Home
Rabu, 30/09/2020 - 18:26:21 WIB
Kapolri Ingin Tempeleng Pilot Helikopter yang Bubarkan Pendemo
Rabu, 30/09/2020 - 18:09:14 WIB
Riau Provinsi Ketiga Tertinggi Penambahan Covid-19 di Indonesia
Rabu, 30/09/2020 - 11:58:29 WIB
Arab Saudi Kembali Buka Ibadah Umrah untuk Umat Islam Dunia, Ini Syaratnya
Rabu, 30/09/2020 - 11:57:39 WIB
Ini Tampang Pencoret Musala Saya Kafir di Tangerang
Rabu, 30/09/2020 - 11:26:32 WIB
Pelaku Vandalisme di Musala Tangerang Ternyata Mahasiswa
Rabu, 30/09/2020 - 11:25:55 WIB
Napi dari Lapas Pariaman Kendalikan Peredaran Ganja
Selasa, 29/09/2020 - 22:49:41 WIB
Buru Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung
Selasa, 29/09/2020 - 20:18:05 WIB
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jembatan Water Front City Kampar
Selasa, 29/09/2020 - 12:59:36 WIB
Provinsi Riau Tertinggi Kedua Kasus Covid-19 di Pulau Sumatera
Selasa, 29/09/2020 - 12:58:56 WIB
Setengah Juta Hiu Terancam Dibunuh Untuk Dijadikan Vaksin COVID
Selasa, 29/09/2020 - 12:14:14 WIB
Kawal Para Ulama saat Berdakwah, UAS Dikelilingi Para Jawara Betawi, Nettizen: Bravo TNI dan para Ja
Selasa, 29/09/2020 - 12:03:53 WIB
Sudah Tembus 600 Kasus, Kecamatan Tampan Tertinggi Penambahan Covid-19 di Riau
 
Damai Hari Lubis: Banyak Janji Tak Dilaksanakan
Damai Hari Lubis Sebut Jokowi Bakal Dikenal Sebagai Presiden Cacat Prestasi: Banyak Janji Tak Dilaks

Selasa, 15/09/2020 - 12:07:42 WIB

Politikriau.com - Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB), Damai Hari Lubis menyebutkan jika  Presiden Joko Widodo akan dikenang sebagai pemimpin yang paling banyak cacat prestasi dan dosa sejarah sejak negeri ini diproklamasikan oleh Presiden Soekarno.


Dilansir dari Rmol.id, Selasa, 15 Septenber 2002, hal itu dikatakan Damai Hari Lubis dikarenakan banyaknya janji Jokowi yang belum terlaksana selama dua periode menjabat.


"Jokowi akan menjadi Presiden RI sejak Soekarno, yang dikenang banyak cacat prestasi atau dosa sejarah. Diantaranya janji-janji yang tak dilaksanakan," kata dia.


Pengacara Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab itu membeberkan janji-janji Jokowi yang tak kunjung dilaksanakan. "Dimulai dari mobil Esemka, kemudian "menyandera" HRS di Arab Saudi, janji pembelian kembali Indosat, dan janji mengatasi banjir DKI," lanjutnya.


Sedangkan kondisi saat ini juga mulai mengkhawatirkan. Terutama terkait maraknya rencana atau percobaan pembunuhan terhadap beberapa ulama oleh "orang gila". Terbaru, kasus ini menyasar ulama kenamaan Syekh Ali Jaber.


Damai juga menyebutkan jika Jokowi mendiamkan upaya makar terhadap Pancasila yang dilakukan oleh sekelompok fraksi dari anggota DPR RI melalui pengajuan RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila).


Kata dia, seharusnya wakil rakyat berkewajiban menjaga dan melindungi kemurnian serta kelestarian Pancasila.


"Banyak lagi dosa-dosa politik dari Jokowi selaku presiden. Entah bagaimana kelak beban pertanggungjawaban hukumnya setelah berakhir masa jabatannya Pasca 2024," tandasnya.

Home
Redaksi & Disclaimer
Copyright 2020