaris di semua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan titipan. 


Jumlah "orang titipan" yang disebut Adian itu bahkan tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai 6.000 sampai 7.200 orang. Ribuan orang tersebut ditempatkan dari mulai perusahaan induk, anak perusahaan, hingga cucu perusahaan BUMN.***

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020