Home
Rabu, 30/09/2020 - 18:26:21 WIB
Kapolri Ingin Tempeleng Pilot Helikopter yang Bubarkan Pendemo
Rabu, 30/09/2020 - 18:09:14 WIB
Riau Provinsi Ketiga Tertinggi Penambahan Covid-19 di Indonesia
Rabu, 30/09/2020 - 11:58:29 WIB
Arab Saudi Kembali Buka Ibadah Umrah untuk Umat Islam Dunia, Ini Syaratnya
Rabu, 30/09/2020 - 11:57:39 WIB
Ini Tampang Pencoret Musala Saya Kafir di Tangerang
Rabu, 30/09/2020 - 11:26:32 WIB
Pelaku Vandalisme di Musala Tangerang Ternyata Mahasiswa
Rabu, 30/09/2020 - 11:25:55 WIB
Napi dari Lapas Pariaman Kendalikan Peredaran Ganja
Selasa, 29/09/2020 - 22:49:41 WIB
Buru Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung
Selasa, 29/09/2020 - 20:18:05 WIB
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jembatan Water Front City Kampar
Selasa, 29/09/2020 - 12:59:36 WIB
Provinsi Riau Tertinggi Kedua Kasus Covid-19 di Pulau Sumatera
Selasa, 29/09/2020 - 12:58:56 WIB
Setengah Juta Hiu Terancam Dibunuh Untuk Dijadikan Vaksin COVID
Selasa, 29/09/2020 - 12:14:14 WIB
Kawal Para Ulama saat Berdakwah, UAS Dikelilingi Para Jawara Betawi, Nettizen: Bravo TNI dan para Ja
Selasa, 29/09/2020 - 12:03:53 WIB
Sudah Tembus 600 Kasus, Kecamatan Tampan Tertinggi Penambahan Covid-19 di Riau
 
Oleh Kelompok Rasis Sayap Kanan Denmark
Dewan Kristen Swedia Kutuk Keras Aksi Pembakaran Kitab Suci Al Quran Oleh Kelompok Rasis Sayap Kanan

Senin, 14/09/2020 - 08:36:35 WIB

Politikriau.com Dewan Kristen Swedia menyatakan keprihatinannya dan mengutuk peristiwa pembakaran Al Quran yang terjadi di negara itu beberapa pekan terakhir.


Pada Minggu (13/9) sebanyak sepuluh pendeta Kristen terkemuka di negara Skandinavia, termasuk Uskup Agung Gereja Protestan Swedia Antje Jackele, mengeluarkan pernyataan menentang tindakan anti-Muslim tersebut.


Uskup Agung bersama dengan para pemimpin gereja lainnya, dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pelanggaran yang disengaja terhadap keimanan orang lain.


Kelompok itu mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh kelompok rasis sayap kanan Denmark, adalah tindakan yang barbar.


"Serangan semacam itu meningkatkan polarisasi di antara orang-orang pada saat negara kita perlu berkumpul seputar martabat dan hak setiap orang," katanya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (13/9).


Partai Garis Keras anti-imigrasi (Stram Kurs) pada hari Kamis membakar salinan kitab suci Muslim di Rinkeby, lingkungan yang didominasi Muslim di Stockholm.


Itu terjadi beberapa hari setelah tindakan serupa terjadi di Lota Malmo, Swedia selatan.


Kekerasan yang terjadi setelah insiden tersebut menyebabkan beberapa petugas polisi terluka, dan sedikitnya 10 orang ditangkap.


Polisi juga melarang pemimpin kelompok Rasmus Paludan memasuki Swedia selama dua tahun.


Bahkan Persatuan Internasional untuk Cendekiawan Muslim, sebuah kelompok yang berbasis di Doha, telah mengutuk tindakan kekerasan tersebut.


Turki dan Pakistan juga mengecam ekstrimis sayap kanan di Swedia atas tindakan Islamofobia mereka.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020