Home
Minggu, 27/09/2020 - 13:56:40 WIB
Ustadz Abdul Somad Latihan Menembak
Minggu, 27/09/2020 - 13:56:01 WIB
2 Pelaku Pembunuhan Supir Travel Diringkus Polda Riau, 2 Lagi Diburu
Minggu, 27/09/2020 - 13:32:15 WIB
Masih Ada 3.299 Warga Riau Positif Covid-19, 2.457 Diantaranya Jalani Isolasi Mandiri
Minggu, 27/09/2020 - 13:32:09 WIB
3 Penyebab Hati Manusia Menjadi Keras Dalam Islam
Minggu, 27/09/2020 - 13:00:06 WIB
Pekanbaru Tembus 3.000 Kasus,
Minggu, 27/09/2020 - 08:54:23 WIB
Drama 7 Gol, Inter Milan Tundukkan Fiorentina
Minggu, 27/09/2020 - 08:32:40 WIB
Babak Baru Kasus Hendri Tewas-Kepala Dibungkus Plastik
Sabtu, 26/09/2020 - 19:58:18 WIB
Masjid Bersejarah di Xinjiang Dihancurkan
Sabtu, 26/09/2020 - 14:58:07 WIB
Siang Ini Pj dan Pjs 5 Bupati di Riau Dilantik, Ini Nama-namanya
Sabtu, 26/09/2020 - 14:57:30 WIB
Riau jadi Provinsi Tertinggi ke-5 Penambahan Pasien Positif Covid-19 di Indonesia
Sabtu, 26/09/2020 - 13:30:11 WIB
Gibran 21 M, Bobby 54 M, Anak Dan Mantu Jokowi Ternyata Miliuner Lho
Sabtu, 26/09/2020 - 12:48:47 WIB
266 Tenaga Kesehatan di Riau Positif Covid-19
 
Aksi Semena-mena China Terhadap Muslim Uighur Terus Merajalela
Aksi Semena-mena China Terhadap Muslim Uighur Terus Merajalela, Dua Masjid Kembali Dirobohkan, yang

Kamis, 13/08/2020 - 16:46:49 WIB

Politikriau.com.-  Aksi semena-mena rezim komunis China terhadap kaum muslim Uighur di Xinjiang, masih terus berlanjut. Kali ini, rezim Presiden Xi Jinping melalui pihak berwenang di kota Atush (dalam bahasa China, Athusi) China Barat Laut, telah menghancurkan dua dari tiga masjid di desa Suntagh. 


Aksi semena-mena itu dilakukan di tengah kampanye di mana ribuan situs muslim dihancurkan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan menurut temuan  Outlet berita Uighur RFA,  pihak berwenang telah menghancurkan sekitar 70 persen masjid di seluruh wilayah Xinjiang.


Dilansir dari republika, Kamis 13 Agustus 2020, dua masjid yang dikonfirmasi baru dihancurkan rezim komunis CHina itu adalah Masjid Azna dan Destangah di Suntagh. 


Otoritas Xinjiang disebut telah mulai menghancurkan masjid-masjid di Xinjiang secara massal pada akhir 2016, sebagai bagian dari kampanye yang dikenal sebagai 'Perbaikan Masjid'. Upaya perbaikan masjid tersebut merupakan bagian dari serangkaian kebijakan garis keras di bawah pemimpin tertinggi Xi Jinping. 

Kampanye ini mendahului langkah penahanan massal terhadap sebanyak 1,8 juta orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya dalam sebuah jaringan luas kamp penahanan di Xinjiang yang dimulai pada April 2017.


Outlet berita Uighur RFA mencoba melakukan penyelidikan awal terhadap kampanye masjid tersebut. RFA kemudian menemukan, pihak berwenang telah menghancurkan sekitar 70 persen masjid di seluruh wilayah Xinjiang. 


Di saat itu, pihak berwenang memberikan 'keamanan sosial' sebagai alasan kampanye tersebut. Kampanye itu tampaknya berlanjut hingga tahun-tahun setelah 2016 dan penindasan pihak berwenang terhadap orang Uighur semakin giat.


Dalam wawancaranya degan petugas keamanan publik Uighur dari Desa Suntagh, RFA melansir, petugas yang tak disebutkan namanya itu membenarkan dua dari tiga masjid yang tersisa di desa itu telah dirobohkan sekitar musim gugur 2019. 


Saat ini, masjid yang dibiarkan berdiri adalah masjd yang paling dan kondisinya paling buruk, yakni Masjid Teres.


"Masjid Azna dihancurkan tahun lalu. Saya pikir itu mungkin di musim gugur. Mereka membawa mesin untuk merobohkannya. Masjid Azna dan Destangah di Suntagh dihancurkan. Destangah dihancurkan pada saat yang sama (seperti Azna)," lontar petugas itu. 


"Masjid yang dihancurkan lebih kukuh karena atapnya dicurah dengan semen. Sementara atap kayu di masjid Teres nyaris tidak bisa menahan hujan," ungkap petugas itu lagi. ***

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020