Home
Rabu, 30/09/2020 - 18:26:21 WIB
Kapolri Ingin Tempeleng Pilot Helikopter yang Bubarkan Pendemo
Rabu, 30/09/2020 - 18:09:14 WIB
Riau Provinsi Ketiga Tertinggi Penambahan Covid-19 di Indonesia
Rabu, 30/09/2020 - 11:58:29 WIB
Arab Saudi Kembali Buka Ibadah Umrah untuk Umat Islam Dunia, Ini Syaratnya
Rabu, 30/09/2020 - 11:57:39 WIB
Ini Tampang Pencoret Musala Saya Kafir di Tangerang
Rabu, 30/09/2020 - 11:26:32 WIB
Pelaku Vandalisme di Musala Tangerang Ternyata Mahasiswa
Rabu, 30/09/2020 - 11:25:55 WIB
Napi dari Lapas Pariaman Kendalikan Peredaran Ganja
Selasa, 29/09/2020 - 22:49:41 WIB
Buru Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung
Selasa, 29/09/2020 - 20:18:05 WIB
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jembatan Water Front City Kampar
Selasa, 29/09/2020 - 12:59:36 WIB
Provinsi Riau Tertinggi Kedua Kasus Covid-19 di Pulau Sumatera
Selasa, 29/09/2020 - 12:58:56 WIB
Setengah Juta Hiu Terancam Dibunuh Untuk Dijadikan Vaksin COVID
Selasa, 29/09/2020 - 12:14:14 WIB
Kawal Para Ulama saat Berdakwah, UAS Dikelilingi Para Jawara Betawi, Nettizen: Bravo TNI dan para Ja
Selasa, 29/09/2020 - 12:03:53 WIB
Sudah Tembus 600 Kasus, Kecamatan Tampan Tertinggi Penambahan Covid-19 di Riau
 
Dalam Bahaya
Yunani Mendadak Kerahkan Pasukan Tempur ke Dekat Turki

Sabtu, 12/09/2020 - 07:11:30 WIB

Politikriau.com -  Di tengah memanasnya konflik sengketa maritim di Laut Mediterrania timur, Yunani kembali berulah. Negara para dewa itu terciduk mendadak mengerahkan pasukannya ke sebuah pulau dekat Turki. 


Kegiatan pengerahan pasukan ke pulau bernama Karaada terekam dalam siaran resmi yang ditayangkan TRT, dilansir VIVA Militer, Jumat 11 September 2020.


Militer Yunani mengirim pasukannya menggunakan kapal cepat berukuran kecil. Tak cuma itu, saja sebuah benteng pertahanan ternyata juga sudah dibangun tentara Yunani di pulau itu.


Pengerahan pasukan ini bisa membahayakan Turki, sebab lokasi Pulau Karaada cuma berjarak sekitar 2,4 kilometer saja dari daratan Turki. Sebelumnya Yunani juga telah mengerahkan pasukan ke Pulau Meis, pengiriman pasukan dilakukan secara tersembunyi dengan menggunakan kapal penumpang umum.


Sejauh ini belum ada keterangan resmi yang disiarkan militer Yunani dan juga belum ada reaksi apa-apa dari Turki.


Pengerahan pasukan ke pulau ini diprediksi bakal memicu konfli meruncing dan perang semakin berpeluang besar pecah. Sebab, saat ini Turki sedang melunak, mereka mau mengikuti arahan North Atlantic Treaty Organization (NATO) untuk melakukan dialog dengan Yunani, agar konfrontasi senjata tak terjadi di Laut Mediterania timur.


Untuk diketahui, situasi di Laut Mediterania timur memanas setelah Turki memindahkan pasukannya, dari Laut Hitam ke perairan itu. Pemicunya, Turki marah besar atas perjanjian batas maritim yang secara sepihak disepakati Yunani dan Mesir.


Turki tak terima dengan hasil kesepakatan dalam perjanjian yang dibuat Yunani dan Mesir. Sebab, sebelum ada perjanjian itu, Turki sempat meredakan ketegangan di Mediterania dengan menunda eksplorasi survei seismik yang digagas Stasiun Antalya Navtex di selatan dan timur Pulau Kastellorizo Yunani.


Turki menunda semua aktivitas seismik untuk menghargai penolakan yang dilayangkan Yunani terkati Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Namun setelah Yunani dan Mesir menandatangani perjanjian ZEE, Turki juga nekat melanjutkan survei dengan kembali melayarkan Kapal Oruc Reis dengan dikawal kapal-kapal perang.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020