Home
Rabu, 30/09/2020 - 18:26:21 WIB
Kapolri Ingin Tempeleng Pilot Helikopter yang Bubarkan Pendemo
Rabu, 30/09/2020 - 18:09:14 WIB
Riau Provinsi Ketiga Tertinggi Penambahan Covid-19 di Indonesia
Rabu, 30/09/2020 - 11:58:29 WIB
Arab Saudi Kembali Buka Ibadah Umrah untuk Umat Islam Dunia, Ini Syaratnya
Rabu, 30/09/2020 - 11:57:39 WIB
Ini Tampang Pencoret Musala Saya Kafir di Tangerang
Rabu, 30/09/2020 - 11:26:32 WIB
Pelaku Vandalisme di Musala Tangerang Ternyata Mahasiswa
Rabu, 30/09/2020 - 11:25:55 WIB
Napi dari Lapas Pariaman Kendalikan Peredaran Ganja
Selasa, 29/09/2020 - 22:49:41 WIB
Buru Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung
Selasa, 29/09/2020 - 20:18:05 WIB
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jembatan Water Front City Kampar
Selasa, 29/09/2020 - 12:59:36 WIB
Provinsi Riau Tertinggi Kedua Kasus Covid-19 di Pulau Sumatera
Selasa, 29/09/2020 - 12:58:56 WIB
Setengah Juta Hiu Terancam Dibunuh Untuk Dijadikan Vaksin COVID
Selasa, 29/09/2020 - 12:14:14 WIB
Kawal Para Ulama saat Berdakwah, UAS Dikelilingi Para Jawara Betawi, Nettizen: Bravo TNI dan para Ja
Selasa, 29/09/2020 - 12:03:53 WIB
Sudah Tembus 600 Kasus, Kecamatan Tampan Tertinggi Penambahan Covid-19 di Riau
 
Pihak Berwenang Minta Waspada
Warga AS Dapat Kiriman Benih Misterius Dari China, Pihak Berwenang Minta Waspada

Kamis, 06/08/2020 - 12:08:53 WIB

Polirikriau.com Warga di 50 negara bagian Amerika Serikat (AS) baru-baru ini melaporkan mendapat paket benih misterius yang tidak pernah mereka pesan dan tampaknya dikirim dari China.


Beberapa benih misterius tersebut disimpan di kotak surat rumah-rumah warga, memicu kekhawatiran.


Pada Senin (3/8), Layanan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tanaman (USDA) AS mendesak warga yang mendapatkan benih tersebut untuk mengirimkannya ke pihak berwenang untuk pengujian.


Menyusul pemberitahuan itu, para pejabat pertanian AS juga telah mengeluarkan peringatan mengerikan untuk tidak menaruh benih di tanah.


Dilaporkan New York Post, seorang pria Arkansas telah menanam benih tersebut sebelum peringatan dikeluarkan. Ia mengatakan tanaman itu menghasilkan buah putih besar dari bunga oranye yang menyerupai labu.


Pada 29 Juli, setidaknya ada 14 spesies tanaman yang diidentifikasi aman, yaitu mustard, kubis dan morning glory, serta tanaman herbal seperti mint, sage, rosemary, dan lavender. Kembang sepatu dan mawar juga ditemukan.


"Ini hanya sebagian dari sampel yang telah kami kumpulkan sejauh ini," kata Wakil Administrator USDA, Osama El-Lissy.


Meskipun spesies yang diidentifikasi sejauh ini tampaknya tidak berbahaya, para ahli mengatakan bahwa menanam benih dari bagian lain dunia dapat menggantikan atau menghancurkan tanaman dan serangga asli, merusak tanaman secara parah atau membawa penyakit.


Pihak berwenang mengatakan, mereka yakin benih tersebut bagian dari penipuan besar-besaran. Di mana pengirim akan mengunggah ulasan pelanggan palsu atas nama penerima untuk meningkatkan penjualan, meski penerima tidak pernah memesannya.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020